<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709</id><updated>2012-02-20T18:59:48.176+07:00</updated><category term='Muhasabah'/><category term='Uswatun Hasanah'/><category term='Sejarah'/><category term='PD Aisyiyah Kabupaten Malang'/><category term='Usman Kasmin'/><category term='Lentera Hati'/><category term='Pengumuman'/><category term='Ramadhan'/><category term='Opini'/><category term='Pelantikan'/><category term='Pimpinan'/><category term='Hafidz'/><category term='PDPM Kabupaten Malang'/><category term='PDM Kabupaten Malang'/><category term='Berita'/><title type='text'>Muhammadiyah Malang</title><subtitle type='html'>Menegakkan dan Menjunjung Tinggi Agama Islam terwujud Masyarakat Islam yang Sebenar-benarnya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Muhammadiyah Malang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02571838221503106588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>139</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-2122389270201661649</id><published>2011-07-06T07:37:00.003+07:00</published><updated>2011-07-06T07:38:47.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PDPM Kabupaten Malang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pimpinan'/><title type='text'>SUSUNAN PIMPINAN DAERAH PEMUDA MUHAMMADIYAH KABUPATEN MALANG 2010-2014</title><content type='html'>Ketua : SANTOKO&lt;br /&gt;Wakil Ketua Organisasi dan Pembinaan Cabang : MUHAMMAD AMIRUDIN&lt;br /&gt;Wakil Ketua Dakwah dan Pengkajian Agama : ARIP HIDAYAT&lt;br /&gt;Wakil Ketua Pendidikan dan Kaderisasi : JUMAIN&lt;br /&gt;Wakil Ketua KOKAM dan SAR : DHIAN DERMAWAN&lt;br /&gt;Wakil Ketua Komunikasi, Informasi dan Telekomunikasi : ZAKI MAZANI S&lt;br /&gt;Wakil Ketua Ekonomi dan Kewirausahaan : FACHRUDIN ALAMSYAH&lt;br /&gt;Wakil Ketua Seni Budaya, Olahraga dan Pariwisata : ANA AHSANUL HUDA&lt;br /&gt;Wakil Ketua Hukum, HAM dan Advokasi : Haris Syafa'at&lt;br /&gt;Wakil Ketua Buruh Tani dan Nelayan : ARDI&lt;br /&gt;Wakil Ketua Kesehatan dan Kesejahteraan : AKROMA NUR HUDA&lt;br /&gt;Sekretaris : Ahmad Heri Hermansyah&lt;br /&gt;Bendahara : Kahar Mashur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FASTABIQUL KHAIRAT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-2122389270201661649?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/2122389270201661649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/07/susunan-pimpinan-daerah-pemuda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2122389270201661649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2122389270201661649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/07/susunan-pimpinan-daerah-pemuda.html' title='SUSUNAN PIMPINAN DAERAH PEMUDA MUHAMMADIYAH KABUPATEN MALANG 2010-2014'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-2588846058385141044</id><published>2011-07-05T13:24:00.000+07:00</published><updated>2011-07-05T13:24:28.206+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Usman Kasmin'/><title type='text'>The Spirit of Islam</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Drs. Usman Kasmin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ﴿١١﴾&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(11)Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui, proses dalam meraih kebenaran bukanlah sebuah rangkaian peristiwa tanpa makna. Bahkan kalau kita selidiki lebih awas terhadap berbagai kejadian yang kita alami, tentulah kita sampai pada satu titik bahwa "selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa" tetapi hikmah apa yang dapat kita petik dari kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara; kita belum bisa menjawab secara lugas. Sementara proyek pembodohan terhadap generasi muda semakin deras, upaya pengkerdilan aqidah dan pemasungan syariat semakin nyata yang pada akhirnya akhlak anak bangsa semakin terpuruk. Tiba-tiba kita tersentak kaget bahwa ada yang telah hilang dari kita. Sebagai bangsa kita kehilangan karakter Building. Karena itu, terkadang bahkan sering kita kehilangan control diri. Kita menjadi culas, kita menjadi serakah, kita menjadi munafik, kita menjadi fasik, kita menjadi dzalim, kita menjadi hasad, dan dengki terhadap sesama. Mana yang haq yang layak kita ambil dan mana yang batil yang seharusnya kita jauhi korupsi contohnya, mana yang halal kita ambil bagian didalamnya dan mana yang haram kita menghindarkan diri dari padanya, mana keadilan yang seharusnya kita junjung tinggi dan mana kecurangan yang seharusnya kita benamkan sedalam-dalamnya Semuanya kini semakin tidak jelas. lni tidak hanya dirasakan oleh orang orang yang terbimbing hatinya di jalan Allah tetapi hampir dirasakan oleh setiap orang dizaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa yang kaya raya dengan segala sumber alamnya baik yang ada di atas maupun di dalam perut bumi Indonesia. Yang oleh para seniman menggambarkan "Tongkat kayu dan batu bila ditancapkan dipersada Indonesia maka akan tumbuh menjadi tanaman yang dapat menghidupi penduduknya" tapi yang kita rasakan kini adalah sebaliknya, seperti kata pepatah kita "Seperti ayam bertelur dilumbung padi, mati kelaparan" Negeri yang 'Gema ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja' negeri yang aman damai, gotong royong, tidak lagi kita saksikan dari wajah-wajah polos anak bangsa kita. Yang ada adalah keculasan, kebringasan, keserakahan, kemunafikan, kefasiqkan, kedzaliman serta keputus asaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah..." Negeri yang begitu indah yang dipuja-puji oleh segala bangsa di dunia; yang oleh para Founding Father kita, dengan bijak telah meletakan Visi dan missi Bangsa di atas landasan kalimah Tauhid 'Ke-Tuhanan Yang Maha Esa, yang tiada lain adalah "Qul huwallahu ahart. Maka semestinya kita sebagai pewarisnya mampu mewujudkannya menjadi bangsa besar dan terhormat dimata dunia yakni Baldatun tayyibatu warabbun ghafuur. Mengapa belum terwujud ? jawabannya, mungkin kita telah salah mengurusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menghadirkan fenomena ini dalam sebuah firmannya : QS.AI-A'raaf (7) 96: Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah juga telah mengingatkan hal tersebut kepada kita umatnya : "Idza wusidal amru ilaa ghairi ahliha fantadhirissaata" artinya: Apabila suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehanurannya" (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang diplomat sekaligus filosof Inggris Charles Le Gai Eaton yang telah menemukan kembali hidayah dan menjadi muslim, mengatakan, di manapun seorang muslim dilahirkan, dan apapun ras atau suku bangsanya, kampung halaman umat Islam adalah Dar al-Islam. Paspor seorang muslim, baik di dunia maupun akhirat, adalah kalimat syahadat" Sungguh bijak pernyataan dari Charles Le Gai Eaton. Dan sesungguhnya inilah yang seharusnya terjadi di dunia Islam termasuk di Indonesia. Namun sejak kemundurannya setelah abad ketiga belas, umat Islam hampir tidak pernah menemukan jalan kembali kepada kejayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga tidak asing dengan seruan Tajdidul Islam atau pembaharuan Islam yang sesungguhnya karena keterbelakangan dan kejumudan umat Islam dalam memahami dan menerapkan ajaran Islam sehingga negeri-negeri Islam yang kaya raya hampir tidak dapat mensejahterakan penduduknya justru mengundang malapetaka. Kolonialisme; harta dan kekayaannya dikuras, rakyatnya dijajah dan dipasung dengan belenggu kemiskinan dan kebodohan. Agama Islam yang dianutnya tidak lagi memberikan pencerahan peradaban justru kehilangan spirit bagi pemeluknya. At tbatrtya; seperti ungkapan seorang pembaharu Islam di Mesir ketika ditanya wartawan setelah kembali dari pengasingannya di Prancis "Apa yang anda lihat di Eropa?" jawab beliau, "Saya melihat Islam di Eropa, sekalipun saya tidak melihat umat Islam, dan di Mesir saya melihat Umat Islam, tapi saya tidak melihat Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beberapa latar belakang dan fenomena serta persoalan yang menimpah bangsa dan umat Islam khususnya, maka gagasan untuk kembali ke Spirit Islam menjadi tetap actual dalam kehidupan kita sebagai orang yang beriman, paling tidak dengan farmat yang sederhana untuk diucapakan, dan siapa saja bisa mengucapkan adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Watawaa shaubil watawaa shaubis shabri"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dengan segala action progresif yang dihadapi setiap pribadi muslim. Namun demikian kita juga membutuhkan kekuatan jama'ah, kerja keras dan sungguh¬sungguh (jihad) sebab hanya dengan persatuan dan kesatuan umat Islam maka tugas berat ini bisa terwujud. Terutama mewujudkan program yang sudah di agendakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, terutama membangkitkan kembali sprit Islam; maka ada beberapa agenda yang perlu kita kerjakan tidak hanya sebagai individu dan parsial tapi juga secara ummat dan terencana serta bekesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembaharuan dalam hal aqidah. Dalam hal ini bukan aqidah Islam kita yang kita ubah tetapi dalam arti purifikasi, pembersihan, atau pemurnian. Yakni, hal-hal yang mengotori aqidah, dan dampaknya dalam perilaku serta budaya tercipta; kita campakan sejauh-jauhnya supaya aqidah kita benar-benar bersih seperti yang dikehendaki Al Qur'an dan As Sunnah. Terutama bentuk-bentuk syirik yang sudah sangat terbiasa dalam kehidupan masyarakat sebagai warisan sinkritisme dengan ajaran agama agama sebelumnya saat terjadi Islamisasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembaharuan dalam Teologi Islam. terutama ada gejaia positif dikalangan sebagian generasi muda, yang sudah terbebas dari warisan bentuk-bentuk syirik dimasa lalu dan terbebas pula dari syirik gaya baru sebagai manifestasi jahiliyah modern, maka teragenda dalam visi perjuangan yang ditegakkan adalah membumikan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakan seperti yang dicita-citakan oleh para Founding Father kita yakni terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar benarnya. Teologi yang shahih yang berlandaskan kitabullah dan sunnah shahih tentu terus menjadi ruh dari teologi dalam perspektif yang lain yang relevan dengan masalah masalah sosial yang muncul dalam era global ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam harus terus menerus untuk memperbaharuai dan meningkatkan pengetahuan dan teknologinya. Karena Agama Islam mengajarkan keseimbangan hidup dunia dan akhirat."Rabbanaa aatinaa fiddunya hanatan wafil akhirati hasanatan"&lt;br /&gt;dan untuk mencapainya Rasulullah menyerukan dengan menggunakan ilmu "Man aradaddunya fa'alaihi bil ilmi, wan araadal akhirati fa'alaihi bil ilmi...." Barangsiapa menghendaki kebahagiaan dunia maka wajib atasnya untuk mengetahui ilmunya, dan barangsiapa yang menghendaki kebahagiaan hidup akhirat maka wajib atasnya untuk mengelahui ilmunya...(Al Haditst) Juga di isyaratkan dalam QS.Al'Alaq (96) : 1 dan QS. Al¬Mujadalah (58): 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Memodernisasi diri dengan manajemen modern dalam seluruh lapisan terutama organisasi dan yang trend adalah adaptasi dan kolaborasi serta koorporasi tapi masih dalam koridor spirit Islam. "Tak peduli berapa jauh jalan salah yang anda jalani, putar arah sekarang juga (Manajemen Perubahan dan Manajemen Harapan), Jangan sampai kita kehilangan momentum untuk berubah! Ya, Cuma itu kesempatan kita. Sekali momen ini hilang, semuanya akan kembali kecara-cara lama Rhenald Kasali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pembaharuan Etos kerja yang lebih Islam. Yatitu kerja keras, kerja cerdas serta istiqomah Seperti yang Qur'an maksudkan yakni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh¬sungguh (urusan) yang lain (8). dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (QS.AI-Insyirah(94): 7-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal iqrar yang telah terucap: Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.(QS.AI¬An'am(6):162. Firnnan Allah-dalam QS. Ash-Shaff (61) :4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menyukai orang yang _ berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam Bishawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-2588846058385141044?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/2588846058385141044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/07/spirit-of-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2588846058385141044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2588846058385141044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/07/spirit-of-islam.html' title='The Spirit of Islam'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-1570538150223509600</id><published>2011-07-04T12:54:00.000+07:00</published><updated>2011-07-04T12:54:34.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hafidz'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Memahami Makna Kalimat Pada Ayat Isra' Mi'raj Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ﴿&lt;/span&gt;١﴾&lt;/div&gt;(1)Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Israa' (17): 1]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat di atas terdapat beberapa istilah yang harus dipahami secara utuh dan komprehensif, tidak secara parsial, sehingga diperoleh pemahaman yang menyeluruh, tentang peristiwa isra' Mi'raj, adapun Istilah-istilah tersebut yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Subhaana (Maha Suci Allah)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam peristiwa Isra' Allah SWT memulai firman-Nya dengan kata "Subhana" (Maha suci) kata "Subhana"ini akan memberikan pengertian dalam hati seseorang bahwa dalam peristiwa itu ada kekuatan Supranatural yang tidak mungkin dijangkau oleh pemahaman manusia dimuka bumf. Maka makna kata "Subhanallah" ialah bahwa Allah itu Maha Suci Dzat-Nya, Sifat-Nya dan Perbuatan-Nya dari segala kesamaan. Kalau ada suatu jenis perbuatan atau peristiwa yang Allah mengatakan bahwa "Peristiwa itu Dia yang melakukan" maka kita sebagai hamba harus menSucikan-Nya dari segala ketentuan yang berlaku untuk manusia, dan tidak boleh mengukur perbuatan Allah itu dengan perbuatan manusia. Oleh karena itu, maka surat ini dimulai¬Nya dengan kata "Subhana" (Maha Suci) yang akan menimbulkan kesan dalam hati manusia bahwa peristiwa itu benar-benar peristiwa ajaib dan diluar jangkauan akal dan kemampuan manusia. "Subhana" berarti "Tanzih" (mensucikan). Apabila Allah mengatakan "Subhana" berarti mensucikan perbuatan-Ku dari perbuatan-mu (makhluq).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Asraa (Yang memperjalankan)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Subjek dari "Yang memperjalankan" dalam hal ini adalah Allah, dengan kalimat : "Al-Ladzii asraabi"sama dengan kata "liya'buduni" QS;51:56, dan kata "Asraa" terdapat pula Dalam surat 8:67, 70, yang artinya "tawanan", bentuk kata benda, noun atau isim. Dalam konteks ayat 17/1 ini, kita mengartikan "Asraabi" dengan "Memperjalankan dalam penjagaan" sebagai kata kerja, verb atau Hal ini dapat dianalogikan pada maksud surat 26:52 dimana terdapat istilah yang sama tetapi bentuknya fi'il amar untuk memperjalankan Bani Israil dengan penjagaan untuk menyeberangi laut merah. Kalimat ini memberi pengertian bahwa Rasulullah SAW itu di Asraa-kan dalam pengertian di Mi'rajkan oleh Allah SWT, bukan Asraa dengan sendirinya atau kehendak Muhammad SAW sendiri tetapi dengan keilmuan dan kekuasaan Allah yang memperjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Bi-'Abdihii (Hamba-Nya)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini Allah tidak menyebut lafal "Bi¬Rasulihii" atau lafal "Bi-Muhammadin", tetapi menggunakan lafal Bi'abdihi, yaitu dengan sifat "Ubudiyah"atau Penghambaan kepada Allah yang merupakan pintu datangnya karunia Allah SWT, sebab semua Nabi dan Rasul yang nota bene merupakan panutan umat, diutus untuk membenarkan atau meluruskan cara penghambaan kita kepada Allah SWT. Kata sifat "Ubudiyah" atau penghambaan ini adalah kata yang pahit, yang_ sulit dan yang dibenci oleh manusia, apabila terjadi diantara sesama makhluq, yang satu terhadap yang lainnya, maka makhluq yang satu akan menjadi hamba bagi makhluq yang&lt;br /&gt;lain. Dan ini mengharuskan si-hamba mencurahkan pikiran, tenaga, dan segenap kemampuannya sebagai baktinya, Tetapi penghambaan dari makhluq terhadap Al-Khaliq justru sebaliknya, yaitu Al-Khaliq yang dipertuan itulah yang akan memberi karunia kepada orang yang menghambakan diri kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu maka "Ubudiyah" disini adalah suatu kemuliaan, apabila pengabdian itu meningkat, maka pemberian karunia dari Allah Yang Maha Suci itu ditingkatkan pula. seperti yang terjadi pada diri Nabi Isa as. putra Maryam yang disebutkan oleh Allah dalam surah an¬Nisa';4:172 "Al Masih tiada enggan menjadi hamba bagi Allah, demikian pula para Malaikat yang dekat." Disamping itu, kata "Bi'abdihi" dan ini sebagai jawaban atas penolakan sebagian orang bahwa perjalanan malam hari Rasulullah SAW ini hanya terjadi dengan ruhnya saja tanpa jasad, padahal kata "'Abd" (hamba) dipakai untuk ruh beserta jasadnya sekaligus, sehingga tidak ada orang yang mengatakan ruh itu sebagai "'Abd" atau jasad yang tidak ber-ruh sebagai 'Abd".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Lailan (Pada suatu malam)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah diperjalankan oleh Allah SWT pada waktu malam hari, mengapa Rasul diberangkatkan pada malam hari? Disini kita sudah sepakat bahwa Rasulullah diperjalankan secara logis, secara nyata dan riil, maka sekarang kita akan masuk pada keterangan yang juga logis dan ilmiah serta cocok untuk ilmu kejiwaan. Masih ingat kisah Adam yang dulunya bertempat tinggal didalam Jannah yang kita artikan sebagai kebun yang subur yang berada diluar planet bumi. Sekarang cobs anda perhatikan kembali ayat ke-14 dan ke-15 dari surah An Najm (53) yaitu "Di Sidratil Muntaha","Di dekatnya ada Jannah tempat tinggal, Dan kemudian lihat juga QS. Thaha; 20:117-119 maka akan ditemukan antara Jannah yang termaktub dalam surat an-Najm:15 itu dengan Jannah dimana dulunya Adam dan istri pernah tinggal sebelum "diterbangkan" keplanet bumi. Kalau dicermati dengan balk, Jannah tempat tinggal Adam pertama kali, itu dikatakan tidak akan merasa kepanasan, dan saya mengasumsikan bahwa Jannah itu letaknya di Muntaha dimana Rasulullah SAW melakukan perjalanannya pada peristiwa Mi'raj. Jadi, Muntaha itu adalah nama sebuah tempat yang bisa juga sebuah planet yang berada diluar angkasa dan bisa kita katakan kedudukannya berada di atas orbit bumi, seperti halnya dengan kedudukan planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto, (baca: "Peta Ruang Angkasa" atau Studi Kritis Pemikiran Islam oleh Armansyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Min al-Masjidil Haraam Ha al-Masjidil Aqsha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari Masjidil Haraam (Makkah) menuju ke Masjid Al-Aqsha (Palestina) Dimulainya perjalanan Rasulullah SAW, Seperti yang diketahui bersama, Masjidil Haraam adalah rumah peribadatan yang pertama kali dibangun untuk manusia oleh Allah SWT yang akhirnya dasar-dasarnya ditinggikan oleh Nabi Ibrahim bersama putranya, Nabi Ismail as, Tempat tersebut juga merupakan awal bertolaknya da'wah serta tempat berdomisilinya Rasulullah SAW. Menurut Haikal Sulaiman Masjid Al-Aqsha sendiri waktu itu belum ada, yang ada Bait Al-Maqdis di Palestina, hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW. "Kaum Quraisy menanyakan kepadaku tentang perjalanan lsraa, aku ditanya tentang hal-hal di Bait Al-Maqdis, tidak dapat aku menerangkannya sampai-sampai aku bimbang. Tatkala kaum Quraisy mendustakanku, aku berdiri di Hijr lalu Allah SWT menggambarkan didepanku keadaan di Bait Al-Maqdis dan tanda-tandanya hingga mampu aku menerangkannya kepada mereka seluruh keadaan" (HR. Bukhari) hal ini membuktikan bahwa memang Rasul SAW tidak pernah pergi kesana malam itu, melainkan pergi ke "Masjid Al-Aqsha" yang terletak di Muntaha. Aqsha bukanlah nama, arti Masjidil Aqsha adalah Masjid yang jauh atau Tempat sujud yang terjauh. Dan masih ingatkah anda tentang Jannah yang disana Adam dihormati oleh semua Malaikat dan Jin dengan cara bersujud ? Masjidil Aqsha yang menjadi tempat tujuan Rasulullah SAW adalah Tempat bersujudnya para Malaikat terhadap Adam sekaligus menjadi tempat bersujudnya Rasulullah SAW kepada Allah pada scat beliau menerima perintah shalat yang letaknya sangat jauh dari bumi dan hanya terdapat di Muntaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. Baraaknaa_Haulahuu (Yang telah Kami berkahi sekelilingnya)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kata hau lahuu atau Kami berkahi sekelilingnya adalah diperuntukkan untuk tempat disekitar perjalanan Rasulullah SAW tersebut, atau juga Kata "NYA" atau lafal "HAU_LAHUU" pada kata "Kami berkahi sekelilingnya" sebenarnya adalah ditujukan kepada diri Rasulullah SAW sendiri. Jadi, lstilah "disekelilingnya" = disekeliling Rasulullah SAW. Sementara arti Barakah adalah penjagaan, yaitu penjagaan yang melingkupi diri Rasulullah SAW dalam Asraa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. Linuriyahuu Min Ayatinaa (Kami perlihatkan tanda-tanda Kami)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kami perlihatkan sinonim dengan "Diperlihatkan" Yaitu, diperlihatkan kepada Rasul SAW dengan mata kepala, masalah Mi'raj pada surah 17/1 ini, AlQuran menggunakan perkataan : "Linuriyahu min aayatina"yang artinya: "untuk Kami perlihatkan kepadanya tanda-tanda Kami" yaitu tanda¬tanda kebesaran Allah atau "Laqad ra-aa min aayaati Rabbihi alkubraa." "Sesungguhnya is telah melihat sebagian tanda-tanda Tuhannya yang besar/hebat." (QS. an-Najm;52:18)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-1570538150223509600?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/1570538150223509600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/07/memahami-makna-kalimat-pada-ayat-isra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1570538150223509600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1570538150223509600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/07/memahami-makna-kalimat-pada-ayat-isra.html' title='Memahami Makna Kalimat Pada Ayat Isra&apos; Mi&apos;raj Rasulullah SAW'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-5413497543927846009</id><published>2011-06-28T14:47:00.000+07:00</published><updated>2011-06-28T14:47:24.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ramadhan'/><title type='text'>Muhammadiyah Jatim: Awal Ramadhan 1 Agustus 2011</title><content type='html'>REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur  memastikan awal Ramadhan 1432 Hijriah bertepatan dengan 1 Agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu  hasil musyawarah ahli hisab Majelis Tarjih PWM di kantor PWM Jatim,"  kata Sekretaris PWM Jatim H Nadjib Hamid di Surabaya, Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut  dia, keputusan itu didasarkan pada hasil perhitungan dengan sistem  hisab hakiki yang dilakukan tim dari markas Majelis Tarjih Tanjung  Kodok, Lamongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hasil hitung Majelis Tarjih PWM menunjukkan  bahwa ijtimak akhir 29 Sya'ban 1432 Hijriah akan terjadi pada 31 Juli  2011 pukul 01.39.42 WIB sampai pada pukul 01.41.09 WIB," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  saat itu, jelasnya, matahari terbenam akan terjadi pada pukul 17.31.51  WIB dengan "hilal" (rembulan usia muda sebagai pertanda awal  bulan/kalender) akan terlihat 7 derajat selama 7 menit 36 detik hingga  16 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan tampaknya hilal ini, kesimpulannya pada hari  Senin tanggal 1 Agustus 2011 itu sudah merupakan awal Ramadhan untuk  memulai puasa," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Pengurus Wilayah  Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi awal Ramadhan 1432 Hijriah  akan datang dalam waktu bersamaan yakni 1 Agustus 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi,  awal Syawal 1432 H (Hari Raya Idul Fitri) ada kemungkinan tidak bisa  bersamaan, karena ketinggian hilal (rembulan muda) di bawah dua  derajat," kata Ketua Lajnah Falakiyah PWNU Jatim Dr H Abd Salam Nawawi,  MAg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didampingi Wakil Ketua PWNU Jatim HM Sholeh Hayat kepada  ANTARA di Surabaya, Minggu (19/6) pekan lalu, ia menjelaskan,  kalender/almanak PWNU Jatim mencatat ijtimak terjadi pada 31 Juli 2011  pukul 01.41 WIB dengan tinggi hilal hakiki mencapai 7 derajat 5 menit  50,2 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, awal Ramadhan 1432 Hijriah kemungkinan akan  bersamaan, karena tinggi hilal di atas dua derajat, sehingga puasa  Ramadhan bersamaan yang dimulai pada 1 Agustus 2011," katanya.&lt;br /&gt;Namun,  katanya, ijtimak untuk awal Syawal 1432 H terjadi pada 29 Agustus 2011  pukul 10.05 WIB dengan tinggi hilal hakiki 1 derajat 57 menit 45,08  detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena tinggi hilal tidak mencapai dua derajat, maka  kemungkinan akan terjadi perbedaan yakni ada yang ber-Idul Fitri pada 30  Agustus dan ada pula tanggal 31 Agustus," katanya.&lt;br /&gt;Kendati melakukan  hisab, PWNU Jatim akan memprioritaskan metode "rukyatul hilal" (melihat  rembulan dengan kasat mata pada akhir Sya'ban) pada 30 Juli 2011 atau  30 Sya'ban 1432 Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PWNU Jatim biasanya melakukan "rukyatul  hilal" pada 9-11 lokasi rukyat di seluruh Jatim, kemudian hasilnya  dilaporkan ke PBNU untuk bahan Sidang Isbat di Kementerian Agama bersama  organisasi kemasyarakatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi "rukyatul hilal"  antara lain Bukit Condro Dipo, Gresik; Tanjung Kodok, Lamongan; Menara  Mesjid Al-Akbar, Surabaya; Pantai Ngeliyep, Malang; Pantai Serang,  Blitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Republika Online&lt;/b&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;www dot republika dot co dot id /berita/dunia-islam/islam-nusantara/11/06/27/lngafj-muhammadiyah-jatimawal-ramadhan-1-agustus-2011&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-5413497543927846009?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/5413497543927846009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/06/muhammadiyah-jatim-awal-ramadhan-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5413497543927846009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5413497543927846009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/06/muhammadiyah-jatim-awal-ramadhan-1.html' title='Muhammadiyah Jatim: Awal Ramadhan 1 Agustus 2011'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-2788161209872257937</id><published>2011-05-16T19:30:00.001+07:00</published><updated>2011-06-29T19:33:09.520+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pelantikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PDM Kabupaten Malang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PD Aisyiyah Kabupaten Malang'/><title type='text'>PDM Kabupaten Malang Membangun Sinergi Persyarikatan</title><content type='html'>(Malang, 15 Mei 2011). Pelantikan Pimpinan Daerah Aisyiyah, Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah kabupaten Malang, PCM dan PCA sekabupaten Malang yang kedua kali dilaksanakan secara serentak oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang berlangsung sangat meriah dan khitmat. Acara ini dilaksanakan di Teather Dome Universitas Muhammadiyah Malang diikuti oleh kurang lebih empat ratusan Pimpinan terpilih periode 2011 – 2015 beserta ortomnya. Acara berlanjut dengan Rapat Kerja Pimpinan Daerah Kabupaten Malang terbaru untuk menyusun Program Kerja oleh  masing-masing Majelis dan Lembaga. Rencananya acara ini di hadiri oleh Bapak Bupati Rendra Kresna, namun karena sesuatu hal Bupati tidak bisa hadir. Sebagai pengganti, Bupati diwakili oleh Staf Ahli Bupati Malang, Bapak Tulus hariady.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dengan acara pelantikan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kab Malang oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur. Kemudian, Pelantikan Pimpinan Daerah IPM Kab. Malang oleh Pimpinan Wilayah IPM Jawa Timur. Pimpinan Cabang Muhammadiyah sekabupaten Malang dilantik oleh Pimpinan Daerah kabupaten Malang. Dan, Pimpinan Cabang Aisyiyah dilantik oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah kabupaten Malang. Dalam sambutannya, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Dra. Siti Dalillah, M.Ag menegaskan perlunya mengatur waktu berorganisasi dan berdakwah sehingga gerak Aisyiyah di Jawa Timur bisa lebih aktif dan bermanfaat di masyarakat. Selanjutnya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah kabupaten Malang, Drs. H, Mursidi, dalam sambutannya mengingatkan kepada seluruh lini pimpinan dan ortom untuk kembali lebih bergairah dan bersinergi dalam mewujutkan program kerja  persyarikatan. Perlu adanya ketulusan dan keihklasan berjihad di Muhammadiyah bagi seluruh pimpinan hingga bisa lebih serius dan fokus dalam menjalankan tugasnya, tegas Mursidi. Staf Bupati Malang,Tulus Hariady, yang mewakili Bupati, menyampaikan salam dan  pesan melalui surat  yang langsung dibacakan didepan peserta pelantikan. Bupati menyampaikan pesan kepada seluruh pimpinan Muhammadiyah dan ortomnya untuk selalu mendukung dan berpartisipasi serta bersinergi dengan  program-program pemerintah Kabupaten. Sehingga ada sinergi positif antar keduanya untuk mewujudkan masyarakat yang utama, imbuhnya. Menjelang akhir acara, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Timur, Rosyid, memberikan motivasi kepada para pelajar dan pemuda yang tergabung di IPM untuk lebih cerdas dalam mengembangkan ilmunya untuk kemajuan persyarikatan. (RS)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-2788161209872257937?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/2788161209872257937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/05/malang-15-mei-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2788161209872257937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2788161209872257937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/05/malang-15-mei-2011.html' title='PDM Kabupaten Malang Membangun Sinergi Persyarikatan'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-5846534262151997602</id><published>2011-03-11T16:38:00.052+07:00</published><updated>2011-03-13T17:58:52.356+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Dua Musuh Kontemporer Bangsa</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Agusliansya, S.P.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(41)Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. ar-Ruum (30): 41]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Pada saat ini, terdapat tiga musuh kontemporer yang dihadapi umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Ketiga musuh yang dimaksud adalah korupsi dan suap-menyuap sebagai saudara kembarnya, perusakan Iingkungan hidup dan narkoba. Apabila ketiganya dibiarkan dan tidak diberantas secara serius, niscaya akan berakibat fatal dan menyakitkan bagi kehidupan umat dan bangsa dikemudian hari. Sebenarnya dampak buruk ketiganya sudah dapat kita lihat dan rasakan pada saat sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya marilah kita kupas dan renungkan musuh pertama yang bernama korupsi dan suap-menyuap sebagai saudara kembarnya. Kalau dihitung secara global, sesungguhnya sudah triliunan rupiah uang negara yang telah dicuri secara halus, baik dalam skala besar maupun kecil, oleh para koruptor yang terdiri dari para oknum pejabat tinggi negara yang berasal dari jajaran eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Di jajaran birokrasi juga dijumpai banyak oknum pegawai negeri yang berbuat serupa, mulai dari tingkatan pusat sampai daerah bahkan sampai ketingkat pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas budaya korupsi telah berlangsung sejak zaman Orde Lama sampai sekarang baik dilakukan secara perorangan maupun secara berjamaah alias beramai-ramai. Sepertinya orang tidak lagi peduli atau merasa malu untuk mencuri uang negara yang notabene uang rakyat: Seandainya yang diselewengkan itu dialihkan untuk kesejahteraan rakyat, niscaya rakyat Indonesia tidak akan mengalami kesengsaraan seperti sekarang ini. Yang memprihatinkan adalah bahwa banyak diantara pelaku korupsi tersebut beridentitas din sebagai seorang muslim. Islam itu sejatinya sangat anti korupsi. Ketika beredar isu bahwa Rasulullah SAW mengkorupsi ghanimah atau harta rampasan perang, Allah SWT langsung mengklarifikasi dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَغُلَّ وَمَن يَغْلُلْ يَأْتِ بِمَا غَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(161) Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi pembalasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Semangat anti korupsi Islam tersebut diperkuat dengan sebuah Hadits yang menyiratkan keengganan Rasulullah SAW menshalati jenazah seorang laki-laki yang gugur di medan perang Khaibar hanya karena yang bersangkutan telah melakukan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Dari Zaid bin Khalid berkata: "Seorang laki-laki telah gugurdi medan perang Khaibarlalu Rasulullah SAW bersabda: "Shalatkanlah sahabat kalian tersebut, (sedang aku sendiri enggan menshalatkannya) karena is telah melakukan penggelapan saat berjuang di jalan Allah. Ketika kami periksa barang­barangnya, kami menemukan manik­manik Yahudi yang (harganya) tidak mencapai 2 dirham."&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(HR.Nasai)&lt;/b&gt;.&lt;/blockquote&gt;Sementara itu, saudara kembar korupsi adalah menyuap. Rasulullah SAW pernah menyindir dengan lugas Ibnu al­Lutbhiyyah, utusan beliau untuk menarik zakat kepada Bani Sulaim, hanya kerena is menerima hadiah ketika sedang menjalankan tugas: &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;'Apakah kamu hanya duduk saja di rumah bapakmu atau ibumu (tidak menjabat sebagai utusan saya), hadiah itu akan datang, kepadamu?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(HR. Bukhari dan Muslim)&lt;/b&gt;.&lt;/blockquote&gt;Kedua riwayat diatas menggambarkan:&lt;br /&gt;(1) betapa Rasulullah SAW ingin mencegah perilaku korupsi secara preventif;&lt;br /&gt;(2) mengingatkan betapa jabatan yang disandang oleh seorang pejabat negara dapat menjadi pintu gerbang menuju perbuatan korupsi;&lt;br /&gt;(3) mengisyaratkan bahwa suap-menyuap dengan cara halus sekalipun, seperti pemberian hadiah atau grafitasi kepada pejabat negara, merupakan saudara kembar korupsi. Karena itulah Rasulullah SAW, bersabda: &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Laknat atau kutukan Allah (akan ditimpakan) kepada orang yang menyuap dan orang yang menerima suap. "&lt;br /&gt;(HR. Ibnu Majah).&lt;/blockquote&gt;Musuh kedua adalah perusahaan lingkungan. Sesungguhnya Indonesia adalah negeri yang dianugerahi Allah SWT alam yang subur dan makmur. Hutan tropis tumbuh lebat dimana-mana. Namun menurut Greenpeace, sebuah LSM Internasional yang peduli Iingkungan hutan Indonesia yang Iuasnya 120 Juta hektar kini hanya tinggal 19 Juta hektar saja yang masih ash dan perawan. Sisanya sekitr 101 juta hektar dalam keadaan kritis alias gundul. Itu berarti rata-rata setiap hari hutan yang dihancurkan seluas 51 hektar saja seluas 300 kali lapangan sepak bola . Karena itu Greenpeace menetapkan Indonesia sebagai negara penghancur hutan tercepat di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembabatan hutan (illegal logging) dan perusakan Iingkungan yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut telah menjadi faktor penyebab munculnya musibah alam yang silih berganti, seperti tanah longsor dan banjir bandang dimusim hujan, atau kekeringan yang meluas di musim kemarau. Bahkan kerugian negara ditaksir mencapai Rp. 30-45 triliun setiap tahunnya. Bila pembabatan hutan tersebut tidak segera dihentikan, maka dipastikan "kiamat-kiamat kecil" yang menyengsarakan rakyat akan terus berlangsung. Untuk menggugah kesadaran kita akan bahaya tersebut, marilah kita renungkan firman Allah SWT berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(41)Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. ar-Ruum (30): 41]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(30)Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. asy-Syuraa (41): 30]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Musuh ketiga adalah Narkoba. Indonesia narkoba adalah komoditas bisnis yang sangat menguntungkan. Kini diketahui bahwa jumlah pengguna narkoba di Indonesia diperkirakan mencapai empat juta orang. Andai kata dalam sehari mereka mengkonsumsi satu gram narkoba saja, maka jumlah narkoba yang dibutuhkan adalah sebanyak empat ton yang berarti dalam sebulan dapat mencapai 120 ton. Jumlah pengguna narkoba yang begitu besar ditambah lemahnya penegakan hukum di Indonesia, telah membuat para produsen dan pengedar narkoba, baik dari dalam maupun Iuar negeri, berani bermain spekulasi demi mengeruk keuntungan yang berlipat ganda. Namun, apakah keuntungan yang luar biasa tersebut sebanding dengan dampak destruktif yang ditimbulkannya di tengah-tengah masyarakat ? Jawabannya adalah tegas: Tidak!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dipastikan, bahwa korban terbanyak dari barang-barang haram dan terkutuk tersebut adalah ummat Islam. Secara ekplisit AI-Qur'an memang tidak menyebut larangan memakai narkoba. namun secara implisit larangan tersebut dapat ditemukan dan dipahami, antara lain, dari firman Allah SWT berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(195)Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 195]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Wallahu alam bish-shawab.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-5846534262151997602?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/5846534262151997602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/03/dua-musuh-kontemporer-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5846534262151997602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5846534262151997602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/03/dua-musuh-kontemporer-bangsa.html' title='Dua Musuh Kontemporer Bangsa'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-4846400925935397526</id><published>2011-02-16T05:46:00.000+07:00</published><updated>2011-03-10T05:49:18.288+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Pemerintah Tidak Perlu Bubarkan Ormas Anarkis</title><content type='html'>Malang - Pemerintah tidak perlu membubarkan organisasi masyarakat (ormas) yang berbuat anarkis, namun seharusnya membina agar tidak berbuat anarkis dan melanggar hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu ditegaskan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Mursidi, Rabu menanggapi rencana pemerintah yang akan melakukan pembubaran ormas jika terbukti berbuat anarkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, jika dilakukan pembubaran, berarti pemerintah "cuci tangan" terhadap permasalahan yang ada, sebab awalnya pemerintah yang mengeluarkan izin terhadap pendirian suatu ormas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, saat ini yang berkembang yakni komunikasi yang dilakukan pemerintah dengan pihak ormas hanya dilakukan jika pemerintah mempunyai kepentingan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika tidak mempunyai kepentingan, ormas tersebut cenderung dibiarkan dan tidak ada upaya pembinaan. "Yang perlu dilakukan saat ini adalah pembinaan, dan bukan pembubaran," ucapnya, menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara menangapi kekerasan yang terjadi terhadap Jamaah Ahmadiyah dan pengrusakan fasilitas agama di Temanggung, Mursidi mengatakan, aparat kepolisian harus bertindak tegas terhadap pelaku penyerangan dan pengrusakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini polisi dinilai belum bisa menyelesaikan kasus-kasus penyerangan atau pengrusakan seperti yang terjadi belakangan ini," ujar Mursidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Pengurus Nahdlatul Ulama (NU), Kabupaten Malang, melalui ketuanya, Abdul Mudjib menuturkan, pihaknya mendukung penuh apabila pemerintah berniat membubarkan ormas yang berhaluan keras dan cenderung anarkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, hal ini bisa menimbulkan dampak buruk psikologis kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Gus Mudjib panggilan akrab Abdul Mudjib, memberikan catatan bahwa pemerintah harus berkoordinasi dulu dengan seluruh elemen masyarakat untuk menentukan batas-batas ormas-ormas yang dianggap berhaluan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pemerintah harus melakukan sosialisasi untuk menjaring aspirasi masyarakat terkait wacana itu, sebab akan berdampak langsung kepada masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harus ada batasannya, dan perlu sosialisasi agar tidak mengakibatkan konflik terjadi lagi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber:&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Antara Jawa Timur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;antarajatim dot com /lihat/berita/55597/muhammadiyah-pemerintah-tidak-perlu-bubarkan-ormas-anarkis&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-4846400925935397526?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/4846400925935397526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/02/pemerintah-tidak-perlu-bubarkan-ormas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4846400925935397526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4846400925935397526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/02/pemerintah-tidak-perlu-bubarkan-ormas.html' title='Pemerintah Tidak Perlu Bubarkan Ormas Anarkis'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-8853431304240501903</id><published>2011-02-05T16:32:00.001+07:00</published><updated>2011-06-29T18:08:18.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Susunan Anggota PDM Kabupaten Malang Periode 2010-2015</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TU0ZG-puD7I/AAAAAAAABLQ/GUxBzX-_KnA/s1600/mursidi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://4.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TU0ZG-puD7I/AAAAAAAABLQ/GUxBzX-_KnA/s320/mursidi.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ketua : Drs. H. Mursidi, M.M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua 1            : Drs. Abdul Manan, M.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua 2            : Dr. Ir. M. Sasmito Djati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua 3            : Drs. H. Ridwan Djoharmawan, M.Si.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua 4            : Prof. Dr. H. Wahyudi Siswanto, M.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua 5            : Drs. H. Sunarto, M.Ag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua 6            : Prof. Dr. H. Haris A. Safrudie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua 7            : Drs. H. Wakidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua 8            : Dahlan Musa, BA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris 1      : Drs. H. M. Nurul Humaidi, M.Ag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris 2      : Drs. Ajang Kusmana M. Ag.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendahara 1     : Drs. Abdullah Masmuh, M.Si.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendahara 2     : Wahisuni, S. Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-8853431304240501903?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/8853431304240501903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/02/susunan-pdm-kab-malang-periode-2010.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/8853431304240501903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/8853431304240501903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/02/susunan-pdm-kab-malang-periode-2010.html' title='Susunan Anggota PDM Kabupaten Malang Periode 2010-2015'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TU0ZG-puD7I/AAAAAAAABLQ/GUxBzX-_KnA/s72-c/mursidi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-266214183772627335</id><published>2011-02-05T01:00:00.000+07:00</published><updated>2011-02-05T08:31:18.112+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Menuju Kebangkitan Gerakan Islam Yang Tangguh</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh :&lt;/i&gt; Anas Yusuf&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوص&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (4) Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS ash-Shaaf (61): 4]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Muqadimah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Runtuhnya imperium Romawi tidaklah disebabkan oleh kekuatan dari external, akan tetapi hancurnya, bangkrutnya /runtuhnya dan terpecah. belahnya imperium tersebut oleh kekuatan dari dalam (internal) yang Baling melemahkan dan tidak mendukung sate dengan yang lain seperti perebutan kekuasaan, perseteruan, persaingan pengaruh tidak seliat diantara anggota, lemahnya, persepsi mini dan vi.si organisasi./persyarikatan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi sebagai organisme memang memiliki kurun waktu (life time) tertentu, ada yang panjang, sedang, dan pendek usianya. Mereka hancur, dicabut dari. kehidupan. Berbicara tentang organisasi yang tangguli dan sukses ditengah arus kekuatan globalisasi yang identik dengan persaingan, saga rasa makin penting karena kita sedang menyaksikan berbagai macam organisasi apakah itu Yayasan Perserikatan, Ormas, CV, Perusahaan, Harakoh, Koperasi, dan lembaga&amp;nbsp;lainnya yang menjadi wadah /tempat sumber pendapatan/income hancur bergelimangan bersamaan dengan matinya orde baru. Sebab paradigma yang diberikan kepada lembaga ataupun organisasi tersebut adalah roh kematian itu sendiri yaitu bentuk keseragaman /penyeragaman azaz tunggal, kepatuhan, keta'atan berdasarkan rasa takut kepada atasan (asal bapak senang), sentralisasi kekuasaan, intimidasi dan kekerasan, pembohongan diri, penganaktirian, dan pikiran yang serba uang Berta pendewaan inateri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat logis untuk mengatakan&amp;nbsp;sepanjang roh kehidupan dalam berorganisasi atau apapun namanya, sepanjang itu pula organisasi tersebut tetap hidup eksis dan bertahan, disamping faktor kualitas sumber days manusia, agar sebuah proses kebangkitan, kesuksesan menuju organisasi atau gerakan Islam yang tangguh tercapai maka ada 6 kekuatan ruh antara lain scbagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Adanya Kebangkitan Ruhiyah (Ash-Showah Ruhiyah).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan ini akan terealisasi apabila semua anggota "'Pengelola ada kedekatan dan keharmonisan hubungan langsung dengan Allah yang senantiasa berusaha meningkatkan kualitas dan intensitas dzikir dan, amal, dan taqwa secara luas. Salah satu indikasinya adalah timbulnya perasaan menyesal manakala terlewati waktu dan peristiwa tanpa ada hasil perubahan kebaikan dan bernilai syari'ah, misalnya terlupakan membaca Qur'an, sholat tahajud, dhuha, puasa sunnah, infaq, senyum Islami, dst,kondisi ini efektif manakala kits hidup dalam nuansa amal jami' yang terkontrol (QS. 61:4 / QS. Al Ashr: 13 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2.Adanya Kebangkitan pemikiran (Ash-Showah Fikriyah&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;Agama Islam sangat konsen terhadap ilmu. Hal ini terbukti dengan surat pertama kali turun QS Al-Alaq: 1-5 yang artinya: "Seorang muslim dituntut menjadi orang slim (berilmu secara luas baik tekstual maupun kontekstual kaffah, mufakkir (seorang pemikir karakteristik ulul albab, QS 3:190-191), sehingga seorang muslim yang produktif melahirkan pemikiran yang inovatif, kreatif, positif, Islami di tengah-tengah ants globalisasi yang carat dengan dunia persaingan, perang pemikiran /konsep/opini (ghos-7ulfikri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3.Adanya Kebangkitan Penguasaan Konsep (Al-Athaata An­Nazhariyah).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Karma Islam adalah sebuah mabda' (ideologi/keyakinan) yang universal mencakup segala dimensi aspek kehidupan baik politik, ekonomi, militer, budaya, social, hukum, moral, perasaan, perilaku (QS.Al-Baqarah: 2: 208/85). Ketidakmampuan mamahami Islam secara sempurna secara ilmu maupun analisa, akan membuat ketidakpastian dan ketidakstabilan perkembangan organisasi tersebut. Yang menyangkut program dan target yang diharapkan. Karenanya Al-Qur'an mengisyaratkan perlu adanya sekelompok kaum dari umat-Nya untuk menekuni berbagai disiplin ilmu secara professional. (QS. 9:122/8:60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4.Adanva Pengenalan dan Penguasaan Lapangan (AI-Wrifah Al Maidanivah&lt;/b&gt;).&lt;br /&gt;Terkadang secara konsepsional kita menguasai, akan tetapi mentah ketika dihadapkan dengan realitas di lapangan. Kita sering menemui hambatan, kesulitan dalam. mentransformasikan. Oleh karena itu penguasaan fiqh waqi'(pemahaman dan permasalahan, karakteristiknya, sehingga akan mempermudah untuk melangkah dengan skala perioritas program (fiqh awlawiyat) persoalan. tahapan-tahapan strategi, dan ujung-ujungnya mampu mendahulukan program yang paling penting daripada muhmin (penting).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. Adanya Kebangkitan Solidaritas Struktural (AI-Manath At­Tanzhimi&lt;/b&gt;yah).&lt;br /&gt;Disamping dibutuhkan kebangkitan ruhiyah, pemikiran, penguasaan, konsepsional, pengenalan lapangan kalau tidak didukung oleh solidaritas struktural (organisasi yang rapi, disiplin, manajemen yang handal professional) boleh jadi impian dan cita-cita, kebangkitan itu semua pampa. Karena begitu maka pentingnya solidaritas struktural sahabat Rasulullah Sayidina Ali bin Abi Tholib, pernah mengatakan ".41haqqu bilaa nizhomin yaghlibahu albatil bini.-hoinin " suatu kebenaran yang tak terorganisir secara rapi akan dikalahkan oleh suatu kebatilan yang tak terorganisir secara rapih pula". Dan juga dalam firman Allah dalam. Surat QS. 61:4 "Sesunggauhnva Allah mencintai orang-orang yang berperang di Galan Allah dalam barisan 'k yang teratur seaan- akan mereka seperti suatu bangunan yang&amp;nbsp;tersusun rapi dan kok-oh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6.Adanya Kebangkitan Pergerakan (Ash-Showah A/- Harakiyah).&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim dituntut halnya sebuah dinamo bagi sebuah mesin harus selalu hirarki, dinamis, aktif, berkreasi menyumbangkan potensinva kaffah (sempurna) dan maksimal untuk kepentingan organisasi atau lernbaga, serta kemaslahatan ummat. Sebagaimana firman Allah dalam. QS. 9:105. "Dan bek-eijalah kamu, maka Allah dan Rasul-,Vi,,a serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmit itu, (Ian kanni akan dikembalikan kepada apa yang telah kamu kerjakan ". Sebab air diamlstatis dan tidak mengalir biasanya akan bait dan tempat sarong penyakit artinya tidak n2embawa kemanfaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhimya mari kita sama-sama bergandengan tangan, merapatkan barisan. uk.huwah Islamiyah, saling dukung, saling bantu dengan sesama untuk merealisasikan ghiroh (semangat) menuju kebangkitan ummat agar organisasi dimana kita berada akan sukses, tangguh, dan tahan banting di tengah arus dahsyat globalisasi yang penuh dengan tantangan ini. Selamat berjihad demi tegaknya syariat Islam Izzul Islam wal Muslimin. Wallahu'alarn Bush shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-266214183772627335?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/266214183772627335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/02/menuju-kebangkitan-gerakan-islam-yang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/266214183772627335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/266214183772627335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/02/menuju-kebangkitan-gerakan-islam-yang.html' title='Menuju Kebangkitan Gerakan Islam Yang Tangguh'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-3398673080505232660</id><published>2011-01-14T10:20:00.001+07:00</published><updated>2011-02-05T19:55:16.767+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Menjadi Manusia berkarakter Lebah</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُون&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia",&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. an-Nahl (16): 68]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Allah SWT telah menciptakan akal dan menyempurnakannya dengan wahyu sebagai petunjuk. Dengan akalnya manusia diperintahkan untuk memikirkan ciptaan-ciptaan-Nya serfs merenungkan dan mengambil pelajaran dari keajaiban-keajaiban ciptaan-Nya yang salah satu tentang binatang lebah berdasarkan firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُون&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (38) Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-An'am (6): 38]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Salah satu binatang kecil yang menjadi nama surah al-Qur'an, yaitu An-Nahl (lebah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Karakter Lebah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Surat An-Nahl terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah. Surat ini dinamakan An¬Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah swt ayat 68 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُون&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia",&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. an-Nahl (16): 68]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat clan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al¬Qur'anul Karim. Madu berasal dari macam-macam sari bunga clan dia menjadi obat bagi macam-macam penyakit manusia Surat An-Nahl ayat 69 menjelaskan hal tersebut: "Kemudia makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam wamanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pads yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang AI-Qur'an mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran¬ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang mass untuk mencapai kebahagiaan dunia clan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat57 clan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya: "Nikmat-nikmat, karena didalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba¬hamba-Nya. Sarang lebah berbentuk segi enam, bentuk yang paling kuat clan efisien untuk sebuah bangunan sarang sehingga tidak ter ' iadi pemborosan. Setiap hari lebah mencari sari bunga untuk dijadikan madu. Madu cairannya dapat dijadikan obat yang menyembuhkan clan untuk kesehatan. Ampasnya dapat dijadikan lilin. Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja clan membuang sesuatu yang tidak bermanfaat. Lebah tidak mengganggu kecuali ads yang mengganggunya. Sengatannya dapat menjadi obat. Tapi jangan cobs mengganggu lebah, lebah akan melawan kepada siapa saja yang mengganggu lebah, lebah akan melawan kepada siapa saja yang mengganggunya. Lebah jugs tidak merusak sesuatu yang dihinggapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menjadi Manusia "Berkarakter Lebah"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad mengibaratkan seorang mumin sebagai lebah: "Tidak makan kecuali yang balk, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat clan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memcahkannya ".Hadits diatas merupakan karakter ideal seorang mukmin. Rasulullah SAW berharap agar seorang mukmin mempunyai karakter ideal seorang mukmin mempunyai karakter seperti "Lebah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 5 sifat yang harus dimiliki seorang mukmin agar menjadi manusia yang berkarakter "lebah":&lt;br /&gt;1. Rajiv disiplin clan pekerja keras seorang mukmin harus rajin, disiplin, clan kerja keras dalam mencari nafkah untuk menafkahi keluarga. Seorang mukmin juga harus gigih menuntut ilmu s e t i n g g i m u n g k i n d a n mengembangkan wawasan untuk mencapai keunggulan dalam seluruh aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Produktif clan bermanfaat bagi lingkungan. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Yang terbaik diantara manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya". &lt;/blockquote&gt;Setiap mukmin harus mengambil peran untuk menjadi manfaat bagi lingkungannya. Yang mempunyai ilmu amalkan ilmunya, yang mempunyai tenaga beramalah dengan tenaga, yang mempunyai harta beramalah dengan tenaga. Semuanya harus mengambil peran dalam mencapai peradapan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak boros clan bergaya hidup hemat. Rasulullah SAW bersabda: "Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang berusaha lebih baik, membelanjakan uang secara sederhana, dan dapat menyisihkan kelebihan saat dia miskin dan membutuhkan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat dan merusak.&lt;br /&gt;Salah satu ciri seorang mukminadalah menghindarkan diri dari segala sesuatu yang tidak bermanfaat. Allah SWT berfirman dalam (QS. Al-Mukminun: 3):&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُون&lt;br /&gt; (3) dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al_mu'minuun (23): 3]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِين&lt;br /&gt; (77) Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Qashash (28): 77]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;5. Memperkuat gerakan Islam, amar ma'ruf nahi munkar: &lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُون&lt;br /&gt; (104) Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.&lt;br /&gt;[QS. Ali Imran (3): 104]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita menjadi mukmin yang diharapkan Rasulullah SAW. Yaitu muslim yang berkarakter "Iebah", &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wallahu a lam Bis shawab.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-3398673080505232660?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/3398673080505232660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/01/menjadi-manusia-berkarakter-lebah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3398673080505232660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3398673080505232660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/01/menjadi-manusia-berkarakter-lebah.html' title='Menjadi Manusia berkarakter Lebah'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-1268727338682838240</id><published>2011-01-12T14:04:00.000+07:00</published><updated>2011-01-12T14:04:10.959+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Al-Haq (Kebenaran) Fitrah Insani</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Drs. H. AboeBakar Hasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur'an itu, agar masing-masing diri tidak binasa karena perbuatannya sendid. Tidak ada baginya pelindung, dan tidak pula pemberi syafaat-slain daripada Allah". (QS. Al-Anam: 70).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Haq' (kebenaran ) datangnya dari Allah, sumbemya Al-Qur'an dan AI-Hadits. Karenanya, Al-Haq itu adalah sesuatu yang pasti muncul. Nabi Muhammad SAW, setelah diangkat sebagai Rasul Allah banyak menerima hujatan dan ejekan dari semua pihak. Namur di tengah-tengah gencarnya hujatan itu datang pembela (AI-Haq) bukan saja dari kalangan Islam tapi juga dari non Islam.&lt;br /&gt;Michael A.Hart misalnya pads tahun 1978 menulis buku yang berjudul "The 100 a Rangking of The Most Influential Persons in History'. Dalam buku ini, Hart hendak membandingkan diantara 100 pribadi yang berpengaruh, yang pernah menghiasi sejarah dunia. Pribadi yang dikemukakan diantaranya Nabi Muhammad SAW. Issac Newton, Nabi Isa (Yesus Kristus), Budha, Confusius, dan Jengis Khan, dan seterusnya. Hart mengemukakan empat kreteria yang harusdipenuhi: (1) Orangnya memang pemah ada,&lt;br /&gt;(2) Punya pengaruh pads generasi berikutnya,&lt;br /&gt;(3) Prestasi (keunggulannya) terbukti, (4) Karyanya merupakan hasil pribadi.&lt;br /&gt;Berdasarkan kreteria tersebut, Hart tanpa ragu menetapkan Nabi Muhammad SAW pads urutan pertama sebagai pribadi yang paling berpengaruh yang menghiasi sejarah dunia, yang kedua Issac Newton, yang ketiga Yesus Kristus dengan dua alasan:&lt;br /&gt;1. Muhammad SAW didalam menegakkan agama Islam memegang rol tunggal, sedang ajaran Isa banyak dicampur tangan oleh yang lain. Hart mengatakan: "ST Paul The Main Developer of Christian Theology, it is Proselytize and The Other a Large Portion of The New Testament" (memang Isa yang memegang pokok etik dan moral Kristen, tetapi Paul-lah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai penafsir utama teologi Kristen, bahkan sebagai penulis yang memasukkan ajaran baru, pada sebagian besar perjanjian baru, yang dijadikan sebagai pokok ajaran Kristen").&lt;br /&gt;Muhammad SAW adalah orang yang bertanggungjawab tunggal terhadap Al-Qur'an. Urut-urutan surat yang banyak ayat setiap surat sudah diatur sejak Nabi Muhammad SAW masih hidup. Menafsirkan Al-Qur'an sebagai sumber hukum yang utama, hares melalui sumber hukum yang kedua yakni Al Hadits. Sudah tentu berdasarkan energi otak dan hati yang suci secara terpadu. Kemudian manusia dituntut untuk berijtihad untuk mengatur hidupnya didunia sesuai dengan perkembangan zaman yang terns berubah. Berlainan dengan ajaran Kristen, seperti Hart mengatakan: "No Such Detailed Compilation of The Teaching of Christ has Survived" ("Tidak ada himpunan ajaran Kristen yang begitu terperinci, yang dapat tahan lama").&lt;br /&gt;Lebih lanjut Hart mengatakan: "Christianity unlike Islam was not founded by a single person, but by two people – Yesus and Paul" ("Agama Kristen tidak seperti Islam, yang ditegakkan oleh seorang melainkan ditegakkan oleh dua orang, yaitu Yesus dan Paul, sehingga kehormatannya sukardijamin").&lt;br /&gt;2. Muhammad saw merupakan seorang pemimpin, tidak hanya dibidang keagamaan, tetapi juga dibidang politik keduniaan. Meskipun Muhammad SAW sudah wafat, tetapi pengaruh kontak batin (mawaddah filqurban) dengan umatnya tetap ada, melalui ajarannya. Islam pernah menguasai dua pertiga dunia, tidak lain adalah karena pengaruh ajarannya, yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Dalam sejarah umat manusia, memang ada panakluk dunia ialah Jengis Khan dan Monggol (Asia Tengah). Tetapi apa yang dilakukannya tidak bersifat tetap, seperti yang dilakukan Muhammad SAW, Begitu Jengis Khan meninggal, bangsa Monggol tidak terdengar lagi dalam penggung&lt;br /&gt;sejarah, dan percaturan dunia politik. Adapun Nabi Muhammad SAW, kits dapat melihat dengan amat mudah bukti kebesaran beliau, bahwa kaum muslimin meliputi daerah inti (al-ma'muurah) yatiu kaum yang terbentang dari sungai nil di Mesir sampai ke Amudarya di Asia Tengah, dengan perluasan ke Banat dan Timer sejak dari Marakesh sampai Merauke. Bahkan meluas dengan pesat keseluruh permukaan bumf, dengan jumlah 1,5 milyar. Itu yang nampak dimata. Sedangkan yang tidak tampak, Nabi Mummmad SAW mewariskan agama yang oleh Voltair disebut agama yang alami. (artinya wajar, tidak dibuat-buat), sifatnya universal. Sebab agama Islam cocok, muthabiq dengan fitrah manusia dan dengan undang-undang Illahi yang berlaku pada dirinya.&lt;br /&gt;Tapi bagaimana dengan Jengis Khan? Meskipun dia sebagai penakluk dunia, tetapi bekasnya tidak tampak, kecuali cerita tentang kemenangan militernya, dan catatan hitam tentang kekejamannya dalam buku-buku sejarah.&lt;br /&gt;Apa sebabnya? Menurut Marshall G. Hodgson, sejarawan yang ahli dalam peradaban mereka Muhammad SAW menaklukkan manusia. demi membebaskan mereka dari belenggu kebodohan, dari kegelapan dan keterbelakangan, Sedangkan Jengis Khan, justru menghancurkan peradaban manusia, dan mengumbar nafSL! kekejaman.&lt;br /&gt;Lebih dari itu Muhammad SAW memiliki, sumber hukum, ayat al-Qur'an dan al hadits, dengan anjuran untuk berlaku adil, dan berbuat kebajikan melarang berbuat jahat dan permusuhan.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Jengis Khan ? Adapun Jengis Khan, memiliki alat pembunuh yang kejam, berbudi kasardan berhati bengis.&lt;br /&gt;Sewaktu umat Islam sedang mencapai puncak kejayaannya, datanglah Jengis Khan dari arch utara, menaklukkan umat Islam dengan memporak–porandakan kota Baghdad dan peradabannya tanpa ampun. Ratusan ribu kitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(yang dikarang dan diterjemahkan oleh pem- pemikir Islam ratusan tahun dibuang ditengah-tengah sungai Dajla, sehingga air sungai jernih itu, berwarna biru&lt;br /&gt;Tidak berselang lama, giliran ummat Islam menaklukkan penyerbu bengis dan kejam dari Monggolia itu. Bukan dengan pedang dan kebencian, tetapi dengan Al-Qur'an, iman, akhlakul kaarimah dan cinta kasih. Dengan Rahmat Allah Maha Kuasa, pengikut raja yang bengis dan kejam dari Monggolia itu akhirnya masuk Islam secara serentak.&lt;br /&gt;Itulah contoh keunggulan akhlakul kaarimah dan cinta kasih, diatas kebengisan dan kekejaman, betapaplin perkasanya mereka. Dan itulah, arti diutusnya Nabi Muhammad SAW, sebagai rahmatan lil-alamiin. Make tidaklah sia-sia, contoh kelembutan perilaku Rasulullah, seperti diungkapkan dalam AI-Qur'an yang artinya: "Adalah sebagai rahmatAllah (kepadamu, ya –Muhammad), bahwa engkau bersikap lemah-lembut terhadap mereka. Kalau sekiranya engkau berbudi kasar dan berhati bengis, tentulah mereka akan lari dari sekelilingmu.. Sebab itu maafkanlah mereka, dan mohonkanlah ampun bust mereka ". (QS. Ali-Imran: 159).&lt;br /&gt;Dengan demikian, rahmata lil-alaamin, bukan seperti semboyan kaum komunis: "samarata samarasa tetapi berakhir dengan diktator ploletariat, yang menginjak-injak harkat dan mertabat manusia. Rahmatan lit-alamin, bukan seperti demokrasi liberal yang memupuk kebebasan pribadi tanpa betas (struggle for life), tetapi berakhir dengan 'suvival of the fitter ('siapa kuat siapa diatas, siapa lemah jatuh hancur"). Rahmatan lil-alamin, bukan seperti semboyan bangsa Prancis: liberty, egality, fraternity (kemerdekaan, persamaan, persaudaraan), tetapi bangsa jajahannya dijadikan bangsa budak dan bangsajongos.&lt;br /&gt;Negara-negara yang kita rebut diatas, menamakan dirinya kampium demokrasi, termasuk&lt;br /&gt;Amerika yang pernah menjajah Philipina. Dilihat dari kenyataan itu, demokrasi memerlukan unsur-unsur clasar sebagai peradigma. Unsur¬unsur seperti itu, ada di dalam Islam:&lt;br /&gt;1.1slam adalah agama hokum, sehingga Islam mengenal obyektivitas dalam melihat sesame manusia.&lt;br /&gt;2.Semua manusia menurut Islam diletakkan dalam posisi yang same dihadapan kekuasaan Tuhan yang Maha Besar.&lt;br /&gt;3.Hanya hal-hal; yang mulia yang dianjurkan Islam, seperti: berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kerabat, melarang berbuat keji, dan berbuat jahat, dan permusuhan (QS. An- Nahl: 90).&lt;br /&gt;Oleh karena itu, landasan pertumbuhan diri yang paling utama dan valid menurut Islam adalah mengikatkan "aqidah tauhidullah" iman kepada ke-Esaan Allah "lea ilaaha ilallah" merupakn mainstream – arus utama bins diri yang Islami. Iman berfungsi sebagai pisau analisa untuk memahami dan menegakkan kehendak Tuhan. Itulah yang diperingtkan wahyu Illahi. Friman Allah yang artinya: "Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Qur'an itu, agar masing-masing diri tidak binasa karena perbuatannya sendiri. Tidak ada baginya pelindung, dan tidak pule pemberi syafaat-selain daripada Allah". (QS. Al-An'am: 70).&lt;br /&gt;Mengapa manusia dituntut, agar mengikuti petunjukAl-Qur'an? Karena akal pikiran manusia sangat terbatas, sehingga tidak mampu memecahkan seluruh masalah yang maujud. Sebagaimana Allah SWT menjelaskan "Dan tidaklah kamu diberikan ilmu pengetahuan, melainkan sedikit.'(QS.A1-1sra'., 85).&lt;br /&gt;. Karena itu akal masih memerlukan bimbingan dan petunjuk Al-Our'an an As-Sunnah sebagai'sumber kebenaran".&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu - menunjukkan kita kepada jalan yang lampang-!urns. Wallahu a7am bish-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-1268727338682838240?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/1268727338682838240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/01/al-haq-kebenaran-fitrah-insani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1268727338682838240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1268727338682838240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2011/01/al-haq-kebenaran-fitrah-insani.html' title='Al-Haq (Kebenaran) Fitrah Insani'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-7451821052861278016</id><published>2010-12-24T15:55:00.000+07:00</published><updated>2010-12-30T16:14:58.472+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Muhasabah</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Nurdin Hasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (18) Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Hasyr (59): 18]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Ayat ini dengan tegas menjelaskan kepada orang yang beriman kepada Allah agar mempunyai langkah antisipatif terhadap kemungkinan apa yang bakal terjadi besok, dapat memprediksi bahkan mempersiapkan hari esok lebih baik, dinamis, lebih mapan, lebih produktif, dari hari ini. Singkatnya, ada perbedaan prestasi dari hari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari berlalu, demikian juga minggu demi minggu, bulan dan tahun, baik sebagai individu maupun masyarakat, dalam hari-hari yang berlalu itu, senantiasa mengisi lembaran-lembaran baru pada tahun berikutnya. Lembaran-lembaran itu adalah sejarah hidup kita secara rinci, dan itulah kelak akan disodorkan kepada kita sebagai individu dan masyarakat untuk dibaca dan dipertanggung-jawabkan di hadapan Allah SWT (pada hari kemudian nanti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita telah meninggalkan tahun 1431 H dan memasuki tahun baru Hijriyah 1432, demikian juga tahun masehi 2010 akan memasuki tahun baru masehi 2011. Setiap akhir tahun dan pergantian tahun bagi kehidupan manusia memiliki makna yang sangat mendalam. Kedalaman makna itu dapat dirasakan setiap manusia itu sendiri oleh karena itu hidup manusia secara pribadi pasti akan berkurang sesuai dengan jatah yang diberikan Allah kepada manusia. Untuk itu&amp;nbsp;manusia sangat perlu sekali melakukan perenungan (tafakur) terhadap diri sendiri terhadap perjalanan hidup ini dan melakukan intropeksi (muhasabah) terhadap diri sendiri apakah posisi kita itu berada pada keberuntungan atau sama seperti tahun lalu, atau kita rugi. Jika kita beruntung tentu perlu ada upaya mempertahankan keberuntungan itu sampai tahun depan, jika kita sama maka kita harus berusaha untuk meningkatkan amal kita untuk tahun depan, jika perjalanan hidupnya itu mengalami kerugian maka pengalaman itu menjadi perjalanan untuk meningkatkan kualitas amal, Iman, dan Taqwa kita agar lebih baik dari hari-hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Barang siapa keadaan hari ini lebih baik dari pada hari kemarin maka is beruntung, barang siapa keadaan hari ini sama dengan hari kemarin dia tertipu, dan barang siapa keadaan -hari ini lebih jelek dari hari kemarain berarti dia terfaknat."&lt;br /&gt;(HR. Bukhari).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang beruntung adalah manusia yang tahu diri, tahu kemampuan yang ada padaya, tahu perhitungannya mengetahui posisinya dan kedudukan pribadinya dalam interaksi lingkungannya. jika kita kaji lebih dalam, hadis ini merupakan simbol ukhuwah di antara umat Islam dari beraneka struktur masyarakat yang ada, semua lapisan masyarakat, dengan tanpa memandang status sosialnya, bisa memberikan manfaat pada orang lain dengan potensi yang dimilikinya. Sebagai makhluk yang mulia kita perlu merenung, bahwa hidup di dunia ini sangat singkat, sedang kehidupan yang sesungguhnya adalah di akhirat kelak yang kekal abadi. Nabi pernah menerangkan bahwa yang disebut orang kaya bukanlah orang yang berlimpah hartanya, tetapi kaya yang sesungguhnya adalah kaya jiwa. Di sinilah sering kita tidak memahami betapa banyak orang kaya harta tetapi jauh dari kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran dan pengawasan Allah SWT mendorong seorang mukmin untuk melakukan muhasabah (perhitungan) evaluasi terhadap amal perbuatan, tingkah laku, sikap, hatinya sendiri, dalam hal ini Muraqobah berfungsi sebagai jalan menuju muhasabah. Muhasabah dapat dilakukan sebelum dan sesudah amal. Sebelum melakukan sesuatu seorang harus menghitung dan mempertimbangkan terlebih dahulu buruk baik dan manfaatnya dan mudharatnya. Salah satu cara yang kita lakukan untuk bisa memantapkan ketakwaan kita kepada Allah SWT adalah dengan mengevaluasi diri, mengevaluasi apakah amal kita lebih banyak bernilai ibadah atau tidak? Apakah banyak berbuat dosa atau berbuat amal sholeh?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di dunia merupakan ujian dan cobaan dan akan dinilai oleh Allah siapakah yang lebih baik amalnya. Sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُور&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (2) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Mulk (67): 2]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Hidup didunia merupakan ujian dan upaya mendapatkan bekal sebanyak­banyaknya bagi kehidupan diakhirat yang bahagia. Oleh karena itu, melakukan perhitungan prestasi amaliah kita merupakan sesuatu yang sangat penting sehingga&amp;nbsp;Rasulullah mengingatkan kepada kita sekalian dengan hadisnya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Berbahagialah orang yang senantiasa mencari aib dirinya dari pada mencari aib orang lain"&lt;br /&gt;(HR. Fidaus dari Anas).&lt;/blockquote&gt;Dalam soal apa saja yang kita lakukan dalam menghisab diri pasti akan kita pertanggungjawabkan kepada Allah SWT pada hari kiamat kelak. Apabila hal itu dapat kita pertanggungjawabkan maka bahagialah kita pada kehidupan Akhirat, demikian sebaliknya jika amal yang kita lakukan di dunia tidak bisa kita pertanggungjawabakan, maka menderitalah hidup kita di akhirat kelak. Dalam satu hadis Rasulullah saw menyebutkan tidak beranjak seseorang hamba dari tempat berdirinya pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya apakah sudah diamalkan, dan hartanya dari mana diperoleh dan kemana di belanjakan, dan badannya atau kesehatannya untuk apa dipergunakan"&lt;br /&gt;(HR. Tabrani).&lt;/blockquote&gt;Mengingatkan empat hal yang harus dipertanggunjawabkan di hadapan ALLOH SWT pada hari kiamat, maka muhasabah adalah suatu hal yang penting dalam hidup ini. Muhasabah sesudah amal ada 3 macam:&lt;br /&gt;Pertama: Muhasabah hak Allah swt, yaitu tentang keikhlasannya beramal karena Allah, kesesuaian amalannya dengan petunjuk Rasul, sikap ihsannya dalam beramal, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Kedua: Muhasabah terhadap amalan yang akan lebih baik tidak dilakukan dari pada melakukannya, karena kalau dilakukan akan menimbulkan kemurkaan Allah swt.&lt;br /&gt;Ketiga: Muhasabah terhadap amalan atau kebiasaannya, mengapa dilakukan? Apakah karena menginginkan ridha Allah dan Akhiratnya? Jika memang mencari ridha Allah tentu dia beruntung jika tidak dia akan merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat dari manfaatnya, maka muhasabah mempunyai manfaat sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pertama, untuk mengetahui kelemahan diri supaya dia dapat memperbaiki. Orang yang tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri, maka dia tidak akan memperbaiki.&lt;br /&gt;Kedua, untuk mengetahui hak Allah swt. Orang yang tidak mengetahui hak Allah, ibadahnya tidak akan bermanfaat banyak bagi dirinya.&lt;br /&gt;Ketiga untuk mengurangi beban hisab esok hari. Orang yang sudah dihisab hari ini akan amen dari hisab hari esok. Sebagaimana pesan Umar Bin Khattaab r.a:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Timbanglah dirimu sebelum kamu ditimbang kelak. Karena sesungguhnya akan ringan bagimu menghadapi hisab hari esok hari bile kamu telah menghisabnya hari ini. Berhiaslah kamu untuk hari "pameran besar" dimana pada had itu dirimu akan dipamerkan tanpa ada yang tersembunyi.&lt;br /&gt;(kuliah Akhlak, Yunahar Ilyas 2001. 256-57)&lt;/blockquote&gt;Demikian jugs Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيم&lt;br /&gt; (9) (Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS at-Taghabun (64): 9]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wallahu a'lamu bish-showab&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-7451821052861278016?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/7451821052861278016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/12/muhasabah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7451821052861278016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7451821052861278016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/12/muhasabah.html' title='Muhasabah'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-8860249048970104611</id><published>2010-12-10T15:17:00.002+07:00</published><updated>2010-12-11T07:40:40.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>HAM Dalam Ilmu Pengetahuan dan Nilai-Nilai Kemanusiaan</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Sukiman, S.Ag&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِير&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (11) Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Mujadilah (58): 11]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Manusia adalah keluarga tunggal. Seluruh anggota keluarga punya hak dan kewajiban yang sama. Mereka bertanggungjawab atas perwujudan persamaan di antara mereka dengan jiwa persaudaraan, cinta dan perdamaian. Di antara sate dengan yang lainnya tidak ada yang lebih unggul, kecuali dengan aural kebajikan dan ketakwaan yang membawa kesejahteraan ummat keluarga manusia, serta usaha memajukan soliclaritas kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan adalah hak dan sekaligus kewajiban yang hares dijalankan oleh negara atau masyarakat. Keduanya saling menunjang atas kelancaran jalannya pendidikan untuk menimbah ilmu pengetahuan Menjamin keberagamaannya, sesuai dengan realiatas kesejahteraanmasyarakat. Ummat manusia diberi, kesempatan mengatahui hekikat semesta, menundukkan bagi kebaikan dan kesejahteraanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah umat manusia, Islam yang pertama kali menggemakan bahwa dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan adalah diperuntukkan bagi semua manusia, yang pada gilirannya nanti menjadi tanggungjawab pars cendekiawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAM dalam Islam didasarkan pada "persamaan", sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِير&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (13) Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Hujurat (49): 13]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Persamaan tersebut ditetapkan oleh Islam secara menyeluruh, apakah yang menyangkut hak-hak sipil tertentu atau hak-hak umum. Di antarnya hak asasi dibidang pendidikan, perburuan d1l.&lt;br /&gt;Mengenai HAM dalam pendidikan dan pengajaran, dimana Islamlah yang pertama memberikan pedoman dan prinsipnya di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, Islam menegakkan persamaan di bidang hukum dan dasar-dasar terapannya, baik bagi kaum Muslimin maupun non muslim. Mereka yang berada di negara Islam atau yang tunduk terhadap Islam mendapatkan hak yang sama seperti hak kaum muslim dengan kewajiban-kewajibannya. Bahkan tanpa harus mendiskriminasikan antara Muslim dan non Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, Islam memberikan hak belajar kepada -laki-laki dan wanita, dengan memperkenankan wanita untuk menimba ilmu pengetahuan clan kebudayaan sampai sempurna dalam masalah-masalah keagamaan, sosial kemasyarakatan, problema-problemanya serta memberikan metode pendidikan kepada anak-anaknya. Karena mencari ilmu merupakan kewajiban bagi kaum muslimin dan muslimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, Islam selalu mewajibkan menuntut ilmu pengetahuan bagi mereka yang belum belajar. Bagi yang berilmupun harus mengamalkan illmunya walaupun hanya satu ayat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, Islam menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, dalam AI-Qur'an dijelaskan:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِين&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (34)  Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;[QS. al-Baqarah (2): 34]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;Hal ini tidak lain karena untuk membedakannya dengan malaikat, bahwa Adam diberi kapasitas akal untuk berfikir dan mendapatkan ilmu pengatahuan yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memberikana gambaran tentang ilmu pengatahuan agar manusia mau menganalisa dan mempelajari apa yang ada dalam penciptaan langit dan bumi supaya manusia mau berfikir. Dalam al-Qur'an disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُون&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (164) Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 164]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Bahwa Islam selalu memberikan motivasi kepada umat manusia khususnya bagi orang¬orang Islam agar selalu berfikir dan mengukuhkan kekuatan rasional yang pada gilirannya akan memproduk ilmu pengatahuan dan teknologi untuk hidup dan kehidupan manusia baik untuk kepentingan dunia maupun akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT tidak memberikan batasan ilmu pengetahuan tertentu kepada manusia, hanya menganjurkan agar manusia mendalami ilmu pengetahuan yang mengandung kemaslahatan agama dan dunia. Agar ilmu pengetahuan tersebut dapat memancarkan sinar ke segenap umat manusia khsusunya bagi umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman menjadikan dasar dan pijakan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan agar nantinya tidak menyimpang dari nilai-nilai agama dan moral Islam. Ilmu pengetahuan merupakan hak yang harus mengalir pada segenap ummat manusia. Allah tidak pernah mengutus Rasul-Nya kecuali dengan pengajaran, baik itu melalui kitab yang diturunkan-Nya atau melalui tuntunan yang indah dan mudah di mengerti. Islam melarang perdebatan yang menimbulkan konflik dengan saling mencemooh dan menghina. Sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِين&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (68) Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-An'am (6): 68]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ ۖ وَجَادَلُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ فَأَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَاب&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (5) Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Mu'min (40): 5]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Islam mengamcam orang-orang yang tidak memanfaatkan hak belajarnya. Di ancam dengan penghuni neraka, disejajarkan dengan binatang, bahkan lebih buruk lagi. Sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُون&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (179) Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-A'raaf (7): 179]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Betapa luasnya ruang lingkup ilmu pengetahuan dan hak belajar dalam Islam. Berbagai aspek dunia dan akhirat, bumi dan langit, mated dan jiwa dan medan menjadi medan yang tiada tars. Islam benar-benar mengerahkan akal untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Maka dibukakan cakrawala langit dan bumi, di depannya terbuka buku semesta. Allah SWT mengingatkan hamba-hamba-Nya untuk mengetahui betapa luasnya semesta slam ini. Firman Allah yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (27) Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. Luqman (31): 27]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (255) Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 255]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (114) Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan".&lt;br /&gt;[QS. Thaha (20): 255]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu merupakan kewajiban bagi manusia urduk mengkaji ilmu-ilmu Allah menurut, kemampuannya, karena tentu saja manusia tidak akan mampu melihat semua ilmu-Nya, oleh karena itu ilmu ini cukup luas dalam Islam tergantung sejauhmana manusia khususnya bagi orang-orang Islam mau mengkaji dan mempalajari ilmu pengatahuan ini. Ilmu pengetahuan sangatlah luas sebagai arena untuk belajar. Ketegasan al-Qur'an, tentang luasnya cakrawala ilmu pengetahuan:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;أَوَلَمْ يَنْظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ وَأَنْ عَسَىٰ أَنْ يَكُونَ قَدِ اقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُون&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (185) Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-A'raaf (7): 185]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Di ayat yang lain:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّار&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (191)  (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. Ali Imran (3): 191]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Demikianlah, kita temui hak asasi belajar dan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan dan ilmu pengetahuan, disamping mendudukkan seluruh posisi kebenaran yang menjarah cakrawala, yang meletakkan kedudukan manusia secara terhormat.Akankah kita kembali pads peradabannya? Apakah telaga dalamnya merupakan cumber inspirasi kita? Lalu kita meminum, hingga ummat Islam ini berada di tengah-tengah dunia yang penuh dengan peradaban?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wallahu a'lam bishawab.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-8860249048970104611?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/8860249048970104611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/12/ham-dalam-ilmu-pengetahuan-dan-nilai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/8860249048970104611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/8860249048970104611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/12/ham-dalam-ilmu-pengetahuan-dan-nilai.html' title='HAM Dalam Ilmu Pengetahuan dan Nilai-Nilai Kemanusiaan'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-5122409251240695115</id><published>2010-11-26T19:33:00.124+07:00</published><updated>2010-12-11T20:23:39.728+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Membangun Peradaban Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Mochammad Ja'far, S.Pdi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِير&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(11) Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Mujadilah (58): 11]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Berkembangnya agama Islam sejak 14 abad silam turut mewarnai sejarah peradaban dunia. Bahkan, pesatnya perkembangan agama Islam itu, baik di Barat maupun Timur, pada abad ke-8 sampai 13 Masehi mampu menguasai berbagai peradaban yang ada sebelumnya. Peradaban Islam dianggap sebagai salah satu peradaban yang paling besar pengaruhnya di dunia. Bahkan, hingga kini, berbagai jenis peradaban Islam itu masih dapat disaksikan di sejumlah negara bekas kekuasaan Islam dahulu, misalnya Irak, Spanyol, Mesir, Turki, Damaskus, Kufah, Syria, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Islam terus berkembang dari peradaban kebudayaan, bangunan, bahasa, adat istiadat, hingga pads ilmu pengetahuan. Peradaban Islam adalah peradaban ilmu. Lalu, berkembang menjadi tradisi pemahaman terhadap Al-Qur'an sehingga lahir intelektual Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarawan Barat beraliran konservatif, W Montgomery Watt menganalisa tentang rahasia kemajuan peradaban Islam, ia mengatakan bahwa Islam tidak mengenal pemisahan yang kaku antara ilmu pengetahuan, etika, dan ajaran agama. Satu dengan yang lain, dijalankan dalam satu tarikan nafas. Pengamalan syariat Islam, sama pentingnya dan memiliki prioritas yang sama dengan riset-riset ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, perkembangan peradaban Islam itu secara perlahan kini mengalami kemunduran. Ilmu pengetahuan dan teknologi dunia, yang kini dipimpin oleh peradaban Barat satu abad terakhir ini, mencengangkan banyak orang di berbagai penjuru dunia, untuk mengembalikan kejayaan peradaban Islam itu, dibutuhkan kreativitas dan inovasi dalam membangkitkan semangat umat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penghargaan Islam Terhadap Ilmu Pengetahuan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Islam, sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan, sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari, mengamati, memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat Islam wajib untuk menguasai dan memiliki keunggulan dalam kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana kehidupan sebagai sarana yang penting untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Allah SWT menegaskan dalam firmannya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ ۚ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُون&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (43) Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui,&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. an-Nahl (16): 43]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Kemampuan menguasai ilmu pengetahuan clan teknologi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan iman clan anal shaleh yang menunjukkan derajat kaum muslimin. Bahkan Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِير&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(11) Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Mujadilah (58): 11]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَاب&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (9) (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. az-Zumar (39): 9]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Pentingnya Pengembangan Ilmu Pengetahuan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan ilmu pengetahuan sangat di didorong oleh Islam. Hal ini harus diupayakan melalui pembangunan budaya ilmu di lembaga pendidikan dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi dan harus ditunjang riset-riset / penelitian yang terus menerus. Allah SWT menegaskan dalam firmannya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُون&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (122) Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. at-Taubah (9): 122]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Ada lebih dari 800 ayat dalam A]-Quran yang mementingkan proses perenungan, pemikiran dan pengamatan terhadap berbagai gejala alam, untuk ditafakuri dan menjadi bahan dzikir (ingat) kepada Allah. Yang paling terkenal adalah ayat:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَاب&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّار&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (190) Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (191) (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. Ali Imran (3): 190-191]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِير&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(11) Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Mujadilah (58): 11]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Keduanya adalah merupakan ayat-ayat (atau tanda-tanda) ke-Maha Kuasa-an dan Keagungan Allah SWT. Ayat &lt;i&gt;tanziliyah naqliyah&lt;/i&gt; (yang diturunkan atau &lt;i&gt;transmitted knowledge&lt;/i&gt;), seperti kitab-kitab suci dan ajaran para Rasul Allah (Taurat, Zabur, Injil dan al-Quran), maupun ayat-ayat &lt;i&gt;kauniyah&lt;/i&gt; (fenomena, prinsip-prinsip dan hukum alam), keduanya bila dibaca, dipelajari, diamati dan direnungkan, melalui mata, telinga dan hati (qalbu + akal) akan semakin mempertebal pengetahuan, pengenalan, keyakinan dan keimanan kita kepada Allah SWT. Tuhan Yang Maha Kuasa, Wujud yang wajib, Sumber segala sesuatu dan segala eksistensi. Jadi, agama dan ilmu pengetahuan, dalam Islam tidak terlepas satu sama lain. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua sisi koin dari satu mata uang koin yang sama. Keduanya saling membutuhkan, saling menjelaskan dan saling memperkuat secara sinergis, holistik dan integratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Al-Qur'an, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pandangan al-Qur'an tentang ilmu dan teknologi dapat diketahui prinsip-prinsipnya dari wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad Saw. Allah SWT menegaskan dalam firmannya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَق&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَق&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,  &lt;br /&gt; (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.&lt;br /&gt;(3) Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,  &lt;br /&gt;(4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,  &lt;br /&gt;(5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS al-Alaq (96): 1-5]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Iqra' berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu, bacalah tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri. Iqra' terambil dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca baik teks tertulis maupun tidak. Al-Qur'an menghendaki apa saja selama bacaan tersebut &lt;i&gt;bismi Rabbik&lt;/i&gt;, dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. Membaca berkaitan dengan ilmu, kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam al-Qur'an. Kata ini digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan. Dalam pandangan Al-Qur'an, ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan. Hal ini tercermin dari kisah kejadian manusia pertama yang dijelaskan Al-Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِين&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيم&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (31) Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"&lt;br /&gt; (32) Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana".&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 31-32]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Manusia menurutAl-Qur'an, memiliki potensi untuk meraih ilmu dan mengembangkannya dengan seizin Allah. Karena alam semesta yang dipelajari melalui ilmu Pengetahuan, dan ayat-ayat suci Tuhan (Al-Quran) dan Sunnah Rasulullah saw yang dipelajari melalui agama, adalah sama-sama ayat-ayat (tanda-tanda dan perwujudan/tajaiiyat) Allah swt, maka tidak mungkin satu sama lain saling bertentangan dan bertolak belakang, karena keduanya berasal dari satu Sumber yang sama, Allah Yang Maha Pencipta dan Pemelihara seluruh Alam Semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat Islam dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki mempunyai kewajiban untuk mengajarkan kepada masyarakat, memberikan, memanfaatkan untuk kemaslahatan, dan mencerahkan kehidupan sebagai wujud ibadah, jihad dan dakwah. Allah SWT menegaskan dalam firmannya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُون&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (151) Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Baqarah (2): 151]&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Rasulullah SAW pun memerintahkan para orang tua agar mendidik anak-anaknya dengan sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Didiklah anak-anakmu, karena mereka itu diciptakan bust menghadapi zaman yang sama sekali lain dari zamanmu kini." (Al-Hadits Nabi saw).&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;"Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setup Muslimin, Sesungguhnya Allah mencintai para penuntut ilmu."(Hadis Nabi saw).&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Ilmu Pengetahuan Penopang Peradaban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan dan teknologi ditujukan untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan mencapai kesejahteraan manusia. Hal tersebut dapat menopang peradaban dan menjaga bumi dari kerusakan dan kehancuran sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِين&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; (77) Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;[QS. al-Qashas (28): 77]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan ilmu agama dan ilmu pengetahuan&lt;/blockquote&gt;harus berjalan selaras beriringan, karena sesungguhnya semua ilmu berasal dari Allah SWT. Ilmu pengetahuan dan teknologi sesungguhnya harus digunakan untuk membangun kesejahteraan manusia dan menjaga bumi dari kerusakan. Sedangkan agama berfungsi sebagai pembangun moral. Ilmuwan barat Einstein pernah mengatakan, "I1mu tanpa Agama Buta, dan Agama tanpa ilmu lumpuh." Dengan semangat untuk mencapai keunggulan ilmu pengetahuan, kreativitas, inovasi pengembangan teknologi dan menjunjung tinggi moral agamalah, maka peradaban Islam dapat tegak dan mewarnai peradaban dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fastabiquulkhairat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wallahualam bis shawab.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;* Guru SD Muhammadiyah 8 KH Mas Mansur Mahasiswa S2 UIN Malang.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-5122409251240695115?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/5122409251240695115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/11/membangun-peradaban-berbasis-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5122409251240695115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5122409251240695115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/11/membangun-peradaban-berbasis-ilmu.html' title='Membangun Peradaban Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-1941270260855992551</id><published>2010-11-19T07:36:00.002+07:00</published><updated>2010-12-10T07:38:29.979+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Mencari Faktor Kemunduran Umat Islam dan Alternatif Jalan Keluarnya</title><content type='html'>&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Drs. Lukman Hadi, SH.,MH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Telah ku tinggalkan kepadamu dua perkara yang kamu tidak akan tersesat selamanya sepanjang berpegang teguh kepadanya, yakni Kitabullah (Al-Qur'an) dan as-Sunnah.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Setiap pribadi muslim mempunyai kewajiban moral untuk berjuang dan memikirkan nasib serta kondisi umat Islam pada saat ini, sebab Nabi Muhammad SAW telah bersabda:&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;"Siapa yang mengaku umatku, kata Nabi, engkau Islam, tetapi tidak perduli terhadap kaum muslimin, tidak perduli terhadap jatuh bangunnya Islam, sakit sehatnya umat Islam, berarti bukan umatku, bukan golongan Islam itu sendiri".&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Oleh karena itu sebagai Muslim dengan segala kemampuan yang ada pada diri kita, sesuai dengan profesi dan posisi masing-masing yang telah dikarunia Allah kepada kita, kita pergunakan semaksimal mungkin untuk membela dan memperjuangkan Islam dan umatnya, kalau betul kita mencintai Islam, mencintai Allah dan RasulNya. Inilah potret pribadi Muslim yang utuh, yang sanggup ditampilkan di tengah-tengah umat manusia untuk membela dan&amp;nbsp;mempertahankan serta mengembangkan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Pribadi-pribadi Muslim yang senantiasa bekerja keras dan secara fundamental berpegang teguh pada ajaran Islam yang bersumber kepada al-Qur'an dan as-Sunnah. Karena kedua pedoman ini sudah dijamin kebenaran dan kemampuhan oleh Allah SWT. Dengan dua pedoman pokok inilah Kaum Muslimin dapat selamat dari segala bentuk kesesatan dan malapetaka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Kalau kita menengok ke belakang panggung sejarah Islam masa lalu, maka tidaklah berlebihan apabila kita kemukakan, bahwa kemajuan dan perkembangan umat Islam pada masa dahulu diperoleh atau dicapai dengan mengikuti dan mentaati ajaran Islam secara murni dan konsekuen. Mereka bersikap dan berfikir di atas landasan ajaran yang telah digariskan oleh&amp;nbsp;Allah dan RasulNya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Nabi Muhammad SAW, dengan ajaran Islamnya telah merubah citra dan kebiasaan bersatu padu, se-iya sekata dibawah naungan panji petunjuk dan pimpinan ajaran Islam yang benar. Bangsa arab yang dahulunya biasa menjadi berada, dari bodoh menjadi pandai dan cerdik, dari kekerasan hati dan kerasnya perangai menjadi lembut, ramah tamah kasih sayang terhadap sesama, dan dari bangsa politeisme penyembah berhala menjadi monoteisme menyembah Allah Yang Maha Esa.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dengan demikian jelas bahwa pada saat itu ajaran Islam telah mampu menjadikan spirit baru dalam melakukan perombakan besar serta mendasar dalam berubah watak dan karakter bangsa Arab. Kalau umat Islam menghayati dan mengamalkan Islam secara integral dalam arti yang sebenarnya, maka umat Islam akan terangkat martabatnya keposisi yang terhormat, sebagaimana generasi umat Islam terdahulu yang pernah tampil ke depan memimpin dunia disegani umat lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Apabila kita menyimak secara seksama tentang faktor-faktor yang mendorong kemajuan umat Islam di masa lalu, maka kita akan sepakat bahwa faktor-faktor tersebut kini mulai sima dan tidak melekat lagi pada umat Islam, yang ada hanya puing-puingnya saja yang menjadi kenangan sejarah masa lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Untuk itu marilah kita melacak faktor-faktor yang menjadi penyebab kemunduran dan kemerosotan umat Islam saat ini, yang telah dikemukakan oleh beberapa ahli, Diantaranya Al Amir Syakib Arsalan dalam kitabnya: "Limadzaa Ta'akhorol Muslimin Wa Limadza Taqoddama ghoirin". Dengan tegas beliau telah mengemukakan beberapa faktor penyebab yang terbesar dan terpenting sebagai faktor kemunduran umat Islam diantaranya ialah:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kebodohan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan inilah yang menyebabkan umat Islam mudah sekali dibohongi dan diombang­ambingkan. sebab tidak dapat membedakan mana yang merugikan dan mana yang menguntungkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kerusakan budi pekerti.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam telah kehilangan perangai sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Al-Qur'an, meninggalkan akhlak mulia yang telah dicontohkan oleh Raslulullah SAW. Dan pars sahabat serta salafushsholihin. Budi pekerti, mulia sungguh sangat besar peranannya dalam rangka membangun umat dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu Syauki Beik telah mengingatkan: "Susungguhnya umat-umat itu tidak lain melainkan budi pekerti, selam budi pekerti itu tetap ada pada suatu umat maka umat itu tetap ada, dan jika budi pekerti itu lenyap, maka mereka itupun ikut lenyap."&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kebejatan moral dan kerusakan budi pekerti para pemimpinnya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Munculnya pemimpin diktator dan otoriter yang bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyat dan menumpas golongan/kelompok yang ingin meluruskan perbuatan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sikap penakut dan pengecut.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dahulu umat Islam terkenal sebagai umat pemberani, dapat mengalahkan musuh yang berlipat ganda jumlahnya. Tapi sekarang umat Islam dilandasi rasa takut, dan rasa takut inilah yang menyebabkan Umat Islam menjadi penakut dan pengecut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Menurut Lotrop Stodart dalam bukunya "The New World of Islam" telah mengemukakan beberapa faktor penyebab kemunduran umat Islam. Secara ringkas dapat dikemukakan antara lain:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kambuhnya rasa permusuhan dikalangan umat Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rusaknya ajaran Islam, akibat dari bermacam macam penafsiran yang menyimpang sari esensi ajaran Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sikap jumud/beku yang dialami umat Islam, dengan menyelubungi ketauhidan yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dengan khufarat dan faham kesufian.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merosotnya akhlak dan kehormatan diri. Semua berlangsung tanpa rasa takut dan malu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dan dalam kenyataan yang ada pada saat ini kita lihat dan rasakan upaya-upaya untuk memundurkan umat Islam yang dilakukan dengan serius dan sistematik, yaitu diantaranya dengan jalan:&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menjauhkan umat Islam dari Al-Qur'an&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghancurkan akhlak umat Islam .&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memecah belch persatuan dan kesatuan umat Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menanamkan keraguan terhadap ajaran Islam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merintangi kemajuan umat Islam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Inilah diantara beberapa faktor penyebab bagi kemunduran umat Islam, yang akibatnya umat Islam diremehkan dan tidak disegani oleh umat lain, umat Islam menduduki peringkat bawah dan hanya sebagai pengikut, bukan sebagi pemimpin, sehingga mudah sekali dikendalikan dan diombang­ambingkan, pada gilirannya satu sama lain mudah diadu domba. Inilah yang mengakibatkan umat Islam berantakan, tidak sempat mengejar ketertinggalannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Setelah kita mengemukakan beberapa faktor penyebab bagi kemunduran umat Islam, maka dengan segera kita mencari alternatif pemecahannya sebagai jalan keluar dari kemelut kemunduran dan kejumudan yang dialami oleh umat Islam pada saat ini. Sebab kalau tidak, maka umat Islam akan berlarut-larut menjadi umat yang minder dan bercerai-berai serta semakin sulit untuk mengejar ketertinggalannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Untuk itu Jamaludin al-Afghani telah memberikan beberapa alternatif jalan keluar, diantaranya ialah:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memberantas kemiskinan dan kebodohan yang sampai saat ini masih membelenggu umat Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melenyapkan pengertian-pengertian yang salah yang dianut oleh umat Islam pads umumnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kembali pads ajaran-ajaran dasar Islan yang sebenarnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hati nurani harus disucikan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Budi pekerti luhur mesti harus dihidupkan kembali.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesediaan berkurban untuk kepentingan umat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berpedoman kepada ajaran-ajaran dasar Islam. Dengan ini umat Islam akan bergerak maju mencapai kemajuan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mewujudkan kehidupan demokrasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mewujudkan persatuan umat Islam Dalam rangka mewujudkan ukhuwah atau&amp;nbsp;persatuan umat Islam.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Islam telah memberikan kerangka landasan yang kokoh, agar ukhuwah Islamiyah dapat terjalin dengan baik, yaitu:&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Hares dilandasi dengan Iman dan takwa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di dasari rasa ikhlas karena Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terikat dalam nilai-nilai Islam yang bersumber kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saling mengingatkan dan memberi nasihat yang baik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setia dan menjalin kerjasama dalam segala hal yang mengarah kepada kebaikan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Inilah beberapa agenda yang harus digarap oleh umat Islam untuk mengejar ketertinggalan yang dialami oleh umat Islam. Dengan demikian umat Islam akan kembali pada masa kejayaan seperti sedia kala dan disegani oleh umat lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Dengan menyikapi dan mencermati kondisi kritis yang melanda Islam dewasa ini, maka yang harus dicamkan bahwa dalam hal ini tidak perlu menyalahkan umat lain dan meminta pertanggung jawaban terhadap stagnasi yang lama melanda umat Islam dan kemerosotan yang nyata-nyata terjadi dalam dunia Islam. Kemunduran dan kemerosotan yang saat ini melanda umat Islam harus ditimpahkan dan dialamatkan kepada umat Islam sendiri, yang tidak mau hidup menurut ajaran Islam dengan berpedoman kepada Al-Qur'an dan as-Sunnah. Umat Islam kurang selektif dalam mentransfer ajaran-ajaran budaya di luar Islam, sehingga ajaran-ajaran dan budaya tersebut ditelan mentah-mentah yang akibatnya umat Islam kehilangan jati diri dan semangat berjuang, serta tidak sanggup lagi berkompetisi dan berpacu menghadapi kemajuan jaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;Untuk itu tidak ada alternatif lain kecuali secara total kita harus kembali kepada pedoman pokok, yaitu al-Qur'an dan as-Sunnah, karena dengan dua pedoman inilah umat Islam menjadi umat terbaik, terhormat dan teratas, Amin.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;b&gt;Wa allahu a1amu bishawab&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;i&gt;* Hakim pengadilan Agama Malang&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-1941270260855992551?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/1941270260855992551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/11/mencari-faktor-kemunduran-umat-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1941270260855992551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1941270260855992551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/11/mencari-faktor-kemunduran-umat-islam.html' title='Mencari Faktor Kemunduran Umat Islam dan Alternatif Jalan Keluarnya'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-4871615722153705393</id><published>2010-11-12T19:17:00.001+07:00</published><updated>2010-11-13T05:19:07.774+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Tuntunan Berqurban</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Hafidz &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sekilas Tentang Qurban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Qurban disyari'atkan sejak Nabi Adam as, seperti firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لأقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). ia berkata (Qabil): "Aku pasti membunuhmu!". berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".&lt;br /&gt;[QS al-Maidah (5): 27]&lt;/blockquote&gt;Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Qurban pada masa Nabi Ibrahim as, dengan Qishah adanya perintah penyembelihan putranya yaitu; Ismail as yang sudah kits akui kebenaran faktanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Qurban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Qurban berasal dari bahasa Arab, yaitu Al-Udhhiyyah dan Adh-Dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya 'Idul Adh-ha dan hari-hari Tasyriq sebagai Taqarrub kepada Allah SWT. Dengan cara menyembelih binatang ternak seperti kambing, Sapi dan Unta, sebagaimana firman Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, Maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam Keadaan berdiri (dan telah terikat). kemudian apabila telah roboh (mati), Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur.&lt;br /&gt;[QS al-Hajj (22): 36]&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keutamaan Qurban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah ra, Rasul SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Qurban yang lebih dicintaiAllah SWT dari menyembelih hewan Qurban. Sesungguhnya hewan Qurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Qurban itu. "&lt;br /&gt;(HR Tirmidzi).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hukum Qurban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;lbadah qurban hukumnya sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Bagi orang yang mampu melakukannya lalu ia meninggalkan hal itu, maka ia dihukumi makruh (hamba yang tidak disenangi oleh Allah SWT dan RasulNya. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim bahwa Rasul SAW pernah berqurban dengan dua kambing kibasy yang sama sama berwarna putih kehitam-hitaman dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih qurban tersebut, dan membacakan nama Allah SWT serta bertakbir (waktu memotongnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Salamah ra,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Rasul SAW bersabda, "Dan jika kalian telah melihat hilal (tanggal) masuknya bulan Dzul Hijjah, dan salah seorang di antara kamu ingin berqurban, maka hendaklah ia membiarkan rambut dan kukunya."&lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;/blockquote&gt;Arti sabda Rasul SAW," ...ingin berqurban..." adalah dalil bahwa ibadah qurban ini sunnah muakkadah (yang dianjurkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Bakar dan Umar ra bahwa mereka berdua belum pernah melakukan qurban untuk keluarga mereka berdua, lantaran keduanya takut jika perihal kurban itu dianggap wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hikmah Quran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;lbadah qurban disyariatkan Allah SWT untuk mengenang Nabi Ibrahim as dan sebagai suatu upaya untuk memberikan kemudahan pada hari 'Id, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"hari-hari itu tidak lain adalah hari-hari untuk makan dan mi num serta berdzikir kepada Allah SWT.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Binatang Yang Diperbolehkan Untuk Qurban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Binatang yang boleh untuk qurban adalah onta, sapi (kerbau) dan kambing. Untuk selain yang tiga jenis ini tidak diperbolehkan. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)&lt;br /&gt;[QS al-Hajj (22): 34]&lt;/blockquote&gt;Dan dianggap memadai berqurban dengan domba yang berumur setengah tahun, kambing jaws yang berumur 1 tahun, sapi yang berumur 2 tahun, dan unta yang berumur 5 tahun, baik itu jantan atau betina. Hal ini sesuai dengan hadits-hadits Rasul SAW:&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra berkata, aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Binatang kurban yang paling bagus adalah kambing yang jadza' (powel / berumur satu tahun)."&lt;br /&gt;(HR Ahmad dan Tirmidzi)&lt;/blockquote&gt;Juga Dari Uqbah bin Amir ra:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;aku berkata, wahai Rasulullah saw, aku mempunyai jadza',&lt;br /&gt;Rasulullah saw menJawab, "Berkurbanlah dengannya."&lt;br /&gt;(HR. Bukhari dan Muslim).&lt;/blockquote&gt;Pads hadits yang lain Dari Jabir ra, Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Janganlah kalian mengurbankan, binatang kecuali yang berumur satu tahun ke atas, jika itu menyulitkanmu, maka sembelihlah domba Jadza&lt;br /&gt;(HR . Bukhari dan Muslim).&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Berqurban dengan Kambing yang dikebiri.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Boleh-boleh saja berqurban dengan kambing yang dikebiri. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Rafi', bahwa Rasulullah SAW berqurban dengan 2 ekor kambing kibasy yang keduanya berwarna putih bercampur hitam lagi dikebiri. Karena dagingnya lebih enak dan lebih lezat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Binatang-binatang yang Tidak Diperbolehkan Untuk Qurban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Syarat binatang yang untuk qurban adalah binatang yang bebas dari aib (cacat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tidak boleh berqurban dengan binatang yang a'ib misalnya:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Yang penyakitnya terlihat dengan jelas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang picak dan jelas terlihat kepicakannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yang pincang sekali. Yang sumsum tulangnya tidak ada, karena kurus sekali.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dalam masalah ini Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Ada empat penyakit pada binatang kurban dengannya kurban itu tidak mencukupi. Yaitu yang picak dengan kepicakannya yang nampak sekali, dan yang sakit dan penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekali."&lt;br /&gt;(HR Tirmidzi hasan szhahih).&lt;/blockquote&gt;Sedangkan yang cacat, yaitu yang telinga atau tanduknya sebagian besar hilang. Selain binatang lima di atas, ada binatang-binatang lain yang tidak boleh untuk kurban, yaitu: Hatma'(ompong gigi depannya, seluruhnya). Ashma' (yang kulit tanduknya pecah). Umya' (buta). Taula' (yang mencari makan di perkebunan, tidak digembalakan). Jarba' {yang banyak penyakit kudisnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tidak mengapa berqurban dengan binatang yang tak bersuara, yang buntutnya terputus, yang bunting, dan yang tidak ada sebagian telinga atau sebagian besar bokongnya tidak ada. Menurut, yang tershahih dalam madzhab Syafi'i, bahwa yang bokong/pantatnya terputus tidak mencukupi, begitu juga yang puting susunya tidak ada, karena hilangnya sebagian organ tubuh yang dapat dimakan. Demikian juga yang ekornya terputus. Imam Syafi'i berkata, "Kami tidak memperoleh hadits tentang gigi sama sekali. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Waktu Penyembelihan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Untuk penyembelihan qurban disyaratkan tidak disembelih sesudah terbit matahari pada hari 'Idul adh-ha.melainkan Sesudah itu, boleh menyembelihnya di hari mana saja yang termasuk hari-hari Tasyrik, baik malam ataupun siang. Setelah tiga hari tersebut tidak ada lagi waktu penyembelihannya (Imam Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari all-Barra' ra Rasul SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (idul adh-ha) adalah kita shalat, kemudian kita kembali dan memotong qurban. Barangsiapa melakukan hal itu, berarti ia mendapatkan sunnah kami. Dan barangsiapa yang menyembelih sebelum itu, maka sembelihan itu tidak lain hanyalah daging yang ia persembahkan kepada keluarganya yang tidak termasuk ibadah qurban same sekati. "&lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;/blockquote&gt;dalam hadits lain Abu Burdah berkata,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Pada hari Nahar, Rasulullah saw berkhotbah di hadapan kami, beliau bersabda: 'Barangsiapa shalat sesuai dengan shalat kami dan menghadap ke giblet kami, dan beribadah dengan care ibadah kami, maka ia tidak menyembelih qurban sebelum ia shalat'. "&lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;atau Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya. Dan barangsiapa yang menyembelih setelah shalat dan khotbah. sesungauhnya ia telah sempurnakan dan ia mendapat sunnah umat Islam."&lt;br /&gt;(HR. Bukhari dan Muslim).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kolektif Dalam Berqurban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam berqurban dibolehkan bergabung jika binatang qurban itu berupa onta atau sapi (kerbau). Karena, sapi (kerbau) atau unta berlaku untuk 7 orang jika mereka semua bermaksud berqurban dan bertaqarrub kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir ra berkata,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Kami menyembelih qurban bersama Nabi saw di Hudaibiyyah seekor unta untuk 7 orang, begitu juga sapi . (kerbau)."&lt;br /&gt;(HR Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pembagian Daging Qurban&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Disunahkan bagi orang yang berqurban memakan daging qurbannya, menghadiahkannya kepada para kerabat, dan menyerahkannya kepada orang-orang fakir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Makanlah dan berilah makan kepada (fakir-miskin) dan simpanlah. "&lt;br /&gt;(HR. Ahmed dan Tirmidzi)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, para 'ulama mengatakan, yang afdhal adalah memakan daging itu sepertiga, menshadaqahkannya sepertiga dan menyimpannya sepertiga. Daging qurban boleh diangkut (dipindahkan) sekalipun ke negara lain. Akan tetapi, tidak boleh dijual, begitu pula kulitnya. Dan, tidak boleh memberi kepada tukang potong daging sebagai upah. Tukang potong berhak menerimanya tidak sebagai imbalan kerja. Orang yang berqurban boleh bershadaqah dan boleh mengambil qurbannya untuk dimanfa'atkan (dimakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Abu Hanifah, bahwa boleh menjual kulitnya dan uangnya dishadaqahkan atau dibelikan barang yang bermanfa'at dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Orang yang Berqurban Menyembelihnva Sendiri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berqurban yang pandai menyembelih disunahkan menyembelih sendiri binatang qurbannya. Ketika menyembelih disunahkan membaca&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt; Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma haadza 'an..."&lt;br /&gt;(Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, ya Allah kurban ini dari ... [sebutkan namanya]).&lt;/blockquote&gt;Karena, Rasulullah SAW menyembelih seekor kambing kibasy dan membaca,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Bismillahi wallahu Akbar Allahumma haadza 'anni wa'an man lam yudhahhi min ummall!'&lt;br /&gt;(Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar, Ya Allah sesungguhnya (qurban) ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban). "&lt;br /&gt;(HR Abu Dawud dan Tirmidzi).&lt;/blockquote&gt;Jika orang yang berqurban tidak pandai menyembelih,maka boleh diwakilkan dan dianjurkan bagi yang qurban untuk menghadiri dan menyaksikan penyembelihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa'id al-Khudri ra,&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Rasulullah saw bersabda, "Wahai Fatimah, bangunlah. Dan saksikanlah kurbanmu. Karena, setetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kau lakukan. Dan bacalah: 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku - qurbanku - hidupku, dan matiku untuk Allah Tuhan semesta Alam. Dan untuk itu aku diperintah. Dan aku adalah orang-orang yang pertama-tame menyerahkan diri kepada Allah,'&lt;br /&gt;Seorang shahabat lalu bertanya, 'Wahai Rasulullah SAW, apakah ini untukmu dan khusus keluargamu atau untuk kaum muslimin secara umum?',&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menjawab, 'Bahkan untuk kaum muslimin umumnya'."&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Wallahu a'lam bish shawab&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Maraji':&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Fiqihus Sunnah, Sayyid Sabiq&lt;br /&gt;Bidaayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd&lt;br /&gt;Al-Muhadzdzab fi Fiqh Madzhabil Imam as- Syafi'i. Abu Ishaaq as-Syiraazi&lt;br /&gt;Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-4871615722153705393?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/4871615722153705393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/11/tuntunan-berqurban.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4871615722153705393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4871615722153705393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/11/tuntunan-berqurban.html' title='Tuntunan Berqurban'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-1341756950219696515</id><published>2010-11-05T12:53:00.002+07:00</published><updated>2010-11-08T05:12:51.597+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Makna Filosofi dan Ekspresi Haji Mabrur</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Oleh:&lt;/i&gt; Agus Liansyah, S.P.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.&lt;br /&gt;[QS. Ali Imraan (3): 97]&lt;/blockquote&gt;Kewajiban melaksanakan ibadah haji bagi mereka yang mampu dan agar segera dilaksanakan serta tidak menunda-nunda ini, berdasarkan firman Allah SWT, QS Ali Imran 97.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah Hadits, Rasulullah bersabda: "Dari Ibnu Abbas ia berkata, Rasulullah saw bersabda:Barang siapa yang berkehendak melaksanakan haji, maka bersegeralah, karena dapat saja ia tertimpa penyakit, hilangnya kesanggupan atau munculnya hajat keperluan yang lain." (HR Ahmed dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui syariat Ibadah haji ini, Allah SWT banyak memberikan i'tibar-i'tibar atau pelajaran yang sangat berharga bagi umat manusia. Dari sejumlah rukun dan rangkaian kegiatan ibadah haji, apabila dicermati secara cerdas dan mendalam, sesungguhnya mengandung makna filosofis yang sangat luas dan penting bagi kehidupan umat manusia, di dalamnya terdapat mutiara hikmah yang amat berharga bagi umat manusia. Hal ini seperti yang diisyaratkan oleh Allah dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ&lt;br /&gt;لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ&lt;br /&gt;ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,&lt;br /&gt;supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.&lt;br /&gt;Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).&lt;br /&gt;[QS. al-Hajj (22): 27-29]&lt;/blockquote&gt;Makna filosofis yang bagaimanakah yang dapat diperoleh dari rangkaian ibadah haji itu Seberapa banyak kita dapat menggali makna filosofis dari rangkaian ibadah haji ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, seseorang yang melaksanakan rangkaian ibadah haji pada batas-batas tertentu (miqot), ia wajib menggunakan pakaian ihram yang terdiri dari dae lembar kain putih yang dililitkan pada tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filosofi pakaian ihram ini menunjukkan, bahwa seorang manusia itu di hadapan Allah SWT, adalah lemah dan tiada memiliki sesuatu apa pun terkecuali atas pemberian Allah Azza wa Jalla. Pakaian 2 lembar kain putih yang dikenakannya, melambangkan betapa miskinnya manusia di hadapan Allah Rabbul Izzati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, Thawaf,yang dalam pelaksanaannya dilakukan dengan cara berputar mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali. Ka'bah dalam Islam pada dasarnya melambangkan ajaran tauhid, karena&lt;br /&gt;pada Ka'batullah seluruh umat Islam diperintahkan untuk menghadapkan wajahnya disaat ia shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, sa'i yang dalam pelaksanaannya dilakukan dengan cara lari-lari kecil antara bukit Shofa dan bukit Marva. Dari sisi historis,, ibadah Sa'i ini mengisahkan perjuangan seorang lbu "Siti Hajar" istri Nabiullah Ibrahim as, untuk mencari air minum untuk diberikan pada Ismail as. Sa'i ini melambangkan tentang kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Seorang ibu yang tidak merasa letih dan lelah, serta putus asa demi mencari setetes air untuk anaknya, sampai Siti Hajar rela berlari bolak-balik sampai 7 kali antara Shofa dan Marwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;, Wukuf di Arafah yang pelaksanaannya seluruh umat manusia dari segala penjuru dunia berkumpul di tempat yang lapang di Padang Arafah. Wukuf di Arafah oleh banyak Musafir dinilai sebagai miniatur berkumpulnya manusia di Padang makhsyar nanti. Di tempat inilah digambarkan, bahwa kelak manusia di seluruh penjuru dunia akan berdesak-desakan dan menjalani antrean panjang pada saat menanti hisab amal dan Pengadilan Allah Rabbul Izzati.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Manusia itu pada dasarnya berkedudukan sama bagaikan gerigi sebuah sisir. Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang bukan Arab, yang membedakan mereka adalah derajat ketakwaannya kepada Allah."&lt;/blockquote&gt;Kelima, Melontar Jumroh, yang dalam praktiknya dilakukan dengan cara melontarkan batu kerikil pada sebuah tempat semacam tugu, yang merupakan gambaran wujud syaitan laknatullah. Prosesi melontar jumroh ini, melambangkan agar umat manusia mampu mengusir dan melempar jauh nafsu-nafsu jahat yang menguasai dirinya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dari Jabir RA dia berkata Rasulullah saw bersabda : "Hanya surga balasan (kualitas) haji mabrur.&lt;br /&gt;Para sahabat bertanya: "wahai Nabi, haji mabrur itu apa?"&lt;br /&gt;Nabi menjawab: "(haji mabrur) ialah memberikan makanan dan menyebarkan salam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Dengan terang hadits di atas menjelaskan dua hal. Pertama, balasan orang yang meraih kualitas haji mabrur itu adalah surga. Kedua, ekspresi kemabruran itu dilakukan dengan dua hal yaitu menebarkan salam dan memberikan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menegaskan makna haji mabrur. Kata haji secara leksikal berasal dari &lt;i&gt;hajja-yahujju-hajjan-haajjan&lt;/i&gt; yang berarti berkunjung. Dalam term agama, haji bermakna berkunjung ke Makkah untuk menunaikan rangkaian ibadah (haji) dan umrah berupa thawaf, sai, wuquf, mabit di Mina, melempar jumrah yang ditunaikan dalam bulan tertentu. Sedangkan mabrur adalah isim maf'ul dari kata &lt;i&gt;barara (barra) yabirru, birran, baarrun, mabrurun&lt;/i&gt;. Kata ini sejatinya bermakna melakukan kebajikan. Salah satu ungkapan yang sering terdengar &lt;i&gt;birr al-walidayn&lt;/i&gt;. Itu bermakna melakukan kebaikan kepada kedua orangtua. Kata mabrur dengan demikian bermakna orang yang senantiasa dipenuhi kebaikan. Sedemikian melimpahnya kebaikan yang dilakukannya sampai dia tidak terbersit untuk melakukan kekhilafan. Karena itulah, di lain tempat, kata mabrur dimaknai sebagai k&lt;i&gt;haalishun maqbuul laa khalala fiihi wa lam yukhaalithu syayun&lt;/i&gt; - bersih (ikhlas hanya untuk Allah) dan diterima (oleh Allah) tidak ada cacat dan tidak bercampur dengan sesuatu yang jelek. Secara singkatnya al-Ashfahani mabrur maknanya diterima sehingga haji mabrur berarti haji yang diterima (maqbul). Memastikan diterimanya haji seseorang tentu saja Allah Huwa A'lam, Dialah Yang Maha Tahu, namun berdasarkan hadits yang tersyarah pembelajar dituntunkan bahwa kemabruran haji seseorang antara lain ditandai dengan kegemaran alumni haji untuk melakukan kebajikan, antara lain, menebarkan salam dan menyediakan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan di atas dapat ditegaskan bahwa tidak ada kemabruran tanpa kebaikan atau tidak ada al-mabrur tanpa disertai al-birr. Kebaikan pertama yang dilakukan peraih kualitas haji mabrur adalah menebarkan salam. Sederhananya itu dilakukan dengan mengucapkan assalaamu'alaikum, keselamatan buat orang-orang di sebelah kanan dan kiri pengucapnya. Lebih dari itu, ucapan tersebut disertai dengan hati yang penuh kedamaian. Sementara perbuatan pengucap salam itu pun mengekspresikan keteduhan, kedamaian, kejernihan. Tidak ada tetangga yang tersakiti oleh perkataannya. Tidak ada teman yang ternistakan oleh perilakunya. Tidak ada makhluk Allah yang teraniaya karena perbuatannya orang yang mengenalnya selalu mendapatkan kedamaian dari perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Wallahu A'lam bish-shawab.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-1341756950219696515?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/1341756950219696515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/11/makna-filosofi-dan-ekspresi-haji-mabrur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1341756950219696515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1341756950219696515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/11/makna-filosofi-dan-ekspresi-haji-mabrur.html' title='Makna Filosofi dan Ekspresi Haji Mabrur'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-101004936676861854</id><published>2010-10-29T13:02:00.000+07:00</published><updated>2010-10-29T13:02:47.594+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Sifat Kepribadian Muhammadiyah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TMpjWari1kI/AAAAAAAABE0/O1nkESK24hY/s1600/visi-misi.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="119" src="http://1.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TMpjWari1kI/AAAAAAAABE0/O1nkESK24hY/s200/visi-misi.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menilik (a)Apakah Muhammadiyah itu, (b) Dasar Amal Usaha dan Perjuangan Muhammadiyah, dan (c) Pedoman Amal Usaha dan Perjuangan Muhammadiyah, maka Muhammadiyah dalam kehidupannya memiliki sifat-sifat sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. "Beramal dan Berjuang Untuk Perdamaian dan Kesejahteraan".&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan sifat ini, Muhammadiyah tidak boleh mencela dan mendengki golongan lain. Sebaliknya, Muhammadiyah harus tabah menghadapi celaan dan kedengkian golongan lain tanpa mengabaikan hak untuk membela diri kalau perlu, dan itu pun harus dilakukan secara baik tanpa dipengaruhi perasaan aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2."Memperbanyak Kawan dari Mengamalkan Ukhuwah lslamiyah"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Setiap warga Muhammadiyah, siapa pun orangnya, termasuk para pemimpin dan da'inya, harus memegang teguh sifat ini. Dalam rangka untuk "Memperbanyak Kawan dan Mengamalkan Ukhuwah Islamiyah". Inilah, pada umumnya ceramah atau kegiatan dakwah lainnya yang dilancarkan oleh dai-da'i Muhammadiyah memakai gaya "sejuk penuh senyum", bukan dakwah yang agitatif menebar kebencian ke sana ke mari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan Muhammadiyah di Surakarta terkenal semboyan "Jiniwit Katut". Jiniwit artinya dijiwit (dicubit), tetapi justru lama-lama orang yang njiwit akan katut atau terpiat oleh Muhammadiyah yang selalu bertingkah simpatik kepada siapa pun. Dan tampaknya sifat inilah salah satu rahasia, mengapa Muhammadiyah terus berkembang makin mengakar dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. "Lapang Dada, Luas Pandangdan Dengan Memectanct Teguh Ajaran Islam"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Lapang dada atau toleransi adalah satu keharusan bagi siapapun yang hidup dalam masyarakat, apalagi hidup dalam masyarakat yang majemuk seperti masyarakat Indonesia. Tanpa adanya lapang dada, kehidupan akan goncang. Dan prinsip "Memperbanyak Kawan" tentu berubah menjadi "Memperbanyak Musuh". Namun bagaimana, pun dalam berlapang dada, kita tidak boleh kehilangan identitas sebagai warga Muhammadiyah yang harus tetap memegang teguh ajaran Islam. Dengan demikian, bebas tetapi tetap terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. "Bersifat Keagamaan Dan Kemasyarakatan "&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sifat "Keagamaan dan kemasyarakatan" sudah merupakan sifat Muhammadiyh sejak lahir. Karena ini sifat yang tidak mungkin terlepas dari jiwa dan raga Muhammadiyah. Mengapa? Muhammadiyah sejak lahir mengemban misi agama, sedang agama diturunkan oleh Allah melalui para Nabi-Nya juga untuk masyarakat, yakni untuk memperbaiki masyarakat. Masyarakat adalah "lahan" bagi segala aktivitas perjuangan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;Dua sifat ini, yakni keagamaan dan kemasyarakatan, tidak boleh berdiri sendiri-sendiri. Harus berjalin berkelindan. Karena itu, Muhammadiyah bukan gerakan sosial semata-mata, dan bukan juga gerakan keagamaan semata-mata. Muhammadiyah adalah gerakan kedua-duanya, ya keagamaan ya kemasyarakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi Muhammadiyah juga bukan gerakan politik, sebab kalau gerakan politik, tercermin dalam berbagai amal usaha yang telah tertekuninya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;5. "Mengindahkan, segala Hukum, Undang-undang Serta dan Falsafah Negara Yang Sah"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah sebagai satu organisasi, mempunyai sejumlah anggota. Anggota ini adalah warga negara dari suatu negara hukum. Hukum negara mempunyai kekuatan mengikat bagi segenap warga negaranya. Ini adalah kenyataan. Karena itu, Muhammadiyah mengindahkan semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;6. "Amar Maruf Nahi Munkar Dalam Segala Lapangan Serta Menjadi Contoh&lt;br /&gt;Teladan Yang Baik"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kewajiban tiap muslim ialah beramar ma'ruf dan bernahi munkar, yakni menyuruh berbuat baik dan mencegah kemunkaran. Yang dimaksud kemunkaran ialah semua kejahatan yang merusak dan menjijikkan dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya amar ma'ruf dan nahi munkar, tidak akan kebaikan dapat ditegakkan, dan tidak akan kejahatan dapat diberantas. Untuk itu, Muhammadiyah harus sanggup menjadi suri teladan dalam kegiatan ini, baik ke dalam tubuh sendiri ataupun ke luar, ke tengah-tengah masyarakat ramai, dengan penuh kebijaksanaan dan pendekatan yang simpatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amar ma'ruf nahi munkar, bagaimanapun harus kita lakukan dengan cara yang baik, sebab kalau tidak begitu, adalah Machiavellisme namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;7. "Aktif Dalam Perkembangan Masyarakat Dengan Maksud !slab dan Pembangunan Sesuai Dengan Ajaran Islam"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kapan pun dan dimana pun Muhammadiyah memang harus selalu aktif dalam perkembangan masyarakat, sebab tanpa begitu, Muhammadiyah akan kehilangan peran dan akan ketinggalan oleh sejarah. Tetapi keaktifan Muhammadiyah dalam perkembangan masyarakat, tidak berarti sekedar ikut arus perkembangan masyarakat, Muhammadiyah adalah kekuatan ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;8. "Kerjasama Dengan Golongan Lain Mana Pun, Dalam Usaha Menyiarkan Dan Mengamalkan Ajaran Islam Serta Membela Kepentingannya"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Menyiarkan Islam, mengamalkan dan membela kepentingan Islam, bukan hanya tugas Muhammadiyah, tetapi juga tugas semua umat Islam. Karena itu, Muhammadiyah perlu menjalin kerjasama dengan semua golongan umat Islam. Tanpa kerjasama ini, tidak mudah kita melaksanakan tugas yang berat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;9. "Membantu Pemerintah Serta Kerjasama Dengan Golongan Lain Dalam Memelihara Negara dan Membangunnya, Untuk Mencapai Masyarakat Yang Adil dan Makmur Yang Diridhai"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Negara Indonesia adalah memiliki semua warga negaranya, termasuk warga Muhammadiyah. Adalah suatu keharusan dijalinnya kerjasama di antara semua unsur pemilik negara, untuk membangun Negara dan bangsa menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur yang diridhai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah kemakmuran masyarakat ini, sebab kemakmuran mempersubur iman dan takwa, sedang kemelaratan mempersubur kriminalitas sosial dan kekufuran. Bukankah telah disabdakan oleh Nabi kita, &lt;i&gt;"kada al-faqru ayyakuna kufran"&lt;/i&gt; (Kekafiran itu dapat menyebabkan kekufuran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;10. "Bersifat Adil Serta Korektif Ke Dalam dan Keluar, Dengan Bijaksana"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan sifat adil dan korektif, Muhammadiyah tidak senang melihat sesuatu yang tidak semestinya, dan ingin mengubahnya dengan yang lebih tepat dan lebih baik, meskipun mengenai diri sendiri. Jadi Muhammadiyah tidak tinggal diam saja dan taqlid. Tetapi koreksi pada diri sendiri dan ke luar ini tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, melainkan harus dengan adil dan bijaksana. Kesalahan adalah kesalahan, sekalipun ada pada orang atau golongan lain. Bukan sifat Muhammadiyah tetap bersikukuh membela suatu hal, padahal misalnya jelas-jelas yang dibelanya itu salah atau tidak baik. (Kamal Pasha dkk, 1971: 58-65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam bish shawab.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-101004936676861854?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/101004936676861854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/sifat-kepribadian-muhammadiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/101004936676861854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/101004936676861854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/sifat-kepribadian-muhammadiyah.html' title='Sifat Kepribadian Muhammadiyah'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TMpjWari1kI/AAAAAAAABE0/O1nkESK24hY/s72-c/visi-misi.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-7067972923057787266</id><published>2010-10-23T18:04:00.003+07:00</published><updated>2010-10-24T19:50:20.810+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Haji dan Realita Sosial</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Realita dan Harapan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Drs. Usman Kasmin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.&lt;br /&gt;[QS. Ali Imraan (3): 97]&lt;/blockquote&gt;Ibadah Haji adalah termasuk rukun Islam yang kelima, yang disyariatkan untuk setiap muslim yang mukallaf untuk melaksanakan sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditetapkan syara', termasuk persyaratan yang secara khusus, ditetapkan Allah adalah "istathaa" –mampu- dan inilah yang menarik untuk dibicarakan, sebab ibadah haji termasuk ibadah badaniyah, ruhaniyah, amaliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang calon jamaah haji yang disebut mampu secara fisik, yakni apabila selama melakukan perjalanan wajib tersebut dalam keadaan sehat dan kuat, terhindar dari segala penyakit sehingga tidak mengganggunya ketika beribadah atau mengganggu orang lain, selama melaksanakan ibadah haji. Sebab saat melaksanakan prosesi ibadah haji tersebut dia harus berjuang di tengah jutaan manusia yang mempunyai satu tujuan dan maksud yang sama pada saat yang bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang calon jamaah haji dianggap mampu kalau sudah menyiapkan diri dengan pengetahuan yang cukup tentang prosesi ibadah haji, yang banyak mengandung pelajaran-pelajaran yang sangat berharga yang dicontohkan oleh para nabi dan rasul pilihan untuk kita jadikan I'tibar dalam kehidupan, yang diharapkan kelak tidak hanya dirasakan oleh individu secara pribadi tetapi juga sebagai acuan dari masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di sinilah peranan manasik haji menjadi urgen untuk dilaksanakan. Kalau tidak maka akan menjadi lelucon manakala sudah berada di tanah suci dan sedang melaksanakan prosesi ibadah haji dan sekaligus berdampak pada sempurna tidaknya ibadah hajinya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang calon jamaah haji disebut mampu kalau ia mampu menyiapkan sejumlah dana untuk ongkos perjalanan ke tanah suci dan pulangnya serta biaya hidup untuk orang yang menjadi tanggungannya yang ditinggal selama melakukan perjalanan wajib tersebut, dengan demikian tidak dibenarkan berangkat haji dengan menjual lahan yang menjadi sumber penghasilah utamanya atau menggunakan modal dagang yang menyebabkan setelah haji dia menjadi miskin dan kelak menjadi beban bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang calon jamaah haji harus memiliki motivasi yang kuat, untuk menunaikan kewajiban terhadap Allah tersebut. Tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan ibadah haji dengan berdalih belum mendapat "panggilan" pada hal segala persyaratan sudah lengkap. Fisik, muda dan kuat. Psikologis sangat mendukung termasuk sudah memadai ilmu yang berhubungan dengan tata cara pelaksanaan ibadah haji tetapi hanya karena alasan belum dipanggil maka mereka belum menunaikan ibadah haji, padahal Allah sudah memanggil mereka.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيق&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,&lt;br /&gt;[QS. al-Hajj (22): 27]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Seruan itu telah datang dari Allah lewat Nabi Ibrahim AS, sekaligus memberi contoh secara langsung lewat napak tilas yang dilakukan selama ibadah haji. Oleh karena itu seseorang yang melakukan ibadah haji diharapkan mampu mengambil ibrah di dalamnya sebagai proses&lt;br /&gt;pembe1ajaran untuk umat manusia di kemudian hari termasuk umat Islam di Indonesia. Sejauh mana mereka dapat menyerap dan mengaplikasikan dalam kehidupan nyata setelah pulang dari menunaikan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mabrur adalah ungkapan yang sering kita dengar di setiap hajatan seseorang yang berhaji, sebutan haji yang diterma oleh Allah SWT. Rasulullah saw. bersabda : "Haji yang mabrur tiada balasan baginya selain surga" diharapkan ada perubahan yang mendasar mulai dari dasar keyakinan yang makin mendalam, perilaku muamalahnya, dan akhlaknya yang mewarnai setiap aspek kehidupan. Keyakinan yang menjadi landasan setiap aktifitasnya akan berubah total dalam hidupnya. Terutama terhadap semua fenomena, segala sumber kekuatan dan segala keyakinan yang non ilahiyah dia buang dan diganti dengan keyakinan yang utuh hanya kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia seorang pejabat, mabrur pula di setiap kebijakan publik yang ia buat. Dia tidak perlu ragu akan kebijakan yang memihak kepada rakyat banyak. Menggunakan pemasukan Negara dari sumber daya slam sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat karena sesuai dengan amanat visi dan misi Bangsa yaitu Beriman dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Mahe Esa, karena itu kalau selama ini ada kebijakan dari generasi terdahulu yang indikasinya tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak sebaliknya hanya diperuntukan untuk kepentingan sesaat dan hanya dinikmati oleh kelompok dan golongan tertentu saja, maka dia di &lt;i&gt;recall&lt;/i&gt; menggantikan dengan yang baru sehingga dapat dinikmat oleh masyakat secara merata. Kalau ada produk hukum yang tidak memihak pada pentingan rakyat jelata maka diganti dengan yang baru yang lebih pro rakyat. Dan ini berlaku untuk segala aspek kehidupan dibawah kepemimpinannya, sebab die radar bahwa "masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas ape yang dipimpinnya"(al-Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika setiap individu dalam strata kehidupan masyarakat punya kesadaran yang sama tentang arti sebuah perubahan yang mendasar dalam segala aspek kehidupan ke arah perbuatan shaleh, kesalehannya tidak lagi bersifat individu tetapi meningkat menjadi keshalehan kolektif. Barangkali inilah yang dimaksud dengan undangan Allah untuk mengunjungi Baitullah dan sekaligus menapaktilasi proses edukasi yang dilakukan oleh Nabi Allah Ibrahim As atas pembentukan karekter ummat (bangsa) sehingga melahirkan &lt;b&gt;&lt;i&gt;baldatun tayyibatun warabbun ghafuur&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja sebagai bangsa yang paling banyak rakyatnya yang pergi haji, dan pemerintah adalah sebagai KBIH terbesar didunia, maka kalau kita cerdas seharusnya forum kongres akbar umat Islam terbesar di jagad raya ini semestinya bangsa Indonesialah yang terbesar memberikan kontribusi bagi kemajuan umat Islam di dunia dan ke dalam umat Islamlah yang menjadi pelopor pembentukan karakter building. Tapi walaupun setiap tahun kita rasakan ONH semakin mahal, animo umat Islam semakin meningkat sehingga, untuk bisa pergi haji saja harus menunggu dalam waiting list sampai tujuh tahun terhitung setelah setoran awal ONH, kita belum merasakan&lt;br /&gt;kontribusi keshalehan kolektif dalam kehidupan barbangsa dan bernegara. Dibanding para pendahulu kita. Para pejuang - pejuang bangsa, pahlawan pahlawan Nasional setelah pulang haji merekalah yang menjadi pelopor pejuang pembentukan karakter bangsa seperti tidak rela bangsanya di jajah oleh para kolonial, salah satu diantaranya yang intens melakukan gerakan pencerahan yang sampai sekarang kita dapat merasakan hasilnya yaitu persyarikatan &lt;br /&gt;Muhammadiyah. Itulah, salah satu dari mabrurnya ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apakah hal yang sama kita rasakan sekarang? Ada banyak keshalehan individu kita jumpai dalam masyarakat tetapi belum bisa dirasakan secara kolektif karena itu, kita juga tidak banyak menjumpai, ada pencerahan-pencerahan kolektif seperti yang dilakukan oleh pendahulu pendahulu kita. justru semakin banyak kita rasakan ketimpangan sosial, menurunnya moral anak bangsa bahkan dilakukan secara kolektif. Jelas sangat bertolak belakang dengan misi Allah mengundang kaum muslimin untuk mengunjungi baitullah untuk menimbah pembelajaran hidup dari Nabi Ibrahim yang selanjutnya dijadikan modal dasar untuk pembentukan karaktek bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara realitas sosial lainnya dari ibadah haji, adalah ada yang menjadikannya sebagai mode, ekspresi status sosial, jelas model semacam ini tidak berdampak sedikitpun terhadap diri pribadi apalagi dirasakan masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita juga menaruh harapan besar, akan ada perubahan yang mendasar dilandasi kesadaran dari penyelenggara haji bahwa calon jamaah haji bukan serta merta orang kaya, bahkan sebaliknya CJH umumnya bekerja keras dan segala potensi hidup yang pada mereka, menyisihkan sebagian penghasilan, menabung dan menabung sampai betahun-tahun bahkan hampir sepanjang hidup mereka. Mereka adalah buruh tani, nelayan, pembantu rumah tangga, penjual rokok di pinggir jalan dan rakyat desa, yang memangkas sebagian pengeluaran mereka demi memenuhi kewajiban untuk menunaikan rukun Islam kelima itu. Betapa tega orang yang menjadikan kepolosan rakyat kecil, yang membela dan menegakkan agamanya yaitu menyempurnakan ibadahnya. Betapa, mereka gembira karena dapat memeras di atas kepolosan rakyat kecil dan melupakan misi agung dari ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Wallahu a'lam bi shawab&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-7067972923057787266?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/7067972923057787266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/haji-dan-realita-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7067972923057787266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7067972923057787266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/haji-dan-realita-sosial.html' title='Haji dan Realita Sosial'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-8580824218939264101</id><published>2010-10-20T07:34:00.001+07:00</published><updated>2010-10-20T18:40:06.858+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Prof. Nakamura: Muhammadiyah Social Safety Net</title><content type='html'>Pengamat Muhammadiyah dari Chiba University, Jepang,  Prof. Nakamura Mitsuo, mengatakan sebagai kekuatan civil society, Muhammadiyah bisa jadi jaring pengaman sosial (social safety net). Di saat negara sedang mengalami kesulitan dan krisis, maka organisasi sosial seperti Muhammadiyah dapat diandalkan sebagai penyelamat kekuatan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambahkannya, kelas menengah yang semakin ‘gemuk’ di Indonesia akan melahirkan kekuatan tersendiri dan apabila terjadi kesenjangan dengan kaum pinggiran dan masyarakat miskin maka kekuatan ini akan sulit dibendung. Muhammadiyah dapat menjembatani kalangan menengah itu untuk membantu kelas-kelas sosial di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, kata Nakamura, hampir sama dengan Thailand yang terkena krisis sosial dan ekonomi pada tahun 1997-1998. Thailand bisa bertahan dan tumbuh, tapi akhirnya jatuh lagi akibat krisis sosial yang terus menerus. Beruntunglah Indonesia memiliki Muhammadiyah dan NU, serta ormas lain yang bisa menjaga kekuatan civil society. “Muhammadiyah bisa diandalkan menjadi social safety net,” ujarnya. Dalam kondisi kritis sekalipun Muhammadiyah masih tetap bisa mengoperasikan pelayanan umat, seperti melalui lembaga pendidikan, kesehatan dan pelayanan sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, dalam kuliah tamu di UMM, Senin (18/10), yang diikuti akademisi UMM dan beberapa pengurus Pimpinan Wilayah dan Daerah Muhammadiyah itu, Nakamura tak segan-segan mengritik Muhammadiyah. Menurutnya,  dulu Muhammadiyah dibangun dengan susah payah oleh orang-orang orang yang berani mengambil risiko, berdedikasi tanpa pamrih. Sekarang dia mengkhawatirkan kesenimbungan generasi seperti itu sudah sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyontohkan UMM. “Pada tahun 1986, pertama kali saya berkunjung ke kampus ini, saya hanya melihat kampus kecil (kampus I, Jl. Bandung, Malang). UMM, menurut saya, dulu merupakan upaya perseorangan yang memiliki keberanian mengambil risiko dan berdedikasi tanpa pamrih sehingga bisa besar seperti sekarang,” ujarnya. Generasi sekarang tahunya UMM sudah besar sehingga nilai perjuangannya tidak seperti dulu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Nakamura juga menilai Muktamar di Jogyakarta beberapa waktu lalu cukup sukses dalam hal selebrasi Satu Abad Muhammadiyah. Tetapi secara penguatan intelektual dan ideologi belum ada pematangan yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Nakamura menawarkan gagasan agar Muhammadiyah selalu melakukan mawas diri atau instropeksi diri. Tidak perlu menggembar-gemborkan jumlah umatnya karena memang tidak ada data yang akurat mengenai itu. Semua orang sudah tau kiprah Muhammadiyah, sehingga yang diperlukan adalah pendataan itu untuk mengetahui dirinya sendiri agar arah pengembangannya lebih jelas dan terukur. “Jangan sekedar dilihat dari kegiatan ini dilaksanakan, kegiatan yang lain tidak dilaksanakan saja. Tapi ukurannya apa harus jelas,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Nakamura di UMM kali ini adalah yang keempat kalinya. Terakhir, Nakamura menghadiri Muktamar Muhammadiyah ke-45 di UMM tahun 2005. Waktu itu selain menjadi peninjau, Nakamura juga melakukan riset tentang Muhammadiyah. (trs/nas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Universitas Muhammadiyah Malang&lt;br /&gt;http://www.umm.ac.id/berita-umm-1647--prof-nakamura-muhammadiyah-social-safety-net.html&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-8580824218939264101?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/8580824218939264101/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/prof-nakamura-muhammadiyah-social.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/8580824218939264101'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/8580824218939264101'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/prof-nakamura-muhammadiyah-social.html' title='Prof. Nakamura: Muhammadiyah Social Safety Net'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-4493491385263730529</id><published>2010-10-16T01:00:00.006+07:00</published><updated>2010-10-20T18:36:52.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Fenomena Ummat Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;b&gt;Realita dan Harapan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Anas Yusuf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, Padahal kamulah orang-orang yang paling Tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;[QS. Ali Imraan (3): 139]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Muqaddimah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Indonesia Negara yang kaya raya dengan potensi sumberdaya alam yang merupakan pemberian anugerah Allah Swt lewat serangkaian perjuangan dan jihad Qital Fisabilallah, dan ummat Islamlah pemegang saham terbesar di negeri tercinta. Namun dengan kemerdekaan lebih dari setengah abad (65 tahun), hanya merdeka secara fisik dengan terbebasnya batas teritorial dari cengkeraman imperial yaitu merdeka secara de jure. Sekali lagi secara de facto belum merdeka baik secara politik, ekonomi, social, budaya, hukum, dan keadilan. Pemimpin demi pemimpin silih berganti mulai Bung Karno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY. Belum ada diantara mereka yang berani dan benar-benar mau dan tunduk, taat dan pasrah total kepada yang membuat kehidupan dan pemberi kemerdekaan itu sendiri yaitu Allah Azza wajalla-rabbul 'alarnin. Sehingga fenomena yang terjadi adalah hampir dalam semua aspek kehidupan menunjukkan hal-hal negative, misalnya kekayaan alam yang melimpah ruah dengan aset-aset Negara telah dijarah, dirampok, dijual ketangan asing, utang luar negeri bertambah. Bahkan anak-anak yang baru lahir terbebani 7 juta rupiah, kondisi yang benar-benar nyaris manuju kehancuran dan tergadaikan. Semua ini terjadi karena salah kelola, salah urus oleh para pemimpin baik eksekutif, yudikatif, dan legislative yaitu tidak beraninya mereka untuk menegakkan syariat Islam yaitu aturan Allah sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta".&lt;br /&gt;[QS. Thaha (20): 124]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Posisi fenomena umat Islam saat ini termarjinalkan-terpinggirkan terpuruk lemah tak berdaya. Kondisi ini pernah diprediksi Rasulullah SAW sekian abad yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring,&lt;br /&gt;berkata seseorang "Apakah sedikitnya kami waktu itu?"&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih diatas air dan Allah membuat rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan, di dalam hatimu penyakit wahn."&lt;br /&gt;Seorang bertanya: "Apakah itu wahn ya Raslullah?"&lt;br /&gt;Beliau bersabda:" Mencintai dunia dan takut mati,"&lt;br /&gt;[HR. Abu Dawud No. 4297, Ahmed : 278]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Inikah kondisi riil ummat Islam pasca kemerdekaan yang kesekian kalinya masih dijajah. Posisi umat dinegara-negara yang berbasis mayoritas umat Islam mulai dari Afghanistan, Irak, Iran, Thailand , Kasmir, Indonesia dst dalam kondisi termarjinalkan-dijajah dan tidak ada pembelaan yang substansial, semua bersikap mencari aman sendiri dan benar-benar mati suri ketika menghadapi hegemoni asing. Hal ini disebabakan karena umat Islam terjangkiti penyakit wahn, sehingga umat Islam terhina dina seperti domba tidak memiliki harga diri-izzah, sebagaimana sabda Raslullah SAW dari Annas R.A.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Akan datang atas manusia suatu masa, di mana keadaaan orang mukmin pada masa itu lebih hina daripada domba&lt;br /&gt;[]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Bila dirinci adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Kondisi Politik Masih dijajah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara politik umat Islam terpecah belah belum bisa bersatu menghadapi musuh bersama, hal ini disebabkan oleh faktor internal yaitu munculnya sikap fanatisme kelompok (ashobiyah) dan egoisme elit partai-ormas Islam (harokah Islamiyah) dimana semua ingin menjadi nomer satu dengan syahwat politik yang tinggi untuk kepentingan dunaiwi bukan memperjuangkan ideologi dan syariat islam. Sedangkan faktor eksternal yaitu kuatnya hegemoni negara-negara asing dengan ghozwul fikrinya, maka ke depan Tarbiyah Assiyasi (pendidikan politik) untuk umat Islam sangat penting agar umat Islam tidak dipecundangi oleh musuh-musuh Islam. Yang jelas kondisi partai politik Islam kali ini memalukan dan sangat memprihatinkan yaitu pasca Pileg dan Pilpres benar-benar knock out (KO). Masa depan mereka suram, sekali lagi ini disebabkan perilaku para politisinya yang cenderung pragmatis dan meninggalkan menegakkan perjuangan ideologi (agama Islam) sebagai ideologi (mabda') dalam bernegara, bermasyarakat, berkeluarga, dan menjadikan manhaj dakwah dan jihad sebagai panglima dalam kehidupan serta tujuan bukan politik sebagai panglima dan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti menunjukan bahwa menegakkan syariat Islam (Tabigus Syariat) lewat jalur partai dan system demokrasi hanyalah fatamorgana, Bahkan menurut, Ketua MUI KH. Cholil Ridwan mengatakan "masa depan politik umat Islam sudah habis, partai Islam pun tak efektif lagi, jadi bubarkan saja...! Percuma saja meskipun. lambangnya Ka'bah, Bulan Bintang dengan embel-emoel dakwah dst, kecenderungan para politisi partai Islam berazas Islam maupun berbasis umat Islam kian pragmatis duniawi, yaitu di parlemen hanya bekerja mencari secuil materi, harta, kedudukan menjadi hamba perut-biologis (abdul buthun) dan inilah hakekat partai Abunawas yaitu partai politik yang tak pantas membawa embel-embel Islam dan dakwah. Kalau memang masih membawa nama simbol-simbol Islam, jelas mereka menjadikan Islam sebagai alat dan kekuasaan sebagai tujuan. Nilai-nilai idealisms dan ideologi runtuh, tujuan menjadi kabur, jalan yang ditempuh salah sasaran tidak seperti sepak terjang para politisi Partai Masyumi ketika di bawah kebasaran Muhammad Natsir dan kawan-kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun umat Islam tidak boleh putus asa dan apriorl, terhadap politik, harapan itu masih ada entah di tangan siapa. lnsya Allah janji Rasul akan terbukti:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Akan senantiasa ada sekelompok dari ummatku menegakkar, kebenaran tanpa terganggu oleh orang-orang yang menghinakan dan menentang mereka, hingga datang kemenangan dari Allah.&lt;br /&gt;[HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;2. Masih dijajah sistem ekonomi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara ekonomi umat Islam jugs tidak memiliki peran yang strategis dalam mengambil kebijakan publik baik di tingkat pusat sampai ke daerah. Sehingga system perekonomian masih mengadopsi system konvesional-liberalis-kapitalis-sosialis-ribawi. Hegemoni kekuatan asing Negara superpower yang dikendalikan Yahudi masih kuat. Sehingga penghisapan dan exploitasi sumber daya alam dan Ekonomi berdampak pada kimiskinan secara struktural maupun budaya meningkat, termasuk angka pengangguran naik dan sulitnya mancari pekerjaan, penjajahan ekonomi terhadap umat Islam dengan konsep madhzab ekonomi liberal-kapitalistik. Ribawi sudah mengakar dan mendarah daging walaupun dalam perkembangannya cukup menggembirakan mulai adanya kesadaran berislam (wa'yul Islami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam dengan adanya Bank Syari'ah semisal Baitul Maal Wat Tamwil (LKS-BMT). Itu saja masih banyak umat Islam berhubungan dan berinteraksi dengan Bank Konvesional-Ribawi, padahal sudah jelas dan terang fatwa MUI tentang haramnya Bank Konvesional-Ribawi dengan Bunga Bank. Apalagi Allah dan Rasulnya mengharamkan dan memerangi, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُون&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.&lt;br /&gt;[QS. al-Baqarah (2): 275]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِين&lt;br /&gt;فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُون&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.&lt;br /&gt;Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.&lt;br /&gt;[QS. al_baqarah (2): 278-279]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;dari Jabir:&lt;br /&gt;Rasul bersabda: "Dilaknat orang yang makan riba, orang yang memberi riba, pencatat riba, dan orang saksi riba."&lt;br /&gt;Beliau mengatakan: "Mereka semua sama".&lt;br /&gt;[HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dari Ibn Masud bahwa Nabi SAW bersabda: "Riba itu mempunyai tujuh puluh tiga (73) pintu (tingkatan) yang paling ringan dosanya sama dengan seseorang yang melakukan zina dengan ibunya".&lt;br /&gt;[HR. al-Hakim]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Oleh karena itu sekali lagi saatnya kita sekarang hijrah dari ekonomi konvesional ribawi ke ekonomi syari'ah atau perbankan syari'ah semisal Baitul Maal Wat Tamwiul (BMT) dan memasukkan persoalan ekonomi keluraga dan usaha dalam konteks kehidupan Islami. Karena setiap rupiah yang kita belanjakan dan transaksikan, apakah menguatkan dan menguntungkan saudara sendiri atau menguatkan penjajahan ekonomi atas umat Islam .Yakinkan bahwa setiap rupiah uang kita akan dipertanyakan oleh Allah nanti, pada saat hari kiamat. Bukankah semua rezeki pada hakekatnya adalah pemberian Allah Azza waajallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Masih dijajah dibidang budaya.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Musuh-musuh umat Islam faham betul bahwa untuk menghancurkan kekuatan kaum muslimin tidak menggunakan kekerasan, perang fisik tapi menggunakan strategi Ghozwul Fikri (perang pemikiran). Hal, ini terbukti dengan statemen Gleed Stone "Tidak akan mampu, selama di dada mereka masih ada Al-Qur'an dan As Sunnah, tugas kita adalah mencabut Qur'an dan Sunnah dari hati mereka, baru kita menang dan menguasai mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara aspek budaya Raslullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;"Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya."&lt;br /&gt;Para sahabat bertanya "Siapa mereka ya Rasulullah?"&lt;br /&gt;Beliau menjawab, "orang-orang Yahudi dan Nasrani?"&lt;br /&gt;[HR. Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Artinya, umat Islam akan mengikuti gaya hidup, budaya. sehingga sadar atau tidak sadar saat ini mereka mengendalikan fikiran, hati, ucapan, dan perilaku kita mulai dari model pakaian, makanan, seni, budaya, hiburan, serta gaya hidup lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Khatimah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Secara defacto umat Islam memang belum merdeka baik di bidang politik, hukum, ekonomi, budaya, dan aspek-aspek lainnya, namun sebagai seorang muslim kita harus tetap optimis bahwa kejayaan dan kemuliaan Islam itu akan kembali ke dalam genggaman kaum muslimin. Karena masa depan adalah milik umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُون&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.&lt;br /&gt;[QS. Ali Imran (3): 110]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Dan Rasulullah SAW pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang mengatakan kebenaran (Al HAq-Al Islam bukan ashobiyah hizbia-harakah Islam ansik) tanpa terganggu oleh orang yang menghinakan dan menentang mereka, hingga datang kemenangan dari Allah.&lt;br /&gt;[HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;Dan juga dalam firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِين&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim,&lt;br /&gt;[QS. Ali Imran (3): 140]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;sekarang bagaimana, mau bermujahada untuk memberi kontribusi nyata untuk kemuliaan, kejayaan, dan kemenangan-kemerdekaan umat Islam sehingga firman Allah dalam surat An-Nashr terwujud:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْح&lt;br /&gt;وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا&lt;br /&gt;فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,&lt;br /&gt;dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,&lt;br /&gt;maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.&lt;br /&gt;[QS. an-Nashr (): 1-5]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;Wallahu a'lam bish-showab.&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-4493491385263730529?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/4493491385263730529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/fenomena-ummat-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4493491385263730529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4493491385263730529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/fenomena-ummat-islam.html' title='Fenomena Ummat Islam'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-8315720020877275112</id><published>2010-10-09T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-10-09T15:00:02.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Membangun Komitmen Muslim Dalam Kebersamaan Untuk Menegakkan Nilai-Nilai Ajaran Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Drs. H. M. Nasikh, MSi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;[QS. Ali Imraan (3): 103]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut adalah merupakan dasar atau pijakan bagi setiap muslim untuk membangun komitmen dalam menegakkan nilai-nilai ajaran Islam (ber-syari`at) atau melalui kitab-kitab Allah SWT dari kitab-kitab terdahulu seperti Taurat, Injil, sampai pada kitab yang terakhir yaitu al-Qur'an dalam kehidupan secara pribadi dan dalam kebersamaan atau secara bersama-sama, karena kalau tidak demikian, maka seseorang atau masyarakat muslim tidak dipandang beragama sedikitpun, atau tidak dinilai oleh Allah SWT pelaksanaan agama, ibadah, amal-perbuatan, tingkah-lakunya dan sebagainya. Sehingga, amal perbuatannya.menjadi sia-sia di hadapan Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, satu hal yang menjadi persyaratan untuk menegakkan nilai ajaran Islam tersebut adalah dengan secara bersama¬sama, dan tidak boleh secara sendirian, karena dengan sendirian itu tidak akan menumbuhkan kekuatan atau keberhasilan, atau kekuatan menjadi lemah atau terpuruk, atau compang¬camping atau porak-porandanya persatuan atau persaudaraan dalam Islam. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;[QS. Ali Imraan (3): 103]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa dituntut kepada setiap muslim bila ingin mendapatkan kemenangan atau keberhasilan atau kejayaan, maka harus memiliki pegangan yang kuat (komitmen) dalam kebersamaan (berjamaah), yang salah satu wujudnya adalah dakwah jamaah, karena dengan kebersamaan tersebut secara sunnatullah Islam dan ummatnya akan semakin kuat ('izzul-lslam wal-muslimin), sebagaimana yang telah dipraktekkan Oleh nabi Muhammad saw dalam membangun kebersamaan dengan para sahabatnya dalam mewujudkan syari'at atau nilai ajaran Islam yang berada di Madinah, yang pada akhirnya berkembang dan meluas hampir di seluruh dunia sampai sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan tersebut, maka dapat diterangkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Muslim harus meng-Iman-i dan komitmen terhadap nilai-nilai ajaran Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim wajib meng-Iman-i dan komitmen terhadap nilai-nilai ajaran Islam, karena Islam adalah ajaran yang paling sempurna dan mutlak kebenarannya sebagai suatu sistem kehidupan dan sebagai suatu kebulatan ajaran yang universal dan eternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَاب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.&lt;br /&gt;[QS. Ali Imraan (3): 19]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.&lt;br /&gt;[QS. Ali Imraan (3): 85]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setiap muslim harus istiqofnah (komitmen) dalam iman keyakinannya, serta senantiasa berusaha memelihara dan meningkatkan mutu iman-keyakinannya itu. Orang Yang tidak mengimani komitmen terhadap ajaran Islam tersebut disebut sebagai orang yang kufur dan tersesat sejauh-jauhnya. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;[QS. an-Nisaa' (4): 136]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Muslim harus meng-ilmu-i ajaran Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim wajib memperluas dan memperdalam ilmu pengetahuan (pengertian, pemahaman, penghayatan, dan penguasaan) tentang Islam, dalam segala seginya (kaffah) sesuai dengan kemampuan (mas'tatha'tum) atau kompetensi atau bidangnya secara maksimal (optimal) dalam setiap kesempatan (full employment), secara terus¬menerus (continous), sampai ajal menjemputnya (meninggal dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.&lt;br /&gt;[QS. al-Baqarah (2): 208]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana hadits Rasulullah saw yang berbunyi: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Man Yuridi'l-Lahu bi-hikhairan yuffaqih-hu fie d-Din"&lt;/span&gt; (Barangsiapa Yang dikehendaki oleh Allah SWT kebaikan, maka dia difahamkan tentang ajaran agama).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Muslim harus meng-amal-kan ajaran Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim wajib memanfaatkan iman-keyakinan dan ilmu-pengetahuan tentang Islam dalam amal-perbuatannya sehari-hari, dalam pelbagai segi peri-kehidupan dan penghidupan sehari-hari sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya masing-masing secara maksimal, dengan jalan mengamalkan dan merealisasikan Islam dalam diri, keluarga, tetangga, lingkungan, masyarakat luas dan negaranya, dan dunia pada umumnya, dalam batas-batas kemampuannya (da'wah dalam pengertian yang luas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana hadits Rasuluilah saw sebagai berikut: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;'Idza amartu-kum bi Syai-in fatu bihf-ma's¬tatha'tum"&lt;/span&gt; (Jika kuperintahkan sesuatu, maka laksanakanlah sekuasa-sekuatmu)&lt;/span&gt;, juga dapat dilihat dalam al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.&lt;br /&gt;[QS. at-Taubah (9): 105]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".&lt;br /&gt;[QS. al-Baqarah (2): 286]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Muslim harus men-dakwah-kan ajaran Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim wajib mendakwahkan ajaran Islam sesuai dengan kemampuan dan kesanggupannya masing-masing, sesuai dengan profesi dan dedikasinya masing-masing kepada orang lain, baik orang Islam sendiri, maupun orang-orang yang tidak atau belum beragama Islam (da'wah dalam pengertian khas). Sebagaimana hadits Rasulullah saw yang sangat terkenal, yaitu-. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ballighu 'anni wa-lau Ayatan"&lt;/span&gt;(Sampaikan dari padaku, walaupun hanya satu ayat !)&lt;/span&gt;, atau dalam hadits yang lain: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Hendaklah yang hadir menyaksikan, menyampaikan yang telah ku-sampaikan kepada mereka yang tidak hadir!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Muslim harus mem-perjuang-kan ajaran Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim harus memperjuangkan ajaran Islam ketengah-tengah ummat dengan kesungguhan (mujahadah), karena orang yang memperjuangkan Islam akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT dan juga akan diberikan jalan oleh Allah untuk mendapatkan keberhasilan, kejayaan, keberuntungan, keberhasilan dan sebagainya. Sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;[QS. al-Baqarah (2): 218]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam firman Allah SWT yang lain, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.&lt;br /&gt;[QS. al-Ankabuut (29): 69]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Muslim harus ber-shabar. dalam memeluk ajaran Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim harus ber-shabar (tabah lahir dan batin) ketika berjuang atau bersungguh¬sungguh memperjuangkan nilai ajaran Islam, karena dalam perjuangan tersebut tidak terlepas dengan resiko sebagai konsekwensi orang yang meng-Imani Islam, meng-ilmu-i Islam, meng-amal-kan Islam, mendakwahkan Islam, dan memperjuangkan Islam dari segala tantangan, rintangan dan halangan, baik dari intra-dirinya (secara internal) maupun ekstra-dirinya (secara eksternal). Dalam persoalan ini dapat dilihat dalam beberapa firman Allah SWT sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُون&lt;br /&gt;وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِين&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.&lt;br /&gt;[QS. al-Ankabuut (29): 2-3]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِين&lt;br /&gt;الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُون&lt;br /&gt;أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُون&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.&lt;br /&gt;(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".&lt;br /&gt;Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;[QS. al-Baqarah (2): 155-157]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.&lt;br /&gt;[QS. Ali Imran (3): 200]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu a'lamu bish-showwab.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-8315720020877275112?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/8315720020877275112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/membangun-komitmen-muslim-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/8315720020877275112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/8315720020877275112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/10/membangun-komitmen-muslim-dalam.html' title='Membangun Komitmen Muslim Dalam Kebersamaan Untuk Menegakkan Nilai-Nilai Ajaran Islam'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-783035498969679521</id><published>2010-09-25T01:00:00.000+07:00</published><updated>2010-10-10T19:44:50.697+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Jumatan Pertama di Masjid Kompleks RS UMM</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TLG0kYyQC4I/AAAAAAAABDo/afQ28j9eQi8/s1600/masjid(1).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://2.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TLG0kYyQC4I/AAAAAAAABDo/afQ28j9eQi8/s320/masjid(1).jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Masjid baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mulai difungsikan. Masjid yang dibangun di kompleks Rumas Sakit Pendidikan UMM itu digunakan untuk melaksanakan solat Jumat pertama kalinya hari ini (24/09). Ratusan jamaah yang terdiri dari masyarakat sekitar, para pekerja bangunan RS dan sebagian pegawai UMM memenuhi masjid berukuran sekitar 300 meter berlantai tiga itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantu Rektor II, Drs. Mursidi, MM, mengatakan untuk memulai aktivitas publik di kompleks RS UMM memang sengaja dengan kegiatan keagamaan. Selain untuk memperkenalkan kepada masyarakat sekitar juga dapat dimaknai sebagai memulai sesuatu dengan sebuah kebaikan. Untuk itu pembangunan masjid didahulukan untuk diselesaikan sebelum seluruh bangunan RS tuntas.&lt;br /&gt;Masjid baru ini merupakan masjid ketiga yang dibangun oleh UMM. Dua masjid lainnya terletak di kampus II (masjid Ad-Dakwah) dan di kampus III (masjid AR Fahruddin). Masjid AR Fahruddin yang memiliki bangunan lima lantai merupakan masjid kampus terbesar di Asia Tenggara.&lt;br /&gt;Rektor Dr. Muhadjir Effendy, MAP memberi nama masjid KH M. Bedjo Darmoleksono untuk masjid baru itu. Nama pelopor Muhammadiyah di Malang ini diambil untuk memberi spirit dakwah agar masjid bari itu memberi manfaat bagimasyarakat sekitar, sebagaimana ketokohan Kyai Bedjo pada masanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagaimana KH Dahlan (pendiri Muhammadiyah), Kyai Bedjo juga seorang ulama yang berdakwah melalui silaturahim yang kuat. Beliau berkeliling mendekati umatnya untuk menyampaikan pesan Islam sekaligus memberi pertolongan kepada mereka,” kata Wakidi, sekretaris BPH UMM, yang menjadi khotib pertama di masjid itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Kyai Bedjo memiliki struktur bangunan yang khas. Gaya arsitekturnya meniru gaya Tionghoa, yang mengingatkan kita pada bentuk bangunan masjid Muhammad Cheng Ho di Pasuruan. Filosofi yang hendak dibangun dari bentuk bangunan itu, menurut PR II, diambil dari anjuran Islam untuk mencari ilmu hingga ke negeri Cina. Dengan demikian, siapapun yang melihat dan berkunjung di masjid itu diharapkan bisa terinspirasi hadis nabi ‘tuntutan ilmu sampai ke Cina’. (nas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Universitas Muhammadiyah Malang&lt;br /&gt;http://www.umm.ac.id/berita-umm-1601jumatan-pertama-di-masjid-kompleks-rs-umm.html&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-783035498969679521?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/783035498969679521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/09/jumatan-pertama-di-masjid-kompleks-rs.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/783035498969679521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/783035498969679521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/09/jumatan-pertama-di-masjid-kompleks-rs.html' title='Jumatan Pertama di Masjid Kompleks RS UMM'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/TLG0kYyQC4I/AAAAAAAABDo/afQ28j9eQi8/s72-c/masjid(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-3872974195416516220</id><published>2010-09-23T01:00:00.001+07:00</published><updated>2010-10-10T18:56:07.754+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>SMK Muhammadiyah 1 Jadi Percontohan</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sukses menjadi RSBI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;KEPANJEN – Tidak sia-sia SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen serius mengembangkan standar manajemen mutu internasional dalam memberikan pelayanan pendidikan sejak dua tahun terakhir. Pasalnya, kini SMK bertaraf internasional (SBI) ini dipercaya menjadi sekolah percontohan bagi SMK-SMK Muhammadiyah se Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Predikat ini diperoleh pasca pertemuan forum jaringan sekolah Muhammadiyah se Jawa Timur belum lama ini. Hal ini juga ditegaskan oleh ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Malang, Drs Putut , Kamis (16/9) lalu, dalam kesempatan halal bi halal bersama keluarga besar SMK Muhammadiyah 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Alhamdulillah telah terbentuk satu lagi jejaring atau forum SMK Muhammadiyah se Jatim. Kita patut berbangga karena SMK Muhammadiyah 1 terpilih menjadi model percontohan bagi SMK-SMK lain,” kata Putut di hadapan peserta halal bi halal.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan menjadi sekolah percontohan, imbuh Puput, apa yang dikembangkan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen layak ditiru dan diterapkan di sekolah kejuruan Muhammadiyah lainnya. Terbentuknya forum SMK Muhammadiyah sekaligus menggenapi jejaring yang sebelumnya ada, yakni jejaring SMP dan SMA Muhammadiyah se Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpilihnya SMK Muhammadiyah 1 sebagai model percontohan bukan lah tanpa alasan. Tercatat, terdapat 80 SMK Muhammadiyah se Jatim. Dua di antaranya, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dan SMK Muhammadiyah Babat Lamongan telah berpredikat sebagai SBI. Sebelumnya, beberapa sekolah, seperti SMP Muhammadiyah 5 Surabaya, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, dan SMA Muhammadiyah 1 Gresik berpredikat serupa sebagai sekolah percontohan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala SBI SMK Muhammadiyah 1 Drs Herijanto mengatakan, menjadi SMK model percontohan berimplikasi lembaganya bisa memberikan pembinaan SMK-SMK Muhammadiyah se Jatim. Terkhusus, SMK Muhammadiyah 1 juga dituntut mampu membantu persiapan SMK yang tengah memproyeksikan menjadi RSBI maupun berstandar manajemen ISO. min-KP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Sumber:&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Koran Pendidikan Online&lt;br /&gt;www dot koranpendidikan dot com /artikel/5922/smk-muhammadiyah-1-jadi-percontohan.html&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-3872974195416516220?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/3872974195416516220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/09/smk-muhammadiyah-1-jadi-percontohan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3872974195416516220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3872974195416516220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/09/smk-muhammadiyah-1-jadi-percontohan.html' title='SMK Muhammadiyah 1 Jadi Percontohan'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-4085876436236304127</id><published>2010-08-16T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-18T05:19:36.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>NU-Muhammadiyah Ngaji Bareng</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ajak Umat Luapakan Perbedaan Mazhab &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MALANG KOTA&lt;/span&gt; - Momentum datangnya bulan Ramadan dimanfaatkan dua ormas besar untuk ngaji bareng. Kemarin (15/8), ketua PC Nahdlatul Ulama KH Marzuki Mustamar dan Ketua Pengurus Daerah Mumammadiyah Kota Malang Taufik Kusuma memberikan ceramah dalam satu forum di Masjid Jamik Al Ikhsan Gadang. Ngaji bareng dengan tema 'Indahnya Kebersamaan dan Nikmatnya Puasa Bersama Rasullulah' itu difasilitasi oleh takmir Masjid Al-Ikhsan dan Yayasan Qurrota'ayun. Puluhan puluhan umat Islam tampak antusias mengikuti acara ngaji bareng itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Marzuki Mustamar dalam ceramahnya mengatakan kegiatan ngaji bareng NU-Muhammadiyah itu akan dilaksanakan secara terus menerus. Dia menilai, dua ormas ini wajib menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. ''Bagi NU kebersamaan menjaga keutuhan NKRI adalah kewajiban. Caranya dengan menanamkan nilai ke-Islaman, ke-Indonesiaan dan kemanusiaan,'' kata pengasuh PP Sabilur Rosyad Gasek ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut dia berharap, perbedaan mazhab dan pendapat antara NU dan Muhammadiyah tidak perlu dipersoalkan. Syaratnya kata Marzuki, perbedaan itu masih dalam koridor ahlusunnah waljamaah. ''Beda hasil ijtihad itu kalau disikapi dengan jujur, ikhlas maka tidak akan terjadi apa-apa. Perkara dulu pernah ada pertentangan antara NU dan Muhammadiyah dilihat sebagai sejarah saja. Saat ini kita sudah harus menghilangkan sikap saling ejek,'' imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika sanggup, dia mengajak kepada Muhammadiyah untuk mengelar dialog dengan mengundang tokoh-tokoh yang lebih alim untuk membahas masalah perbedaan antara NU dan Muhammadiyah. Ada dua hal yang bisa diperoleh kata Marzuki, di antaranya timbul kesepakatan bagaimana menyelesaikan masalah perbedaan itu. Kedua kalau tidak muncul kesepakatan maka minimal akan ada sikap saling memahami antara yang satu dengan yang lain. ''Jadi harapannya tidak ada lagi yang mengolok-olok yang itu kok salat tarawiha 11 rakaaat dan yang ini kok 23 rakaat,'' kelakarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Taufik Kusuma mengatakan siap untuk diajak ngaji bareng secara intens. Kesiapannya itu dikatakan dia pada saat memberikan jawaban salah seorang penanya yang berharap kegiatan ngaji bareng antara NU dan Muhammadiyah terus dilakukan, minimal tiga bulan sekali. ''Seperti yang dikatakan Pak Kiai (KH Marzuki Mustamar), kami memang sudah sering bertemu,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ramadan ini, Marzuki menandaskan akan ada semacam pertukaran tempat ngaji bareng. ''Nanti gentian. NU akan bersama-sama Muhammadiyah ngaji bareng di Masjid Muhammadiyah. Begitu sebaliknya Muhammadiyah akan ngaji bareng di masjid NU,'' kata Marzuki seusai memberikan ceramah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di di tempat yang sama, ketua panitia Rohmat berharap dengan bertemunya dua pimpinan ormas besar tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan Islam. ''Momentum Ramadan memang harus dimanfaatkan untuk saling silaturrahmi. Kalau pemimpinnya bertemu maka umat akan tenteram,'' tuturnya. (rif/abm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Koran Pendidikan&lt;br /&gt;www dot jawapos dot co dot id /radar/index.php?act=detail&amp;rid=175032&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-4085876436236304127?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/4085876436236304127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/08/nu-muhammadiyah-ngaji-bareng.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4085876436236304127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4085876436236304127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/08/nu-muhammadiyah-ngaji-bareng.html' title='NU-Muhammadiyah Ngaji Bareng'/><author><name>Muhammadiyah Malang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02571838221503106588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-6182619659243702194</id><published>2010-08-05T09:03:00.000+07:00</published><updated>2010-08-13T09:09:46.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Sempat Dapat 9 Siswa, Kini Ancang-Ancang Menuju Sekolah Inovasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memaknai 10 Tahun Kepemimpinan Haryoso&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JABATAN sebagai Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Kota Malang, yang diembannya sudah berakhir Juli ini. Meski demikian, Drs Haryoso masih ingin terus berkiprah di dunia yang sudah digelutinya sejak sepuluh tahun lalu tersebut. Terlebih di tahun ajaran baru ini SMPM 2 tengah memiliki gawe besar menjadi Sekolah Inovasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pria yang kini menjabat Waka Sekolah bagian kurikulum dan tata usaha ini, mengabdi di SMPM 2 selama sepuluh tahun telah membuatnya paham bagaimana jatuh bangun sebuah sekolah Muhammadiyah yang selama ini hanya dipandang sebelah mata. Sebenarnya pada awal-awal berdiri tahun 1965, SMPM 2 menurutnya cukup banyak diminati masyarakat karena saat itu belum banyak berdiri sekolah swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak sekolah swasta merebak, popularitas SMPM 2 pun sedikit menurun. Bahkan sekolah yang berada di Jalan Letjend Sutoyo ini, kini harus bisa tetap bertahan meskipun hanya menerima siswa tak lebih dari 20 anak, seperti tahun ini yang hanya memperoleh siswa sebanyak 17. Bahkan kisah dramatis sempat Ia rasakan di tahun ajaran 2009/2010 yang hanya mendapat sembilan siswa. Namun demikian, ia menuturkan yang cukup membanggakan input di sekolah ini merupakan kalangan tidak mampu yang dibiayai dari yayasan. “Inilah tantangan besar buat saya, bagaimana membuat input dari kalangan bawah tersebut dapat menjadi output yang luar biasa,” ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lantas dengan kondisi sekolah yang minim peminat tersebut, mengapa pria kelahiran Tuban 4 April 1969 ini tetap bertahan? Menurutnya, Ia ingin pekerjaan yang dilaluinya menjadi sebuah lahan ibadah dan bukan semata-mata untuk mengejar materi. “Saya percaya dengan firman Allah yang mengatakan, bekerjalah dengan sungguh-sungguh  dalam satu bidang pekerjaan. Seibarat membuat sumur, buatlah satu sumur di rumah, insyaallah akan ada banyak sumbernya,” urai pria yang kini tengah menempuh S2 Kebijakan Pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Ia bertahan di SMPM 2 karena menurutnya sekolah ini tetap harus bertahan untuk memberi kesempatan kepada anak bangsa dari kalangan tidak mampu yang berhak mendapat pendidikan. Lika-liku yang pernah Ia lalui sebagai kepala sekolah diantaranya, susahnya mendapatkan perhatian dari pemerintah. “Ibarat mengisi bak, sekolah negeri diisi dengan luber oleh pemerintah, sementera sekolah swasta dibiarkan kering kerontang. Padalah sekolah swasta juga memiliki andil yang besar terhadap pendidikan,” imbuh lulusan S1 Universitas Negeri Malang (UM) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun berkat, dukungan dan semangat dari banyak pihak, Ia berkomitmen akan terus mempertahankan sekolah dengan kondisi bagaimanapun juga. Kini bersama kepala sekolah yang baru Ia optimis sekolahnya bisa lebih maju dengan berubah nama SMPM 2 Inovasi. Tak, hanya sekedar nama, Ia juga akan merombak seluruh sistem yang ada di sekolahnya mulai dari gedung, sarana prasarana, kualitas guru hingga pengajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah awal yang sudah Ia dan rekan-rekan lakukan adalah mengubah penampilan sekolah bergaya modern minimalis. “Semoga dengan penampilan yang menarik ini, masyarakat yang dulunya tak melihat sekarang  akan melirik dan akhirnya tertarik,” ungkap Bapak dua putra ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengubah wajah, sekolahnya tengah berancang-ancang membangun bagian dalam. Haryoso mengatakan, saat ini maket pembangunannya sudah ada, dengan target akan rampung lima tahun mendatang. Yakni dengan bangunan modern berlantai tiga. Bahkan di maket digambarkan dua buah toko yang ada di halaman depan sekolah untuk bidang usaha. “Bidang usaha ini kami tujukan untuk menambah pendapatan, karena kami ingin mandiri. Pelan-pelan renovasi kami lakukan, sembari menunjukkan prestasi ke luar,” imbuhnya.  &lt;br /&gt;Namun demikian, sebagai Waka kurikulum dan tata usaha, Ia mengatakan pembangunan tersebut harus diimbangi dengan kualitas sistem yang ada di dalam, baik administrasi maupun peningkatan para pengajar. “Lebih dari sekedar pembangunan gedung, kualitas guru dan karyawan juga kami prioritaskan. Untuk itu kami tengah getol mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi para guru dan karyawan, agar kinerja mereka meningkat,” imbuhnya.&lt;br /&gt;Sistem pendidikan di SMPM 2 Inovasi tahun ajaran baru ini pun sudah Ia rombak. Salah satunya dengan Bimensi yakni bimbingan mental spiritual sekolah inovasi yang diberikan setiap hari mulai pukul pukul 06.30 hingga 08.00 dengan pemateri dari luar. “Karena sekolah kami adalah sekolah dakwah, maka porsi untuk kegiatan keagamaan kami tambah,” ucapnya sembari menambahkan, siswanya juga akan mendapatkan pengayaan materi sepulang sekolah hingga pukul 14.00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan tahun ajaran baru ini, sekolahnya sudah menerima enam guru dari jenjang S-2. Guru-guru yang masih muda tersebut Ia harapkan dapat mengangkat nama SMPM 2 Inovasi. Target selanjutnya, di tahun kedua SMPM 2 Inovasi akan dapat membuka dua kelas dengan masing-masing kelas terisi 24 siswa. Tahun berikutnya, dia menargetkan sudah banyak masyarakat yang mendaftar sehingga diadakan sebuah seleksi. “Kelengkapan, LCD proyektor, perpustakaan, Lab bahasa dan lab IPA yang representative juga sudah kami miliki. Tentunya seluruh target tersebut akan bisa tercapai dengan kerjasama yang kuat,” pungkasnya. .nia-KP &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Biodata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Drs Haryoso &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tempat tanggal lahir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuban, 4 April 1969&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;SDN Mulyo Agung I&lt;br /&gt;SMPN Jatirogo I&lt;br /&gt;SMAN Jatirogo I&lt;br /&gt;Fakultas Ekonomi UM&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Organisasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1999-2000       : Sekretaris Majelis Bagian Pendidikan Dasar Muhammadiyah&lt;br /&gt;2000- sekarang: Ketua Wakaf Muhammadiyah Wilayah Kecamatan Blimbing&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karir:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1988-1990       : Pengajar SD Islam Blimbing&lt;br /&gt;1990-Juli 2010  : Kepala Sekolah SMPM 2&lt;br /&gt;Sekarang         : Waka Kurikulum dan Tata Usaha SMPM 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Koran Pendidikan&lt;br /&gt;www dot koranpendidikan dot com /artikel/5643/sempat-dapat-9-siswa-kini-ancang-ancang-menuju-sekolah-inovasi.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-6182619659243702194?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/6182619659243702194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/08/sempat-dapat-9-siswa-kini-ancang-ancang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6182619659243702194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6182619659243702194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/08/sempat-dapat-9-siswa-kini-ancang-ancang.html' title='Sempat Dapat 9 Siswa, Kini Ancang-Ancang Menuju Sekolah Inovasi'/><author><name>Muhammadiyah Malang</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02571838221503106588</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-4111322109863952952</id><published>2010-07-31T13:13:00.000+07:00</published><updated>2010-09-19T13:21:31.440+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Cak Nidhom yang Saya Kenal</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Nasrul Nasrullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengenang Nidhom Hidayatullah, Sang Penggerak dan Pendobrak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, kalangan Pemuda Muhammadiyah kota Malang, sering memanggilnya dengan sebutan “Cak”, ya Cak Nidhom. Nama lengkapnya Muhammad Nidhom Hidayatullah. Saya sendiri mengenalnya sejak saya mulai aktif di Angkatan Muda Muhammadiyah Malang tahun 1996. Saat itu cak Nidhom adalah tokoh muda Muhammadiyah yang sangat aktif dan berapi-api memberi spirit kepada adik-adiknya untuk terus berjuang melalui jalur Muhammadiyah. Saya sangat terkesan dengan cara-cara dia memupuk semangat, misalnya dengan mengajak keliling ikut pengajian, berdiskusi di semua situasi, terlibat dalam konsep ekonomi Islam, hingga dalam menerjemahkan buku-buku berbahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu, Kamis 29 Juli 2010, sekitar pukul 08.15 WIB, saya dibangunkan istri saya lewat telepon dengan nada yg mengagetkan. Katanya, Cak Nidhom meninggal dunia. Saya yang sedang di Istanbul, Turki, waktu itu baru pukul 04.15 pagi, belum subuh. Kaget dan sempat terperanjat. Innalillahi wainna ilaihi raji’un….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu sebelumnya, istri saya meminta pendapat agar pengajian di kompleks perumahan saya di Malang diisi oleh Cak Nidhom. Pengajian menjelang Ramadhan itu akan diadakan besar-besaran, melibatkan penduduk kompleks perumahan dan penduduk kampung sekitarnya. Istri saya kebetulan menjadi panitia, mewakili saya yang tidak bisa terlibat karena masih harus di Turli hingga 10 Agustus. Ide itu sudah disampaikan kepada panitia, dan semua setuju. Pak Ali, tetangga depan rumah saya yang juga paman langsung Cak Nidhom yang diminta menghubungi Cak Nidhom yang juga Sekretaris MUI Kota Malang itu. Ternyata jadwal Cak Nidhom sudah penuh untuk hari-hari itu dan belum memastikan bisa tidaknya. Memang, tak mudah mengundang Cak Nidhom, apalagi waktunya mepet. Tapi pak Ali tetap ingin Cak Nidhom mengatur waktunya. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mendengar informasi Cak Nidhom tidak bisa dihadirkan di pengajian kampung, saya terbersit untuk menghadirkan dia pada buka puasa di rumah. Dulu sudah pernah saya sampaikan langsung ke Cak Nidhom, dan dia menyanggupinya. Lama sekali saya ingin menjadi tuan rumah pengajian sekaligus buka bersama. Istri saya setuju, dan menunggu saya sendiri yang menghubungi Cak Nidhom nanti sepulang dari Turki nanti. Apa hendak dikata, baik pengajian kampung maupun pengajian buka puasa tidak akan bisa menghadirkan Cak Nidhom lagi. Bukan karena dia sibuk, tetapi Cak Nidhom sudah dipanggil lebih dulu oleh Allah SWT. Kita semua kehilangan anak muda yang sangat bersemangat memberi pencerahan umat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan terakhir saya dengan Cak Nidhom sudah agak lama, sekitar bulan April lalu. Waktu itu kami bertemu di Muspimwil Muhammadiyah Jatim. Kami melanjutkan diskusi mengenai rencana bukunya yang akan segera terbit, saya lupa judulnya, seingat saya buku itu membahas seputar panduan solat bagi suporter sepakbola. Menurut saya, ini ide unik dan agak gila, tetapi penting. Unik karena belum ada ‘fatwa’ soal solat bagi supporter. Gila karena sangat berani membuat panduan sementara belum ada ulama yang serius membahasnya. Dan penting karena buku itu mendesak mengingat menonton pertandingan sepak bola sering melewati dua atau tiga waktu solat yang tidak bisa dijamak, semisal Dhuhur, Asyar dan Maghrib. “Jadi perlu ada panduan yang praktis agar suporter tetap bisa menonton bola, tetapi tetap harus solat,” kata Cak Nidhom.&lt;br /&gt;Untuk mensosialisasikan ide itu, saya mengusulkan agar segera didiskusikan pada forum yang agak serius. Kebetulan saya punya komunitas yang cocok, yakni Forum Rumah Baca Cerdas yang dipimpin pak Nazarudin Malik. Di perpustakaan milik Prof. Malik Fadjar itupun diskusi berlangsung. Dan, para peserta diskusi sangat antusias, apalagi waktu itu bertepatan dengan panas-panasnya laga Arema dalam Liga Super Indonesia. Ketika diskusi sepak bola dikaitkan dengan usaha agar suportenya tetap bisa solat di stadion tentu sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya sampai di situ, saya menghubungi wartawan untuk memprofil Cak Nidhom di medianya. Bukan karena pribadi Cak Nidhom, tetapi idenya itu yang harus dibaca publik. Saya lupa mengecek apakah jadi diprofil atau belum, yang jelas wartawan yang saya kontak itu mengaku sudah melakukan wawancara dan menulisnya. Semoga saya bisa menemukan liputan itu nanti, dan membacanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide panduan solat bagi supporter itu hanya bagian kecil dari ide-ide Cak Nidhom yang memiliki kepribadian unik ini. Meski aliran pemikirannya sering dicap liberal, pergaulannya dengan ulama-ulama keras juga tetap terjaga baik. Dengan sesepuh Muhammadiyah, hingga dengan kalangan ulama NU sangat dekat. Sebagai ketua forum alumni Pondok Modern Gontor Malang, dia bisa menjaga kuat persaudaraan dengan sesama alumni untuk berbagai keperluan yang fungsional, tak hanya emosional, seperti membangun jaringan dakwah, pendidikan dan ekonomi. Dia sering menjadi motor penggerak gerakan social dan ekonomi, termasuk ketika masuk di dalam merintis Baitul Mal di Malang.&lt;br /&gt;Pernah kakak saya di kampungnya, di Campurejo, Panceng, Gresik, meminta saya mendatangkan ulama muda untuk memotivasi warga agar lebih bersemangat berorganisasi. Waktu itu di sana kesadaran berdakwah secara berjamaah masih rendah. Ranting Muhammadiyah baru mau dirintis. Saya mengusulkan agar Cak Nidhom yang berceramah. Hasilnya, pengajian yang hanya disiapkan kecil-kecilan itu ternyata dihadiri lebih dari 500 orang. Pasca pengajian itu, semangat ber-Muhammadiyah langsung menguat. Organisasi terbentuk, amal usaha TK dan SD Muhammadiyah berdiri dengan swadaya. Rupanya provokasi Cak Nidhom kepada warga nelayan itu berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, pada bulan Ramadhan, usai solat subuh saya dikagetkan dengan teriakan minta tolong dari rumah pak Ali, paman Cak Nidhom. Karena persis di depan rumah saya, suaranya sangat keras, dan saya dapati pak Ali sedang sekarat, pingsan usai solat subuh. Badannya menggigil dan sedikit kejang. Kontan seluruh tetangga terbangun dan segera menolong Pak Ali yang memang memiliki riwayat penyakit jantung dan stroke ringan itu. Kami membawanya ke rumah sakit, tetapi pak Ali sempat sadar sebelum mobil pak Ruci yang membawanya sampai di rumah sakit. Yang saya tau, keluarga yang saya kenal hanya Cak Nidhom, jadi saya menghubungi dia supaya menghubungi keluarga yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu terulang beberapa bulan kemudian. Di usia lebih dari 60 tahun, pak Ali masih sering nyetir mobil sendiri dan suatu hari dia pingsan di bengkel saat menyerviskan mobilnya. Istri dan anaknyapun panik menerima telepon yang dari nomor HP pak Ali yang mengabarkan kejadian itu. Oleh karena nomor Cak Nidhom ada di HP pak Ali, saya diminta oleh bu Ali untuk menghubungi Cak Nidhom agar segera ke lokasi bengkel. Alhamdulillah, dalam waktu yang sangat cepat ak Nidhom sudah ada di bengkel itu untuk menolong pak Ali. Pak Ali pun tertolong, dan sadar kembali. Pulang, dan seperti biasa, seperti tak ada kejadian apa-apa sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya nitip pak Ali ya. Dia itu sering begitu, sakit-sakitan, tapi masih sering jalan-jalan sendiri. Nanti kalau ada apa-apa tolong hubungi saya,” kata Cak Nidhom meminta saya. Ternyata, dia sendiri yang justru mendahului pak Ali. Pak Ali malah nampak lebih sehat wal afiat sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Cak Nidhom sudah lama sekali dideritanya. Dia sering kelelahan tetapi tidak digubrisnya. Apalagi sewaktu dicalonkan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 2004 mewakili Muhammadiyah Jawa Timur. Tak henti-hentinya dia keliling Jatim untuk mendekati konstituennya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak kelelahannya, sekitar lima tahun lalu, ginjalnya dinyatakan tak berfungsi dan harus diganti dengan alat yang mesti diganti cairannya tiap 8 jam. Jadi praktis, kemana-mana dia harus membawa kantung diperut yang terhubung ke saluran ginjalnya. Waktu menjenguknya di Rumah Sakit Syaiful Anwar lima tahun lalu, saya tidak bisa membayangkan bagaimana orang seenergik itu harus membawa kemana-mana kantung itu dan menggantinya tiga kali sehari. Dia sempat bercerita bahwa ginjalnya rusak akibat sering lelah dan mengonsumsi minuman energi dan berkarbonasi. Dia berjanji untuk menghentikan minuman-minuman ‘doping’ itu. Dan, ya, dia berhasil menghentikannya, tetapi tidak bisa menghentikan atau setidaknya mengurangi aktivitasnya di bidang dakwah dan sosial. Kemana saja dia diundang, dia akan berangkat, datang sendiri, menyetir sendiri.&lt;br /&gt;Mantan ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Abdul Mu’thi pernah berkelakar, jika saja ginjal Nidhom masih utuh, tentu dia akan lebih keras ketika ngaji. “Untunglah Allah membatasi gerak-gerik dia supaya tidak terlalu garang,” kata Mu’thi usai member pengajian di PDM Kabupaten Malang. Waktu itu Cak Nidhom memang memberi prolog yang agak keras terkait hubungan politik dan Muhammadiyah, terutama hubungan dengan pemerintah. Saya yakin, perihal ginjal buatan itu, tak sekali itu saja menjadi bahan guyonan ulama yang kaya akan joke-joke segarnya itu. Cocok dengan karakter mas Mu’thi yang juga pandai membuat guyonan kritis dan cerdas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saya hanya bisa mengenang masa-masa itu. Masa di mana Cak Nidhom memberi nasehat, membuat lelucon, memecahkan kebuntuhan berfikir, mendobrak kebekuhan organisasi. Dengan tetap bersahaja dan gaya hidup apa adanya. Saya ingat, waktu dia singgah di rumah saya di Paciran, Lamongan, bersama teman-teman AMM Malang usai acara Pemuda Muhammadiyah di Tuban, sekitar tahun 1997. Dia bersama teman-teman bisa menikmati makanan sederhana yang kami sajikan, hanya nasi dan ikan laut. Dia menyatakan kesannya, bahwa banyak orang Paciran yang cerdas, justru karena konsumsi ikannya tinggi. “Orang Paciran senang sekali memakan kepala ikan, dan itu proteinnya sangat tinggi, bagus untuk kecerdasan. Makanya sering-sering makan kepala ikan,” katanya waktu itu kepada saya usai menghabiskan beberapa ekor ikan yang disajikan keluarga saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Cak Nidhom, selamat jalan pejuang Islam terbaik yang pernah dimiliki Muhammadiyah Malang. Semoga akan banyak muncul penerusmu memperjuangkan agama Allah. Semoga jalanmu senantiasa diiringi Allah, segala amalmu diterima dan dosa-dosamu diampuni-Nya. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-4111322109863952952?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/4111322109863952952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/09/cak-nidhom-yang-saya-kenal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4111322109863952952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4111322109863952952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/09/cak-nidhom-yang-saya-kenal.html' title='Cak Nidhom yang Saya Kenal'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-7938377296268323278</id><published>2010-06-23T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-13T09:08:51.306+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Proses Lahirnya Muhammadiyah di Daerah Malang (III)</title><content type='html'>Pada suatu hari, dalam lawatan tablighnya, K.H.A. Dahlan hendak kembali ke Yogyakarta. Akan tetapi, sampai di Sumberpucung, beliau kehabisan kereta api jurusan barat (Yogyakarta). Beliau kemudian dengan sangat terpaksa harus mencari penginaoan di Sumberpucung itu. Dan secara kebetulan beliau bertemu dengan Pak Aspari, Kepala Stasiun Kereta Api di Sumberpucung tersebut. Kemudian menginaplah K.H.A. Dahlan di rumah dinas Pak Aspari di muka stasiun. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh K.H.A. Dahlan untuk mengenalkan Muhammadiyah di Sumberpucung. Ternyata Pak Aspari tertarik dengan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila di Surabaya, K.H. Mas Mansyur tertarik pada Muhammadiyah karena argumentasi intelaktual tentang pembaharuan Islam di Indonesia sehingga dapat meyakinkan K.H.  Mas Mansyur. Maka tertariknya Pak Aspari kepada Muhammadiyah adalah lebih bertitik beratkan pada figur dan penampilan K.H.A. Dahlan yang sederhana dan penuh keikhlasan dalam beramal. Itulah sebabnya sebelum Pak Aspari menerima dan mengembangkan Muhammadiyah, dia ingin membuktikan sendiri, apakah penampilan dan keikhlasan Muhammadiyah bukan hanya pulasan. Beberapa hari kemudian Pak Aspari pergi ke Yogyakarta “njujug” rumahnya K.H.A. Dahlan ia menyamar sebagai Musyafir yang kehabisan bekal, setelah tiba waktunya sholat, Pak Aspari minta kepada K.H.A. Dahlan untuk dapat meminjami sarung untuk sholat. Maka dengan serta merta, diajaklah tamu yang tak dikenal (K.H.A. Dahlan “pangling” pada Pak Aspari) itu ke dalam kamarnya, dan dibukakan almari pakaian. K.H.A. Dahlan mempersilahkan tamu tadi mengambi sendiri pakaian mana yang dia sukai. Pak Aspari mengambil sarung yang paling bagus, yang konon merupakan sarung yang paling sering digunakan K.H.A. Dahlan. Sarung tersebut ternyata langsung diberikan kepada Pak Aspari. Sekembalinya dari Yogyakarta Pak Aspari mendirikan Muhammadiyah di Sumberpucung, pada tahun 1922.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah semasa K.H.A. Dahlan hidup, dibagian selatan kota Malang, telah berdiri Cabang Muhammadiyah Kepanjen dan Ranring Muhammadiyah Sumberpucung. Kemudian di bagian utara, telah berdiri Muhammadiyah Cabang Pasuruan, Probolinggo dan Surabaya. Di dua arah inilah Muhammadiyah Malang mulai dirintis, disamping secara potensial Malang memiliki tokoh-tokoh kader perintis Muhammadiyah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kader perintis yang dimaksud adalah pemuda Nur Yasin. Putra K. Yasin yang pada tahun 1925 didatangkan oleh pemerintah Hindia Belanda dari Surabaya. K. Yasin diberi tugas khusus memperbaiki mental masyarakat Malang, yang pada waktu itu masih terjangkit penyakit masyarakat, yaitu mo-limo (madat, madon, maling, minum, main), dengan jalan memberi pengajian agama Islam di Masjid Jami` Malang. [18] Kemudian K. Yasin juga mendirikan pondok pesantren di Kauman (belakang masjid Jami` Malang). Setelah beliau meninggal dunia, pengajaran di pondok diteruskan oleh Kyai Rofi`i dan Kyai Mukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1925 seorang muballigh Muhammadiyah bernama Kyai Fanan, datang di Malang. Dia mengajar agama di Mulo Tanjung dan di Wil Helmina Celaket Malang, seminggu sekali. Dia adalah mubaligh keliling dengan biaya sendiri. Pada tahun 1926 dia mengadakan tabligh di Kidul Dalem Malang, yaang hadir dalam yabligh tersebut adalah siswa-siswa Mulo Gede dan Kyai tamin beserta santrinya. Pada waktu itu pemuda Nuryasin masih belajar di Al Azhar Mesir dan di Saudi Arabia(sellama ±17 tahun). Kira-kira tahun 1926 dia pulang keMalang dan langsung menggantikan kedudukan ayahnya(KyaiYasin), yang baru meninggal dunia, atas persetujuan Bupati Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kedaatangan mubaligh Muhammadiyah Kyai Fanan ternyata menarik perhatian para takoh  Muhammadiyah Cabang Kepanjen, yaitu H. Akhwan untuk merintis Muhammadiyah Malang. Kebetulan pada waktu itu, Kyai Muh. Nuryasin baru kembali dari Makkah, dan dalam diri Kyai Muh. Nuryasin telah tertanam jiwa Muhammadiyah. Sebab, sewaktu dia pulang dari Makkah, di kapal berjumpa dengan Kyai Sujak dari Yogyakarta yang juga seorang tokoh Muhammadiyah dan masih kerabat dekat dengan K.H.A. Dahlan. Kyai Sujak menjadi tertarik pada Kyai Muh. Nuryasin, karena fasihnya berbahasa Arab, maka diajaklah Muhammad Nuryasin singgah dulu di Yogyakarta. Selam di Yogyakarta, selain dikenalkan dengan gerakan pembaharuan Muhammadiyah, dia juga diambil menantu oleh K.H. Ibrahim, adik Nyai Dahlan. Oleh karena itu, setelah Nuryasin pulang ke Malang ide untuk mendirikan Muhammadiyah di Malang telah menyala-nyala di dadanya. Ide ini diwujudkan dengan mendirikan Mualimin Muhammadiyah pada tahun 1926/1927, di Kauman. Yang menjadi guru di Mualimin tersebut adalah Muh. Nuryasin dan Syekh Ali Kudus. Dengan kejadian ini, yaitu ada tanda-tanda bahwa Muhammadiyah akan berdiri, Kyai Mukti dan Kyai Rofii lalu memisdahkan diri dan pindah dari Kauman. Kyai Mukti pindah ke Kasin mendirikan pesantren sendiri, sedangkan Kyai Rofii membeli rumah sendiri di dekat masjid Jamik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide mendirikan Muhammadiyah tetap jalan terus, ini berkat dorongan Kyai Ibrahim (mertua Nuryasin) yang sering berkunjung ke Malang, dan jalinan kerjasama dengan Kyai Akhwan (Ketua Muhammadiyah Cabang Kepanjen). Akhirnya berdirilah Muhammadiyah Cabang Malang pada tanggal 1 Juli 1927.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun proses lengkap berdirinya Muhammadiyah Cabang Malang adalah sebagai berikut : [19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1924&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu beberapa orang guru negeri dan beberapa orang lainnya di Kota Malang yang bersimpati terhadap gerakan Muhammadiyah mengadakan persiapan ... mereka adalah Ronodiharjo, Abdul Rahman (guru SD Embong Brantas), E. Abdullah, Syech Sadiq Alamri, R. Suradji dan beberapa orang lainnya giat berusaha ke arah terlaksananya pendirian Muhammadiyah di Malang. Al Muchtar, waktu itu telah berhasil mendirikan Muhammadiyah Kepanjen pindah ke Malang dan mulai mengadakan hubungan dengan orang-orang yang ada di Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1926&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata bulat dimufakat, didirikanlah panitia HIS Met Den Qur`an dengan diketuai oleh Ronodiharjo, penulis A. rahman, dan E. Abdullah sebagai Bendaharanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum itu datang gilir gemanti Muballigh-muballigh Muhammadiyah dari tempat yang jauh ke kota Malang, a.l. Kyai Fanan dari Jember dan Kyai Fachruddin dari Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1927&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K.H. Muh. Nuryasin telah datang setelah selama 17 tahun belajar di Al Azar dan Makkah, hubungan segera diadakan oleh panitia. Tak lama kemudian pada tanggal 5 Juli 1927, [20] diresmikam Muhammadiyah Cabang Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pengurus pertama Muhammadiyah Cabang Malang adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua                     : K.H. Moh. Nuryasin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua                 : Ronodiharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis                   : H. Elyas Hidir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Penulis                 : A. Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendahara                : E. Abdullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantu                :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;­          Al Muchtar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;­          R. Suradji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;­          Syarip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  pengurus Aisyiyyah pada waktu itu, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua        : Ibu H.A. Djari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis      : R.A. Hasan Surati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendahara             : Ibu. H. Hasyim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantu : Ibu H. Sueb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                     Ibu Munah Tayib [21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berdirinya Muhammadiyah  Cabang Malang, berarti Muhammadiyah  di jalur dakwah Kyai Dahlan, yang dirintisnya dengan naik kereta api: Sumberpucung, Kepanjen, Malang, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang sampai Banyuwangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan Muhammadiyah  lebih lanjut, cabang Muhammadiyah di kota-kota ini dijadikan satu daerah kepengurusan Muhammadiyah dengan sebutan Muhammadiyah Daerah Pasuruan, kemudian menjadi “Muhammadiyah Daerah Malang”, yang meliputi ex-karesidenan Malang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-7938377296268323278?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/7938377296268323278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/06/proses-lahirnya-muhammadiyah-di-daerah_23.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7938377296268323278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7938377296268323278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/06/proses-lahirnya-muhammadiyah-di-daerah_23.html' title='Proses Lahirnya Muhammadiyah di Daerah Malang (III)'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-6693773649017248400</id><published>2010-06-17T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-13T09:09:07.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Proses Lahirnya Muhammadiyah di Daerah Malang (II)</title><content type='html'>Salah satu tokoh pergerakan nasional yang kemudian menjadi Presiden RI yang pertama ialah Ir.  Soekarno. Dia tertarik pada salah satu tabligh K.H.A. Dahlan, yang menegaskan bahwa agama Islam itu agama yang sederhana, yang gampang, yang bersih, yang dapat dilakukan oleh semua orang. Agama yang tidak pentalitan, tanpa pentolat-pentolit. Satu agama yang mudah sekali. [11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan intisari keyakinan dan cita-cita Muhammadiyah adalah sebagai berikut : [12]&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Muhammadiyah adalah gerakan berasas Islam, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, untuk melaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada nabi penutup Muhammad saw, sebagai hidayah dan rahmah Allah kepada umat manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan hidup material dan spiritual, duniawi dan ukhrowi.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Muhammadiyah dalam mengamalkan ajaran Islam berdasarkan :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Al Qur`an : Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sunnah Rasul : penjelasan dan pelaksanaan ajaran Al Qur`an yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran Islam yang meliputi bidang-bidang : aqidah, ahlak, ibadah, muammalat duniawiyat.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam, yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid`ah dan khurofat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai ahlaq mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran ciptaan manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh rasulullah saw tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu`ammalat duniawiyat (pengelolaan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan pada  ajaran agama serta menjadikan semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah swt.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan .... untuk bersama-sama menjadikan negara yang adil makmur dan diridloi Allah swt. “Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghofur”.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu itu Bung Karno baru berusia 15 tahun serta indekost dirumah HOS Cokro Aminoto, pada saat itulah beliau bertemu Kyai Dahlan buat pertama kalinya. Beliau mengisahkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;...... Pada suatu hari datanglah di Surabaya Alm Kyai Dahlan mengadakan beberapa tabligh, dan tabligh  yang pertama yang beliau berikan adalah dekat rumah kami di kampung Peneleh dan saya hadir ditempat itu . dan terus terang, segera saya tertangkap oleh apa yang dikatakn oleh Alm Kyai Dahlan, hingga tadi dikatakan saya menghadiri  tabligh-tabligh Kyai Dahlan di lain-lain tempat.dalam seminggu saja, tiga kali di Kota Surabaya, kemudian lain tahun masih beberapa kali lagi dalam suasana demikian ini, suasana mencari, saya sebagai  pemuda suasana mencari. Suasana melihat hal-hal itu baru remang-remang, datanglah Kyai Haji Ahmad Dahlan di Surabaya dan memberi tabligh mengenai agama Islam, yang bagi saya berisi regenaration dan rejuvenation dari pada Islam itu. [13]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Apa yang disampaikan K.H.A. Dahlan dan apa yang menjadi cita-cita Muhammadiyah sangat berlainan dengan apa yang dilihat dan dialami Presiden Soekarno pada waktu itu, seperti yang dikatakan beliau :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebagai pemuda, dengan banyak sekali pemuda-pemuda, dengan banyak sekali pemimpin-pemimpin yang tiap-tiap hari membanjiri rumahnya Almarhum Cokroaminoto itu. Melihat dengan jelas, bahwa umat Islam Indonesia sama sekali “jumud”, beku, tertutup oleh bid`ah dan khurafat yang sehebat-hebatnya. Sehingga kadang-kadang kami pun bertanya “inikah Islam ? ... Apakah Islam itu tidak memiliki andreng untuk menjadikan bangsa-bangsa yang menganut agamanya itu menjadi bangsa yang merdeka ? yang berdaulat ? yang makmur ? yang sentosa ? yang pantas dikagumi oleh seluruh umat manusia di muka bumi ini ?”. Nah, suasana yang demikian itulah saudara-saudara, yang meliputi jiwa saya tatkala saya buat pertama kali pertemu dengan K.H.A. Dahlan .... yang memberi pengertian yang lain tentang agama Islam. [14]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;K.H.A. Dahlan mengajarkan, bahwa moderenisasi tidak bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan sejalan, yaitu jika ajaran Islam dikembalikan kepada Al Qur`an dan Sunnah Rasul.  Lalu penafsirannya disesuaikan dengan jaman. Salah satu usaha untuk memajukan Islam ialah melalui pendidikan sistem yang baru, yaitu melalui sekolah. Justru itu K.H.A. Dahlan aktif sekali mengajarkan agama di sekolah sekolah Belanda, seperti Kweek Skool. Dengan cara ini K.H.A. Dahlan berharap bahwa orang yang terpelajar (intelek) supaya mengerti agama Islam dan sebaliknya para Kyai pandai dalam soal-soal pengetahuan umum. [15] Hasilnya sangat memuaskan, dimana para pemuda pribumi yang sudah mengecap pendidikan barat, kalangan priyayi menjadi salah satu kelompok yang rajin mengunjungi Tabligh K.H.A. Dahlan. Seorang di antaranya adalah pemuda Soekarno (Presiden RI pertama) yang merasa terpukau oleh tabligh-tabligh K.H.A. Dahlan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran Al Qur`an dan Hadits gaya konvensional , diperbaharui dan diubah, misalnya penafsiran dari Hadits yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Siapa yang menyerupai suatu kaum, ia termasuk kaum itu”.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Diartikan bahwa segala bentuk yang menyerupai identitas Belanda (kafir) dianggap kafir juga, seperti pakai dasi, celana, sistem sekolah yang memakai bangku dan lain sebagainya, itu ditentang oleh K.H. A. Dahlan. Beliau menafsirkan secara lain, yaitu lebih disesuaikan dengan keadaan jaman yang makin maju. Sistem sekolah lebih efesien dan efektif untuk mengajar agama bila dibandingkan dengan sistem tradisional, maka K.H.A. Dahlan setuju dan meniru sistem sekolah barat. Juga di bidang praktek-praktek keagamaan yang tidak jelas sumbernya dari Al Qur`an dan Hadits, juga diberantas dan dibetulkan. Ternyata K.H.A. Dahlan lebih banyak menggunakan pendekatan-pendekatan intelektual/rasional dalam menjelaskan dan mengajarkan agama Islam. Itulah sebabnya kaum intelaktual banyak yang tertarik pada Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekitar situasi pada saat K.H.A. Dahlan mengembangkan sayap Muhammadiyah di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, yang nota bene telah menjadi baro meter kegiatan sosial politik di Jawa Timut, termasuk kegiatan perlunya pembaharuan dan pembangunan umat Islam dalam kaitan skala yang lebih luas, yaitu pergerakan Nasional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil kerja keras yang dilakukan sendiri oleh K.H.A. Dahlan di Jawa Timur antara tahun 1920 – 1922 itu, maka berdirilah cabang dan ranting Muhammadiyah di Ponorogo, Trenggalek, Blitar, Sumberpucung, Kepanjen, Pasuruan, Bangil, Probolinggo, Kaliboto (Jatiroto), Sukodono, Jember, Banyuwangi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fakta-fakta ini nampak, bahwa jalur yang dilewati K.H.A. Dahlan dalam mengembangkan Muhammadiyah di Jawa Timur cukup menarik untuk diperhatikan. Pertama, jalur selatan, Ponorogo, Blitar, Sumberpucung, Kepanjen, Jatiroto dan Jember. Media yang digunakan adalah jalur perdagangan, yaitu dagang kain batik. Media ini sangat memudahkan beliau untuk mengadakan pendekatan-pendekatan, karena pedagang-pedagang batik di kota-kota tersebut berasal dari Kota Gede Yogyakarta, yang disamping sudah tahu apa Muhammadiyah, juga sedaerah dengan K.H.A. Dahlan. Dengan demikian keakraban dan persaudaraan dengan mudah dapat dibina sekaligus digunakan ole K.H.A. Dahlan untuk mengenalkan dan menanamkan Muhammadiyah. Kedua, jalur utara, Surabaya, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Banyuwangi. Pada jalur ini K.H.A. Dahlan banyak menggunakan pendekatan intelektual. Hal ini terbukti dengan adanya usaha-usaha K.H.A. Dahlan untuk berdialog dan berargumentasi tentang gerkan pembaharuan Islam dengan Mas Masyur, mendekati kaum intelektual seperti Ir.  Soekarno, Cokroaminoto, dan di Bangil berhadapan Dengan Persis. Kemudian tragedi Banyuwangi, juga akibat dialog intelektual dengan tokoh agama Islam setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Malang berada di tengah-tengan dua jalur tersebut, dan bahkan setiap K.H.A. Dahlan pulang dari Tabligh di bagian timur Jawa ini, selalu lewat jalur selatan dan boleh dipastikan singgah di kepanjen dahulu, yaitu di rumah Bapak Soerodji (pedagang batik di Kepanjen) [16]Sebelum berkenalan dengan K.H.A. Dahlan, Pak Soeradji belum kenal Muhammadiyah. Dia mendirikan Muhammadiyah cabang Kepanjen  pada tanggal 21 Desember 1921 dengan surat ketetapan dari Hoofbertuur Muhammadiyah Jogyakarta No.:7 yang ditandatangani oleh Kyai Dahlan sebagai presiden dan H. Fachruddin  sebagi sekretaris. Adapun  susunan pengurus Muhammadiyah Cabang Kepanjen  yang pertama adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua                                     : H.M. Akuwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuka Muda                     : Mc. Suratin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Surat I                    : M. Marto Utomo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Surat II                   : M. Abd. Muchtar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Periksa                   : M. Saerodji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 M. Notodiharjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 H. Nursyahid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 R. Mattazis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 M. Karmo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 R. Abdullah Asfari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pengurus Aisyiyyahnya pada waktu itu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuka                                  : B. H.M. Akuwan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Surat                       : S. Mujayanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Uang                      : B. M. Munadji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Periksa                   : M. Ngasirah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 M. Ngarifah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 M. Laminten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 M. Lasminah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 B. Sarwo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 B. M. Edris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                 B. Muskinah [17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersambung ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-6693773649017248400?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/6693773649017248400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/06/proses-lahirnya-muhammadiyah-di-daerah_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6693773649017248400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6693773649017248400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/06/proses-lahirnya-muhammadiyah-di-daerah_17.html' title='Proses Lahirnya Muhammadiyah di Daerah Malang (II)'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-2320522053992376022</id><published>2010-06-15T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-13T09:09:18.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Proses Lahirnya Muhammadiyah di Daerah Malang (I)</title><content type='html'>Berdirinya persyarikatan Muhammadiyah pada tahun 1912, tidak dapat dilepaskan dari dua sebab yang pokok, yaitu : Pertama pengaruh pembaharuan pemikiran Islam yang dipelopori Syech Muh. Abduh dan pengikut-pengikutnya yang melancarkan usahanya memodernisasi ajaran Islam di Mesir. Kedua, kondisi umat Islam Indonesia yang sangat memprihatinkan sebagai mana dalam bab I di muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Abduh dengan pengikut-pengikutnya yang kemudian terkenal dangan golongan Salafiyah mempunyai pengaruh yang tidak kecil artinya dalam alam fikiran dan kehidupan agama Islam di Indonesia. [2] Sebabnya ialah pelajar-pelajar dan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang belajar di tanah suci dan Mesir sudah tentu terpengaruh pula olehg gerakan pembaharuan Islam Muhammad Abduh dan pengikut-pengikutnya. Setelah mereka kembali ke tanah air mereka berusaha mengadakan gerakan pembaharuan Islam, sehingga bermunculan organisasi Islam, seperti : Syarekat Dagang Islam (1909), Syarekat Islam (1911), Muhammadiyah (1912), Nahdlatul Ulama (1926) semua ini di Jawa, dan Tawalib (1918) di Sumatra. [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang dari pelajar-pelajar Indonesia yang pada masa itu bertekun belajar di Mesir dan Saudi Arabia (L.K. 17 tahun), ialah pemuda Nur Yasin asal Malang ; yang ternya nantinya menjadi salah satu pelopor berdirinya Muhammadiyah daerah Malang.&lt;br /&gt;Pada awal berdirinya Muhammadiyah mengkhususkan usahanya terbatas di wilayan residensi Yogyakarta saja. Hal ini terbukti dari bunyi tujuan Muhammadiyah pada saat berdiri, yaitu berbunyi : [4]&lt;br /&gt;Maka Perhimpunan itu maksudnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyebarkan pengajaran agama Kanjeng Nabi Muhammad saw. kepada penduduk bumi putra di dalam residensi Yogyakarta&lt;br /&gt;Memajukan hal Agama kepada anggota-anggotanya [5]&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah 2 tahun berjalan, ternyata perhatian masyarakat Islam tidak terbatas pada residensi Yogyakarta, tetapi di luar Yogyakarta banyak yang ingin ikut mendirikan Muhammadiyah. Oleh karena itu, diadakan usul perubahan tujuan persyarikatam Muhammadiyah khususnya tentang perubahan wilayah jangkauan kegiatan Muhammadiyah. Yang akhirnya meliputi seluruh Indonesia. Usul ini diajukan ke Gubernur Jendral Hindia Belanda di Batavia, pada tahun 1914. Setelah beberapa kali mengalami perubahan, akhirnya dengan bersluit Gubernur Jendral Hindia Belanda No.36, tertanggal 2 September 1921 maka tujuan Muhammadiyah menjadi sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memajukan dan memberikan pengajaran dan pelajaran agama Islam di Hindia Belanda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memajukan dan memberikan cara kehidupan sepanjang kemauan agama Islam kepada anggota-anggotanya.[6]&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Demikianlah setelah ada ijin perubahan wilayah gerak Muhammadiyah yang meliputi seluruh wilayah Hindia Belanda, maka bermunculan cabang-cabang Muhammadiyah di seluruh Indonesia, seperti di Garut, Solo, Surabaya, Pekalongan, Jakarta, Blitar, Padang Panjang, Banjar Masin, Makassar, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun antara 1920 – 1922, KH. Ahmad Dahlan telah berhasil menanamkan benih-benih Muhammadiyah di Jawa timur, lebih-lebih setelah “2 benteng penghalang” Muhammadiyah di Banyuwangi dan di Surabaya bobol dan takluk kepada KH. Ahmad Dahlan. [7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui, bahwa sudah menjadi kebiasaan KH. Ahmad Dahlan bertabligh sambil berdagang batik. Demikian pula pada waktu keliling di Jawa Timur ternyata di kota-kota yang didatangi mendapat sambutan yang baik, sebab sebagian besar pedagang batik juga berasal dari Yogyakarta, Misalnya di Ponorogo, Blitar, Sumberpucung, Kepanjen, Pasuruan, Jember dan Banyuwangi. Para pedagang batik yang berasal dari Yogyakarta banyak yang tertarik pada figur KH. Ahmad Dahlan dalam berdagang, yang akhirnya tertarik juga pada tabligh-tabligh yang diadakannya. Mereka-mereka inilah yang kemudian merintis berdirinya Muhammadiyah di tempat-tempat tersebut. Misalnya, Ranting Sumberpucung didirikan oleh keluarga Mataram (sebutan untuk orang Yogyakarta yang bertempat tinggal di Sumberpucung). Juga di Kepanjen, Ponorogo, Blitar dan sebagainya. Sedang di tempat-tempat lain, mereka bergerak untuk mendirikan Muhammadiyah karena tertarik oleh cita-cita Muhammadiyah, yang dikenal sebagai gerakan pembaharuan Islam, yang lebih menggunakan pola fikir atau pendekatan rasional dalam memecahkan masalah keagamaan sepanjang dibenarkan oleh ajaran Islam. Nampaknya justru pola fikir yang seperti itu yang banyak mengundang tantangan dan hambatan dari pihak-pihak yang tidak senang dan bahkan sampai hati menuduh Muhammadiyah sebagai agama baru, agama kafir dan sebagainya. Tantangan yang seperti itulah yang ditemui KH. Ahmad Dahlan sewaktu beliau bertabligh di Banyuwangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu beliau mangunjungi rapat umum di Bayuwangi, diadakan tanya jawab, dan segala pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan Muhammadiyah tidak beliau layani. Maka orang-orangpun berteriak-teriak, ujarnya : “Dahlan Kalah !, Kyai Palsu !”, dan sebagainya. Sesudah beliau pulang, dikirimlah surat kaleng kapada beliau yang berisi ancaman : “kalau berani datang sekali lagi, akan disambut dengan kelewang (sejenis pedang) dan istrinya supaya diajak untuk dijadikan pelayan”. Maka seketika itu juga, beliaupun berangkat ke Banyuwangi, walaupun keluarganya mancegahnya. Tetapi setelah datang di sana dan mengadakan rapat lagi, tidak terjadi apa-apa, bahkan, akhirnya berdirilah Cabang Muhammadiyah Banyuwangi. [8] Inilah yang disebut oleh Almarhum KH. Tedjo Darmoleksono, sebagai bobolnya benteng Banyuwangi. Konon diketahui yang menentang KH. Ahmad Dahlan tersebut adalah tokoh agama Islam yang fanatik, bernama Taslim. Dan akhirnya justru Taslim inlah yang mempelopori berdirinya Muhammadiyah Cabang Banyuwangi, dan menjadi pejuang Muhammadiyah di Banyuwangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada ketika yang lain, sewaktu K.H.A. Dahlan bertabligh di Surabaya, tepatnya di kampung Mas Udik. Setelah beliau mengadakan tabligh, beliau menginap di penginapan yang kurang patut, di mana di penginapan itu banyak terdapat wanita tuna susilanya. Sehubingan dengan itu, datanglah seorang pemuda, yaitu Mas Mansyur (yang kemudian lebih dikenal sebagai K.H. Mas Mansyur). Mas Mansyur baru pulang dari Saudi Arabia, dan sudah membawa paham tentang pembaharuan Islam. Ia merasa kurang enak dengan penginapan K.H.A. Dahlan tersebut. Kemudian dia mengundang dan mengajak K.H.A. Dahlan bermalam di rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Malam itu, ternyata K.H. A. Dahlan terlibat diskusi semalam suntuk dengan pemuda Mas Mansyur tersebut. Diskusi tersebut mengarah pada persoalan pembaharuan Islam di Indonesia. Ternyata, Mas Mansyur kalah berargumentasi dengan K.H. A. Ahmad Dahlan. Beberapa hari kemudian, Mas Mansyur datang ke Yogyakarta, sekedar mengintai apa yang dikerjakan oleh K.H. A. Dahlan di rumahnya di Kauman. Selama beberapa hari dia mengikuti pengajian yang dilakukan K.H. A. Dahlan. Dia melihat bagaimana setelah Sholat Subuh, K.H. A. Dahlan sudah berjalan-jalan sambil mambaca Al Qur`an di muka rumahnya , di bawah pohon sawo. Setelah lebih kurang 1 minggu lamanya mengintai gerak-gerik K.H. A. Dahlan, maka yakinlah pada diri K.H. A. Dahlan. Maka yakinlah pada diri Mas Mansyur, bahwa K.H. A. Dahlan patut diteladani . kemudian Mas Masyur pulang ke Surabaya dan mendirikan Muhammadiyah di sana. Kejadian ini oleh K.H. M. Bedjo Dermoleksono disebutnya sebagai bobolnya benteng Surabaya. Sehubungan dengan masuknya Kyai Mas Mansur ke Muhammadiyah (pada tahun 1921), Kyai Dahlan sendiri menyatakan bahwa “sapu kawate Jawa Timur wis ono tanganku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, Mas Mansur sudah tertarik kepada Kyai Dahlan sejak tahun 1915; sewaktu akan kembali ke Indonesia dari Makkah, dia sudah merencanakan tempat-tempat (di pulau Jawa ) yang akan disinggahinya sebelum tiba di Surabaya. Salah astu tempat yang akan disinggahinya adalah Yogyakarta, yaitu tempat  tinggal Kyai Dahlan. Mas Mansur  mengisahkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;“Waktu  itulah saya datang kepada beliau dan memperkenalkan diri. Abru saja berkenalan hati tertarik, baru saja keluar kata lemah lembut dari hati yang ikhlas, hati pun tunduk. Waktu itu terasa pada saya  bahwa ada pula kiranya  saya berayah di Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu beliau terangkan bahwa beliau sangat kenal dan bersahabat dengan ayah saya. Katanya kalau beliau ke Surabaya beliau tinggal dirumah Kyai Habib, tempat pertemuan kyai-kyai. Di sanalah beliau kerap kali bercakap-cakap lama dengan ayah saya memperbicangkan soal-soal agama. Dan apabila ayah saya datang ke Yogya, beliau tinggal dirumah Kyai Nur tempat pertemuan inyik-inyik itu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.... segal gerak-gerik beliau menyatakan keikhlasan  dan kesucian hati. Kata-kata dan perjalanan beliau menyatakan ketundukan dan ketaatan kepada Yang Maha Kuasa. Ah mudah mudahan arwah beliau tidak terhalang-halang dan tidak mendapat rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pada permulaan tahun 1916 saya kembali pula ke Yogya. Di situlah beliau terangkan  bahwa alat untuk memperbaiki umat Islam itu hanyalah Quran dan Hadits.  Dikembalikan orang pada Tauhid. Dibawa umat pada kehidupan sepanjang kemauan agama Islam. Hal itu bukanlah berarti bahwa ilmu pengetahuan dipencilkan dan ditinggalkan dibelakang saja. Dan salah sekali paham orang jika agama Islam hanya sembahyang atau ibadat semata-mata. Kita hidup di dunia. Dari itu kita harus pula tahu akan apa-apa yang terajdi disekeliling kita hidup. [9]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Tabligh-tabligh K.H. Ahmad Dahlan di Surabaya ternyata seringkali diadakan, dan tempatnya berpindah-pindah. Hal ini menunjukkan bahwa makin banyak orang yang tertarik dengan gerakan pembaharuan yang dilancarkan K.H.A. Dahlan. Bahkan di kalangan orang pergerakan mulai melihat kaitan erat antara pembaharuan dan pembangunan agama dengan pembangunan tanah air, bangsa, negara dan masyarakat. [10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bersambung ... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-2320522053992376022?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/2320522053992376022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/06/proses-lahirnya-muhammadiyah-di-daerah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2320522053992376022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2320522053992376022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/06/proses-lahirnya-muhammadiyah-di-daerah.html' title='Proses Lahirnya Muhammadiyah di Daerah Malang (I)'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-4973483419053522520</id><published>2010-06-13T05:39:00.000+07:00</published><updated>2010-06-14T13:00:11.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Amalan Fatamorgana</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Ir. Agus Purwadyo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِندَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.&lt;br /&gt;[QS. an-Nuur (24): 39]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Fatamorgana seringkali terjadi di gurun pasir, landasan pacu pesawat terbang atau di jalan aspal yang tertimpa terik matahari. Fatamorgana menyerupai danau atau air ini sebenarnya adalah pantulan daripada langit yang dipantulkan udara panas. Udara panas ini berfungsi sebagai cermin. Bayangan umum yang sering kita jumpai adalah fatamorgana "genangan air" di jalan aspal. Meski terlihat betulan, genangan air itu hanyalah fatamorgana dari langit di atas aspal panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatamorgana yang terbentuk di atas daratan ini disebut inferior fatamorgana, karena bayangan muncul di bawah lokasi obyek sesungguhnya. Sedangkan yang terbentuk di sekitar perairan atau lapangan es, adalah fatamorgana superior, arena bayangan terlihat di bawah lokasi sesungguhnya. Intinya, fatamorgana, secara visualisasi memang sudah tampak "samar" tetapi bendanya tak ada dan tidak bisa dipegang, jadi kosong melompong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT seringkali menyebutkan amalan yang sia-sia, hangus tidak berbekas bahkan amalan itu pahalanya hanyalah fatamorgana, disangka ada pahalanya padahal sebenamya tidak berpahala sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PAHAIA HANYA FATAMORGANA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَعْمَالُهُمْ كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئًا وَوَجَدَ اللَّهَ عِندَهُ فَوَفَّاهُ حِسَابَهُ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya (ketetapan) Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya.&lt;br /&gt;[QS. an-Nuur (24): 39]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat ini Allah memberikan misal bagi amal- amal orang-orang kafir yang nampaknya baik dan besar manfaatnya seperti mendirikan panti asuhan bagi anak-anak yatim, poliklinik untuk mengobati orang-orang yang tidak mampu, menolong fakir miskin dengan memberikan bantuan biaya pendidikan, pakaian dan beras, mengadakan perkumpulan-pe|umpulan sosial atau yayasan, dan lain sebagainya. Amal-amal sosial itu sangat dianjurkan oleh Agama Islam dan dipandang sebagai amal yang besar pahalanya. Amal-amal orang-orang kafir itu meskipun besar faedahnya bagi masyarakat.&lt;br /&gt;dan sangat dianjurkan oleh Allah SWT tetapi amal mereka itu tidak ada nilainya di sisi Allah, karena syarat utama bagi diterimanya suatu amal ialah iman yang murni kepada Nya dan tidak mempersekutukan Nya dengan sesuatu apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menyerupakan amal-amal orang-orang kafir itu sebagai fatamorgana di padang pasir, kelihatan dari jauh seperti air yang jernih yang dapat melepaskan dahaga dan menyegarkan tubuh yang telah lelah ditimpa terik matahari. Dengan bergegas- gegas orang melihatnya menuju arah fatamorgana itu, tetapi tatkala mereka sampai di sana, hilanglah semua harapan berganti dengan kecewa dan putus asa karena yang dilihatnya seperti air bening itu tak lain hanyalah bayangan belaka. Kalau mereka hanya merasa kecewa dan putus asa saja, karena mereka tidak jadi mendapat minuman yang segar tidaklah akan berat penderitaannya tetapi mereka dihantui   pula oleh nasib yang buruk karena di hadapan rnereka telah menunggu penderitaan yang tak tertangguhkan yaitu haus dan dahaga ditimpa panasnya matahari sedang yang kelihatan di sekeliling mereka hanya pasir belaka yang tidak bertepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah halnyaa orang-orang kafir di akhirat nanti, mereka mengira bahwa amal mereka di dunia akan dapat menolong dan melepaskan mereka dari kedahsyatan dan kesulitan di padang mahsyar, tetapi nyatanya semua itu tak ada gunanya sama sekali karena tidak dilandasi oleh iman yang murni keikhlasan dan kejujuran. Bukan saja mereka dikecewakan oleh harapan-harapan palsu tetapi di hadapan mereka telah menunggu perhitungan yang teliti atas perbuatan dan kepercayaan mereka yang sesat, dan telah tersedia pula balasan atas segala dosa dan keingkaran mereka yaitu neraka Jahanam yang amat panas dan menyala-nyala. Allah telah memberitahukan kepada mereka perhitungan amal mereka dengan cukup dan malaikat Zabaniah telah siap sedia menggiring mereka ke neraka. Senada dengan itu Allah berfirman pada ayat ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَّنثُورًا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.&lt;br /&gt;[QS. al-Furqaan (25): 23]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan amal mereka di sini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang dikerjakan orang-orang kafir di dunia. Amal-amal itu tak dibalas oleh Allah karena mereka tidak beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan memperlihatkan segala kebaikan yang pernah dikerjakan orang kafir selama hidup di dunia seperti; menghubungkan silaturahmi, menolong orang yang menderita, memberikan derma untuk meringankan bencana alam, memberi bantuan kepada rumah sakit, yatim piatu, membebaskan atau menebus orang-orang tawanan dan sebagainya. Kebaikan-kebaikan itu walaupun besamya laksana gunung Himalaya, mereka hanya dapat melihat saja, lalu Allah SWT jadikan amal itu bagaikan debu yang beterbangan di angkasa. Mereka sedikitpun tidak dapat mengambil manfaat darinya di akhirat, sehingga mereka menyesal tanpa kesudahan. Penyesalan yang kekal abadi. Nahdzubillah min dzalik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEBAJIKAN TIDAK DINILAI ALLAH KALAU TANPA IMAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;inilah puncak system kepercayaan Islam (aqidah Islam), bahwa segala kebajikan itu harus dilandasi dan didorong oleh iman kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa iman yang benar maka sia-sialah semua kebajikannya di dunia karena sama sekali tidak dinilai Allah. Allah berfirman dalam al-Qur'an:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا&lt;br /&gt;الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا&lt;br /&gt;أُولٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"&lt;br /&gt;Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.&lt;br /&gt;[QS. al-Kahfi (18): 103-105]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERBUATAN SYIRIK MENYEBABKAN PAHALA HANGUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi, kehidupan yang semakin modern tidak menjamin manusia terbebas dari perbuatan dan keyakinan menduakan Allah atau spirit. Bahkan saat ini, perbuatan syirik telah menggunakan perangkat teknologi modern (misalnya handphone, internet, dll) untuk mengajak manusia ke jalan yang paling dimurkai Allah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Allah menegaskan dalam Kitab Suci Al- Qur'an, bahwa siapapun yang telah mengerjakan   kesyirikan akan hangus dan hilang pahala kebajikannya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.&lt;br /&gt;[QS. az-Zumar (39): 65]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Menurut ayat ini da'wah Nabi Muhammad dan seluruh Nabi sebelumnya adalah sama yaitu anti kesyirikan alias tauhid murni. Bahkan yang lebih mengenaskan dosa-dosa orang yang syirik ini tidak akan diampuni oleh Allah SWT, Allah menegaskan hal ini 2 kali dalam surat An-Nisaa, yaitu ayat 48 dan 116 :&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.&lt;br /&gt;[QS. an-Nisaa' (4): 48]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;[QS. an-Nisaa' (4): 116]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;RIYA' (TIDAK IKHLAS) MENGHAPUSKAN PAHALA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi penyebab hangusnya pahala amal kebajikan, apakah itu shalat, puasa, zakat, haji maupun jihad di medan perang dan lain-lain, adalah RIYA'. Rasulullah Muhammad paling takut jika ummatnya dijangkiti penyakit tidak ikhlas alias riya' ini.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda: "sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kamu adalah syirik kecil. "&lt;br /&gt;Para sahabat bertanya : "Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?"&lt;br /&gt;Nabi menjawab : "Riya' ! Pada hari Allah membalas amalan hamba-NYA, Dia berfirman : "Pergilah kalian kepada orang-orang yang dahulu kalian memperlihatkan amalan kalian kepada mereka. Lihatlah! Adakah kalian mendapatkan pahala dari mereka?"&lt;br /&gt;[Musnad Ahmad hadits nomor 22.528 dan Baihaqiy dalam Al- Kaba-ir]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Orang yang riya' itu secara tidak langsung telah membuat tandingan bagi Allah, karena dia ingin dipuji manusia bukan Allah, maka pantaslah jika Allah menyuruh orang yang riya' agar minta pahala kepada manusia yang dia harapkan pujiannya di dunia dan itu tidak mungkin terjadi karena di akhirat yang bisa memberi pahala adalah Allah SWT. Oleh karenanya, marilah kita jauhi   perbuatan riya'. Dalam hal ini Rasulullah menasihati kita ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah   bersabda : "Syirik yang ada dalam dirimu itu lebih samar daripada rayapan semut dan aku akan menunjukkan kepadamus suatu yang apabila kamu lakukan niscaya akan hilang dari kamu syirik kecil (riya') dan syirik besarnya, ucapkanlah : "Allahumma innii 'audzubika an usyrika bika wa ana a'lamu, wa astaghfiruka lima laa a 'lamu" ( Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari menyekutukan-Mu padahal aku mengetahuinya dan aku mohon ampun padaMu dari sesuatu yang tidak aku ketahui. ") Kamu ucapkan 3 kali.&lt;br /&gt;[shahih Jami'ush Shaghir wa Ziyadatuhu juz I/694 hadits nomor 3731]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wallahu a'lam bish-showab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-4973483419053522520?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/4973483419053522520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/06/amalan-fatamorgana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4973483419053522520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/4973483419053522520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/06/amalan-fatamorgana.html' title='Amalan Fatamorgana'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-461177398451698889</id><published>2010-05-29T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-06-13T05:01:54.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Aqidah Sebagai Titik Tolak Perubahan Islami Yang Menyeluruh</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; H. Anas Yusuf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.&lt;br /&gt;[QS. al-Baqarah (2): 208]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Muqaddimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keimanan (aqidah) seseorang muslim akan menentukan arah dan tujuan hidupnya, keimanan menjadi landasan bagi segala aspek kehidupan seorang muslim, dimana seluruh aktivitasnya akan senantiasa terikat dari nilai-nilai Islam yang diimaninya. Seorang yang telah beriman dituntut untuk berinteraksi secara totalitas/utuh (kaffah) dengan Islam. Sebagaimana firman Allah dalam surah al- Baqarah ayat 208 di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat di atas ada dua hal yang dituntut dari orang beriman. Pertama agar orang-orang mukmin masuk ke dalam Islam secara keseluruhan / utuh (kaffah) yaitu dengan menyerahkan sepenuhnya secara utuh kepada Allah SWT urusan hidup dan kehidupannya, konsepsi dan pemikirannya semata-mata karena Allah. Kedua, agar mereka tidak menerima dan mengikuti langkah- langkah syaithan dan thoghut-dajjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Syahadatain: Aqidah Agen Perubahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seharunya seorang muslim dengan sadar telah memprokamirkan dan mengikrarkan kalimat tauhid /syahadatain, berarti ada dua hal persaksian, yaitu persaksian bahwa Allah SWT itu satu dan tidak ada sekutu bagi-NYA (syahadat tauhid), dan persaksian bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan-NYA (syahadat Rasul-Ar Risalah). Ini sesungguhnya dua azas yang akan menjadi titik tolak perubahan besar suatu masyarakat / ummat menuju masyarakat / ummat berkarakter ulama berkemajuan Islami / masyarakat beradab yang penuh nilai-nilai Islam (masyarakat (Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat pertama syahadatain Laa Ilaa ha illa ALLOH adalah bahwasanya seorang muslim tidak boleh beribadah melainkan hanya kepada Allah. Tidak boleh menyekutukan Allah (syirik) Ibadah adalah tujuan hakiki diciptakannya manusia dalam kehidupan sebagaimana yang disebutkan dalam firman-NYA:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.&lt;br /&gt;[QS. adz-Dzariyat (51): 56]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsirnya, Sayid Quthub menyatakan bahwa ibadah adalah tujuan dari eksistensi manusia, sekaligus menjadi tugas pokoknya dimana pengertian ibadah lebih luas cakupannya baik bersifat mahdho maupun ghaoiru mahdho. Menetapkan makna penghambaan kepada Allah SWT dalam diri manusia, menghadapkan aktivitas hati, anggota badan, dan seluruh kehidupan kepada Allah semata sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;[QS. al-An'am (6): 162]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan hidup tidak bisa dilepaskan dengan pengangkatan kerasulan Muhammad SAW sebagai teladan, panutan, qudwah dalam kehidupan, apakah dalam hal ber-Islam, beraqidah, berakhlak, bermu'amalah, beribadah, berekonomi, berpolitik, berperang, berjihad dan sebagainya. Tanpa adanya tuntutan dari Rasulullah, ibadah sebagai tugas pokok hidup manusia mustahil dapat dilaksanakan dengan benar sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ&lt;br /&gt;قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَإِن تَوَلَّوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".&lt;br /&gt;[QS. Ali Imran (3): 31-32]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Katsir mengomentari ayat tersebut sebagai berikut: "Orang yang mengaku cinta kepada Allah tetapi tidak berada di jalan Muhammad (Islam) adalah dusta, sehingga dia harus mengikuti Syariat dan dien dalam seluruh ucapan dan perbuatannya, sebagaimana hadits Rasul SAW:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa yang beramal tidak atas perintah maka amal itu ditolak."&lt;br /&gt;[]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Sayid Quthub dalam Fii Dzilalil Qur'an mengatakan "Sesunguhnya cinta kepada Allah ltu bukan ucapan di lisan, tetapi harus ditindak lanjuti dengan ittiba' kepada Rasul, berjalan di atas petunjuk-NYA, dan mewujudkan dalam kehidupan, iman bukanlah sekedar kata yang diucapkan, perasaan yang tersirat, dan syi'ar-syi'ar yang dilakukan tetapi taat, tunduk, patuh, pasrah secara totalitas kepada Allah dan Rasul-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang telah mencanangkan tujuan hidupnya semata untuk Allah SWT (QS. Al-An'am 162), maka ia tidak boleh tidak harus menjadikan Muhammad SAW sebagai teladan hidupnya. Dalam konteks saat ini seorang muslim yang benar adalah senantiasa berusaha mengubah dan memperbaiki kehidupan agar sesuai dengan al-Qur'an wa sunnah, sikap inilah kunci melakukan perubahan Islami yang menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Islami yang menyeluruh. Pada saat kalimat syahadatain terhujam dalam diri seorang muslim dan kepahaman ilmu 'aqidah yang benar, maka lahir seorang muslim totalitas (kaffah) terhadap Islam karena Islam adalah merupakan sebuah sistem- manhaj yang menyeluruh dan mencakup seluruh aspek kehidupan. Ia meliputi ruhani, aqidah, maupun mentalitasnya, akal dalam hal wawasan pengetahuan, kemampuan ilmunya, jasmaniahnya dalam akhlaq dan aktivitasnya, sehingga Islam itu menurut Hasan al-Banna adalah sebagai berikut "Islam adalah sebuah system menyeluruh yang menyentuh seluruh segi kehidupan, ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan ummat, akhlaq dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan sumber daya alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan pemikiran, aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala setiap pribadi seorang muslim / mu'min telah menampilkan dan tersibghoh (terwarnai) oleh Islam secara utuh / kaffah / totalitas dalam kehidupannya, maka terbentuklah suatu usroh / keluarga atau ijtimaiyah / masyarakat yang tegak di atas landasan sistem robbani, masyarakat Islam yang berkepribadian (syakhsiyah Islamiyah). Satu ummat dengan 'aqidah dan langkah, satu kesatuan yang utuh dimana mereka akan berdiri, tegak, berjalan dan melangkah di jalan Allah menuju ridho-Nya semata dalam seluruh aspek kehidupannya, dalam kehidupan sosialnya, ekonominya, politiknya, budayanya, hukumnya serta pada seluruh aspek kehidupan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khatimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perubahan Islami yang menyeluruh dalam kehidupan seorang muslim merupakan suatu proses yang memerlukan waktu. Hal ini sangat ditentukan oleh kemauan, kesungguhan, dan tingkat pemahaman (al-faham) dan ilmu individu yang bersangkutan, serta faktor eksternal yang mempengaruhi, agar perubahan Islami yang menyeluruh dari kekuatan syahadatain terwujud dan terealisasi dalam kehidupan. Sungguh suatu kenyataan yang menyedihkan jika ternyata kader mujahid dakwah Islam sangatlah dangkal pengetahuannya dalam Ilmu syar'i tidak menguasai nash-nash al-Qur'an dan Hadits, maka akibatnya terjadi penyimpangan aqidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita mematuhi dan melaksanakan firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt; وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.&lt;br /&gt;[QS. at-Taubah (9): 122]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Wallahu'alam bish Shawwab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-461177398451698889?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/461177398451698889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/aqidah-sebagai-titik-tolak-perubahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/461177398451698889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/461177398451698889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/aqidah-sebagai-titik-tolak-perubahan.html' title='Aqidah Sebagai Titik Tolak Perubahan Islami Yang Menyeluruh'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-3198642914128610929</id><published>2010-05-22T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-05-23T10:35:12.361+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Adopsi Budaya dan Nikah Beda Agama</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Hafidz JM, S.Pd.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلَا تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.&lt;br /&gt;[QS. al-Baqarah (2): 221]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Akan ada pada ummatku sekelompok kaum yang menghalalkan perzinaan, memakai sutera, meminum khamr dan ma'azif (sarana permainan dan musik)&lt;br /&gt;[HR. Bukhari]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/mengolah-realitas-sosial.html"&gt;Realita perkembangan dunia saat ini&lt;/a&gt;, sangat memprihatinkan ruang kehidupan para generasi muda, yang notabenenya sebagai pemegang estafet dalam menata masa depan Bangsa, Negara, dan diri sendiri. Mereka telah dicekoki oleh berbagai sarana hidup mulai dari canggihnya teknologi, dan mudahnya mengakses informasi secara bebas, tanpa batasan usia dan tingkatan, hal ini memberikan manfa'at bagi kehidupan sekaligus mempunyai kontribusi besar dalam mewarnai hiruk-pikuk kehidupan, baik dari kalangan orang dewasa, remaja, anak-anak, maka muncullah permasalahan hidup baru seperti, kasus anak hilang, prostitusi, hamil di luar nikah, aborsi dan kejahatan lainnya. Hal ini disebabkan filter (memilih dan memilah) dalam menerima kultur dari luar, dan pemanfa'atannya tanpa ilmu yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ADOPSI BUDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari sekian banyak unsur budaya adalah pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan, khususnya bagi anak muda dan generasi penerus risalah Rasulullah SAW, tanpa mengenal apakah itu mahram atau haram orang asing apa tetangga, mulai dari tingkat remaja, dewasa, kaya, miskin, pejabat, kaum elit, kaum biasa, tradisional atau modern, kesemuanya telah terjangkiti oleh unsur budaya barat yang tidak mengenal malu, dan bahkan malu-malu-in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini semakin meningkat pesat tersedianya sarana teknologi dan informasi apakah itu berupa sms (pesan singkat), internet atau Facebook, twitter, atau yang lainnya dan hampir semua lebih banyak menimbulkan perilaku dan sebab negatif dari pada yang positif, ditambah lagi dengan banyak turis-turis yang berdatangan ke negeri yang tercinta ini, dimana mereka membawa unsur-unsur budayanya ke negeri ini, yang   kemudian dicontoh oleh rakyat dan anak bangsa tanpa harus mempertimbangkan terlebih dahulu, apakah perilaku itu berdampak positif atau negatif terhadap kebudayaan sendiri yang sarat dengan nilai norma dan adat istiadat yang baik dan mulia, khususnya norma atau aturan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum terciptanya teknologi seperti sekarang ini, pergaulan anak muda masih dapat dikendalikan dan dibatasi, tapi kini batasan itu sudah tergeser oleh canggihnya teknologi, dan anehnya sebagian orang menganggap hal semacam ini adalah hal yang biasa   ngetren, malah anak muda yang tidak mengetahui pergaulan bebas dianggap aneh dan kolot. Kebiasan ini muncul dari berbagai tempat di sekolah, di kantor, Perguruan Tinggi, atau organisasi-organisasi, yang kemudian berkembang menjadi lebih dekat, dan sampai pada istilah pacar-pacaran dan perselingkuhan, ada juga yang sampai pada tingkat pernikahan sesuai keyakinan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan fenomena di atas, maka dalam Agama Islam tidak ada istilah pacar-pacaran, selingkuh atau apa saja namanya yang diperoleh dari budaya barat, kalau hal ini dilakukan maka itu namanya ikhtilath (berdua-duaan) dan hal ini dilarang dalam Islam, akan tetapi Islam memperbolehkan ikhtilath dalam rangka Kithbah (pinangan) dan perlu diingat bahwa dalam pinangan pun Islam memiliki aturan, bukan dengan sembarang orang yang berbeda keyakinan, atau dengan dasar suka sama suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NIKAH BEDA AGAMA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَلَا تَنكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ وَلَأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلَا تُنكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.&lt;br /&gt;[QS. al-Baqarah (2): 221]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Akibat perkembangan IT, banyak   di antara   muda-mudi yang melakukan pernikahan dengan orang yang beda agama, mereka beralasan karena saya suka-dia pun suka saya, dalam agama Islam sudah jelas disampaikan dalam al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 221 di atas. Ayat ini bermula dari sebuah kasus seorang sahabat Nabi SAW yang bernama Marsad al Ghanawy, bertanya kepada Rasulullah apakah ia boleh menikahi seorang musyrik bernama Inaq yang memiliki raut wajah cantik nan menawan, maka tidak lama kemudian turunlah ayat ini (Asbabun- Nuzulul Qur'an, al-Wahidy:661).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan di atas dipertegas lagi dalam ayat lain yang menceritakan kasus para wanita yang telah lama beriman, sedang suaminya masih menjadi kafir, dan hijrah ke Madinah mencari perlindungan kepada orang Islam, sekalipun dituntut kembali oleh suaminya, tidak boleh diserahkan sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ وَآتُوهُم مَّا أَنفَقُوا وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَن تَنكِحُوهُنَّ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ وَلَا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَاسْأَلُوا مَا أَنفَقْتُمْ وَلْيَسْأَلُوا مَا أَنفَقُوا ذٰلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, apabila datang ber&lt;a href="http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/01/motivasi-hijrah-rasulullah-saw.html"&gt;hijrah&lt;/a&gt; kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;[QS. al-Mumtahanah (60): 10]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad Abduh menjelaskan tentang larangan seorang wanita muslim menikah dengan laki-laki non muslim, yang salah satunya memelihara 'Aqidah para wanita, menjaga ketenangan dalam keluarga, dan supaya lebih memupuk rasa mawaddah (kecintaan) dan kasih sayang (rahmah) yang   selalu diungkapkan oleh mayoritas muslim ketika sedang memberikan ucapan selamat kepada kemanten baru. Disamping itu tujuan utama dalam pernikahan adalah memperbanyak pengikut umat Muhammad SAW dengan cara memelihara anak cucu dan lainnya (Tafsir al-Manar, Jilid 2: 352), apalagi posisi seorang suami dalam rumah tangga merupakan sosok yang paling berperan untuk mendidik keluarga dalam rumah, sehingga seorang istri kadang terbawa oleh agama suaminya. Sebagai contoh dalam praktik ini, banyak dikalangan wanita muslimah menganggap sepele pernikahan beda agama, padahal jumhur ulama' mengatakan dalam situasi dan kondisi apapun seorang wanita tidak boleh menikah dengan laki-laki non- muslim, kecuali suami mengucapkan dua kalimat syahadat atas kesadarannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling menyedihkan yaitu perilaku ini (pernikahan beda agama) disederhanakan sebagai jalan tengah yang dijalankan sesuai keyakinannya, pertama akad nikah di kantor catatan sipil yang fungsinya mencatat dan mendaftar saja. Hal ini didasarkan pada UU perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, pasal 2 ayat 1 bahwa "Perkawinan adalah sah jika dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya" apabila hal ini yang terjadi, pernikahannya bathil (tidak bernilai atau sia-sia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah ini Guru Besar Universitas al Azhar Mesir DR. Ahmad Syarbasi mengatakan "Terhadap seorang wanita muslim kawin dengan laki-laki non muslim, dan wanita itu tidak tahu tentang hukum Allah SWT dalam masalah ini, maka kita sebagai muslim berkewajiban memberi tahu / menasehati kepadanya, dan berusaha memisahkan keduanya." (Yaslunakafid-diniwalhayah, Jilid 1:217).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, maka berhati-hatilah dengan berkembangnya informasi dan teknologi di zaman sekarang ini, karena dampaknya sangat cepat dan besar dalam proses pendewasaan, perkembangan anak- anak, supaya kita terselamatkan dari jeratan moral yang merusak masa depannya. Semoga bermanfa'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lamu bish-shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-3198642914128610929?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/3198642914128610929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/adopsi-budaya-dan-nikah-beda-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3198642914128610929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3198642914128610929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/adopsi-budaya-dan-nikah-beda-agama.html' title='Adopsi Budaya dan Nikah Beda Agama'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-2748109499819261479</id><published>2010-05-15T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-05-17T05:20:53.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Gejala Kehancuran Suatu Bangsa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; H. Admiral Manan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;مَن كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ&lt;br /&gt;لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِن فَضْلِهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan),&lt;br /&gt;agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.&lt;br /&gt;[QS. ar-Ruum (30): 44-45]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan yang berkembang sekarang ini, banyak terjadinya penyimpangan dari rambu- rambu (petunjuk ) Allah. Orang semacam ini pasti sesat dan setiap kesesatan pasti ada ancamannya, akhirnya akan mengalami kehancuran dan yang menyebabkan kehancuran itu akibat perbuatan manusia itu sendiri kelewat batas (zalim) karena sebenarnya kezaliman itu sudah sejak awal penciptaan manusia. Dalam Al-Qur'an banyak sekali menceritakan tentang kondisi dan akibat yang dialami oleh orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah berulang kali memberikan peringatan sejak kezaliman umat Nabi Nuh, yang menyebabkan banjir menelan korban yang banyak. Kezaliman umat Luth yang negerinya dibalikkan yang atas menjadi di bawah, karena perbuatan mereka yang homo seks dan binasalah mereka. Umat Nabi Shaleh dengan pembangkangan dari dakwahnya, Nabi Syu'aib yang negerinya tertimbun tanah, demikian pula kaum Aad yang ditiup angin kencang sehingga mati berterbangan, merupakan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Itulah konsekuensi dari ke zaliman, baik berupa siksa dan azab telah ditimpahkan Allah kepada umat-umat terdahulu yang tidak mau mengikuti petunjuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi dunia barat dilanda wabah AIDS yang mengenaskan karena ulah penyimpangan seksual yang kadaluarsa. Datangnya berbagai musibah bilamana kita mau merenungkan, maka dapat diambil hikmahnya untuk tidak terjerumus ke dalam perilaku orang-orang yang zalim. Roda kehidupan terus berputar sedangkan sunnah Allah tidak akan berubah. Siapa yang berbuat baik, maka Allah akan membalas dengan kebaikan dan siapa yang berbuat jahat (zalim) Allah akan membalasnya dengan siksa karena ingkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan nasib Jepang dan Jerman yang hendak menguasai dunia hancur berantakan negerinya, Jatuhnya kekuasan marcos karena menzalimi rakyatnya, dan runtuhnya kekuasaan Syah Iran karena senang dan bangga, mati terhina di Mesir. Hancumya Uni Soviet karena paham komunis yang bertentangan dengan fitrah manusia. Kezaliman Orde Lama berakibat kematian 7 jenderal sekaligus, dalam peperangan manapun belum pernah mengorbankan 7 jenderal. Kezaliman Orde Baru merupakan, pelaksana pemerintah, berlaku tidak adil dan jujur. Karena hilangnya keadilan sosial, lemah kontrol dan pengawasan disebabkan mental birokrasi, sehingga timbul persaingan yang tidak sehat, saling menjegal dan menjatuhkan, karena iri sehingga menimbulkan perpecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat saling iri itu adalah watak orang kafir, seharusnya orang Islam menghindari diri agar dapat bersaing secara sehat, inilah yang diingatkan dalam firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَمَا تَفَرَّقُوا إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى لَّقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ أُورِثُوا الْكِتَابَ مِن بَعْدِهِمْ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيبٍ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.&lt;br /&gt;[QS. asy-Syura (42): 14]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bilamana kite mempunyai sifat kebencian terhadap orang lain yang tidak seide akan dapat menyebabkan terpecah belahnya umat. Hendaknya dapat dihindari kebencian untuk menjaga keutuhan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau umat Islam tidak lagi memperhatikan nilai baik dan buruk, akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat di antara mereka, yang tentu bukan membawa kebahagiaan bahkan sebaliknya kesusahan yang akan mereka dapatkan. Karena kepuasan itu berkaitan dengan nafsu dan sifatnya sementara. Kalau orang sudah diracuni oleh nafsu. Ibarat orang minum air laut, semakin diminum semakin haus tidak ada kepuasan, orang semakin serakah (asal senang segala cara ditempuh). Jika mementingkan pribadi dan kelompok maka keadilan sulit tercapai, akibatnya terjadi kerusakan karena kecurangan penguasa. Allah menegaskan dalam firmannya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا أَرَدْنَا أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.&lt;br /&gt;[QS. al-Israa' (17): 16]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang hidup mewah baik ia seorang pengusaha, pejabat yang gaya hidupnya berlebihan karena penyalahgunaan jabatan, para pemimpin yayasan yang tidak lagi memperhatikan rambu-rambu (petunjuk) Allah, akan mendapatkan hukuman atau siksa dari Allah. Kenyataan menunjukkan bahwa banyak orang memburu kesenangan hidup berpangkal dari perut ke bawah, banyak disenangi orang, tetapi dibenci oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan pemimpin dan tokoh masyarakat, belum sepenuhnya ikhlas mengabdikan diri dalam mengantarkan bangsa dan Negara. Kebanyakan diantara mereka hanya bicara slogan namun menyengsarakan rakyat. Hampir setiap saat kita mendengar ucapan mereka untuk memperbaiki nasib petani tetapi kenyataan nasib petani semakin terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperbaiki keadaan yang demikian, pemimpin jangan hanya mengandalkan akal saja, tanpa mau memperhatikan konsepsi al-Qur'an dan as-Sunnah. Selama umat Islam dan para pemimpin tidak memperhatikan al-Qur'an , akan menghadapi berbagai benturan kecuali konsekuen dengan perintah Allah. Allah menegaskan dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.&lt;br /&gt;[QS. al-Anfaal (8): 73]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Allah menegaskan jika umat islam terutama para pemimpinnya, tidak konsekuen melaksanakan perintah Allah, akan mengalami berbagai bencana (kekacauan). Maka hendaklah para pemimpin itu berlaku adil kepada siapapun, tidak memandang warna kulit, terlebih seorang penguasa harus berani menegakkan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegak hukum tanpa keadilan berarti dia curang, merusak dirinya dan orang lain. Maka keberanian pemimpin menegakkan keadilan penuh resiko, tetapi mulia di sisi Allah. Bagi orang kaya yang kelebihan harta, wajib memberikan kelebihannya terhadap orang yang membutuhkan, bilamana tidak, akan menjadi balak bagi dirinya. Maka tanggungjawab sosial itu merupakan komitmen moral, menjurus kepada keadilan dan kejujuran untuk mengangkat kalimat Allah di atas segala-galanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbulnya penyimpangan berbagai aspek, karena hilangnya keadilan sosial, berlaku tidak jujur dan lemahnya kontrol. Karena nilai agama tidak lagi menjadi perhatian masyarakat, banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran tata susila, penipuan, pemerkosaan, pembunuhan dan perampokan (karena orang tidak lagi memperhatikan larangan Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya bencana kebakaran, banjir, tanah longsor, tabrakan di darat, di laut dan di udara karena ulah dan perbuatan manusia. Adanya berbagai bencana dan musibah gara-gara manusia membiasakan diri dengan kesalahan. Kalau salah terus-menerus di dunia ini saja sudah sengsara, apalagi di akhirat, lebih sengsara lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana itu ujian bagi orang-orang yang beriman, perlu direnungkan setiap orang, mungkin banyak kesalahan dianggap baik tetapi salah menurut penilaian Allah. Maka umat Islam harus betul-betul menyadari bahwa di balik bencana itu terdapat berbagai hikmah (pelajaran) yang sangat berharga bagi perjalanan hidup seseorang. Kebanyakan orang lupa setelah bencana berlalu, diingatkan lagi oleh Allah dengan beberapa bencana supaya orang sadar dan tetap di jalan yang lurus, tidak larut (bergelimang) dalam dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal demikian tidak diperhatikan dengan serius, tentu akan memberikan akibat yang lebih buruk lagi. Hal ini menunjukkan bukan mata kepala yang buta tetapi mata hati yang sudah berkarat. Orang semacam itu sukar diperbaiki kecuali melalui kesadarannya untuk mengikis (membersihkan) hati dengan petunjuk Allah dan iman yang teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau orang sudah menyimpang dari jalan agama, mereka akan selalu mengikuti keinginan sesuai dengan seleranya masing-masing. Mula-mula orang mencari kebutuhan dunia sebagai alat hidup, lama-lama tempat mereka sujud dan kehidupan mereka hanya untuk memuaskan hawa nafsu. Padahal kepuasan dan kesenangan belum tentu membawa kebahagiaan, mungkin justru sebaliknya yang mereka dapatkan, Sedangkan kepuasan dan kesenangan itu berkaitan dengan dengan nafsu sifatnya sementara (tidak tahan lama). Kalau orang sudah diracuni nafsu ibarat orang meminum air laut semakin diminum semakin haus, tidak ada kepuasan, akhimya dia akan semakin tamak dan serakah terhadap dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hati dengan dunia karena dunia itu tipuan yang sudah banyak menenggelamkan orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-2748109499819261479?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/2748109499819261479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/gejala-kehancuran-suatu-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2748109499819261479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2748109499819261479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/gejala-kehancuran-suatu-bangsa.html' title='Gejala Kehancuran Suatu Bangsa'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-5183057201501591316</id><published>2010-05-08T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-05-22T07:47:08.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Mengolah Realitas Sosial</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Drs. Usman Kasim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt; إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.&lt;br /&gt;[QS. al-Nahl (16): 90]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur'an, banyak ayat yang menjelaskan tentang &lt;a href="http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/ibadah-sosial-menentukan-kualitas-iman.html"&gt;tanggung jawab sosial&lt;/a&gt; terhadap sesama dan atau sebaliknya, demikian pula sunnah-sunnah Nabi. Hal ini sejalan dengan fitrah manusia yang diciptakan oleh Allah sebagai makhluk social. Namun dalam kenyataan kehidupan umat manusia, yang terjadi adalah ketimpangan sosial, yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh manusia secara keseluruhan tetapi juga oleh alam dan sistem ekologis, dimana manusia semestinya menjadikan alam dan lingkungan sebagai landasan dan sumber penghidupan; tapi ironisnya manusialah satu- satunya makhluk syahadah yang diberi amanah oleh Allah ternyata paling banyak melakukan tindakan asosial. Sedangkan makhluk selain manusia tidak satupun yang mau menerima amanah tersebut. Firman Allah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,&lt;br /&gt;[QS. al-Ahzab (33): 72]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ada dua aspek yang menjadi landasan untuk mengolah realitas sosial: (1) aspek subyektif dan (2) aspek obyektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aspek Subyektif.&lt;/span&gt; Dua buah pusaka peninggalan Rasulullah SAW yang diwariskannya kepada seluruh umatnya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Kutinggalkan untuk kamu dua perkara (pusaka), tidaklah kamu akan tersesat selama- lamanya, selama kamu masih berpegang kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya."&lt;br /&gt;[]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an dan As-sunnah adalah dua sumber petunjuk hidup dan kehidupan riil umat Islam. Dengan kedua sumber inilah Rasulullah saw meletakkan dasar dan sekaligus membangun &lt;a href="http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/02/anomali-sosial-potret-kehidupan_15.html"&gt;peradaban Islam&lt;/a&gt; yang kemudian dilanjutkan sahabat-sahabat besar dan umat Islam sesudahnya sampai masa suramnya sekitar abad 12 -13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam kurun waktu yang relatif singkat (10 tahun) penyakit masyarakat (minuman keras, perzinaan, perbudakan, pelanggaran hak azasi manusia, kemiskinan dan lain sebagainya) dapat diberantas. Membebaskan umat manusia dari peradaban jahiliah menjadi &lt;a href="http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/02/anomali-sosial-potret-kehidupan_15.html"&gt;masyarakat madani&lt;/a&gt; di bawah naungan Demokrasi Madinah (konstitusi tertulis pertama di dunia tahun ke-1 H / 623 M --- Wellhausen dan Caetani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Strobe Talbolt Democracy and the Internastional Interest Negara AS yang terbentuk tahun 1776, memerlukan waktu 11 tahun untuk menyusun konstitusi, 89 tahun untuk menghapus perbudakan, 144 tahun untuk memberikan hak pilih kepada kaum wanita, dan 188 tahun untuk menyusun draf konstitusi yang 'melindungi' seluruh warga negara. Sungguh, sebuah sistim demokrasi materialis yang pembentukannya butuh banyak waktu dan uang (Lutfi Lukman Hakim 08/05/2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bandingkan dengan Islam dan ajarannya, kemiskinan, perbudakan, pelanggaran HAM dan isu-isu &lt;a href="http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/profil-wanita-dulu-dan-kini-dalam.html"&gt;kesetaraan gender&lt;/a&gt;, pluralisme dan lain sebagainya, semuanya dapat dientas dan diselesaikan dengan elegan dalam waktu yang singkat, dan semua umat atau masyarakat dapat merasakan dan menjalankan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan ke-Indonesiaan kita ? Bukankah para founding fathers kita telah meletakkan dasar-dasar negara serta visi dan misi bangsa di bawah Kalimat Tauhid Ketuhanan Yang Maha Esa? Ini artinya segala perencanaan dan pelaksanaan pembangunan seutuhnya adalah bermuara kepada pengejawantahan cita-cita bangsa yakni menjadikan masyarakat yang adil dan berkemakmuran lantaran masyarakatnya beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Sebagaimana yang digambarkan dalam QS.Saba': 15, QS. al-Baqarah : 126 dan QS. al- A'raf : 96.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aspek obyektif.&lt;/span&gt; Indonesia adalah negara orang beragama, artinya &lt;a href="http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/ibadah-sosial-menentukan-kualitas-iman.html"&gt;segala aspek kehidupan selalu dilandaskan pada ajaran Agama&lt;/a&gt;; yang meng-ajar-kan keselamatan kedamaian, hidup berdampingan dan saling tolong-menolong. Juga negara hukum karena itu rakyatnya harus taat pada hukum dan sebaliknya negara juga harus mampu menjamin hak hukum setiap warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua faktor yang melandasi betapa pentingnya pengelolaan realitas sosial. Yang Pertama. Faktor Internal ialah yang berkaitan dengan aneka ragam faham amalan kaum muslimin di Indonesia, karena berbagai sebab; melihat dan menjadikan Islam hanya sebagai simbol status, bukan sebagai oksigen dalam kehidupan. Ada sebahagian kaum muslimin yang sedang berjalan maju, ada yang sedang berjalan di tempat, bahkan ada yang sedang berjalan mundur. Iqbal seorang pemikir dan pembaharu Islam dari Pakistan mengatakan: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Di jalan ini tidak ada tempat untuk berhenti, siapa yang berjalan dialah yang maju dan yang berhenti akan digilas oleh waktu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua. Faktor eksternal ialah yang berkaitan dengan politik Negara-Bangsa, pengaruh globalisasi, kemajuan serta loncatan informasi yang begitu cepat, kesemuanya pasti berdampak pada setiap aspek kehidupan, termasuk di dalamnya adalah hilangnya fitrah beragama, dan cara pandang kita terhadap fitrahnya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang selalu melandaskan hidupnya pada al-Aqidah dan jalan hidup berupa al -Islam, maka akan lahir al-Ihsan (akhlak/moral) dalam kehidupan sehari-hari dalam kapasitas sebagai apapun, serta kapan dan dimanapun dia berada. Dia akan memberikan semua potensi yang terbaik dalam hidupnya sebagai wujud proklamasi yang pernah terucap di hadapan Allah, sebagaimana yang tercantum dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.&lt;br /&gt;[QS. al-An'am (6): 162]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bagi institusi sebagai Negara-Bangsa semua potensi sosial yang tumbuh dan berkembang adalah sumbangsih dari rakyat, maka para pemimpin harus cerdas membaca dan meramunya menjadi sebuah simfoni yang dimainkan dalam sebuah orkestra (hasil dari jihad pembangunan) untuk dinikmati bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebuah Agama seperti Islam atau agama apapun di dunia ini tantangan yang terberat adalah &lt;a href="http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/ibadah-sosial-menentukan-kualitas-iman.html"&gt;relevansi sosial&lt;/a&gt;. Meminjam konsep &lt;a href="http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/ibadah-sosial-menentukan-kualitas-iman.html"&gt;Tauhid Sosial&lt;/a&gt;-nya Amin Rais, dia pernah mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Kalau sebuah agama sudah kehilangan relevansi sosial, maka pelan-pelan agama itu akan pudar. Maka Islam sebagai sebuah agama harus mampu mereformulasi kembali norma-norma atau ajaran-ajarannya yang fitrah se-fitrah alam dan fenomena yang ada di dalamnya, yang kemudian dikemas dalam tataran yang konkrit sehingga dapat menyentuh kebutuhan dasar manusia dari segala lapisan masyarakat. Jangan sampai Islam hanya ada di dataran teologi yang mengawang-awang"&lt;br /&gt;[Membumikan islam Buya Syafi'i Ma'arif]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sungguh indah perumpamaan yang telah digambarkan oleh Allah SWT secara metaforis dalam QS. Ibrahim: 24-25:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ&lt;br /&gt;تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,&lt;br /&gt;pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.&lt;br /&gt;[QS. Ibrahim (14): 24-25]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Allah SWT memberikan gambaran yang terbalik, apabila manusia tidak menggunakan kalimat yang baik dalam menata atau mengolah kehidupan sosialnya, sebagaimana tercantum dalam QS. Ibraham: 26-27 sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ&lt;br /&gt;يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.&lt;br /&gt;Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.&lt;br /&gt;[QS. Ibrahim (14): 26-27]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang juga pernah dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib dalam atsarnya: "Al-Haqqu bilaa nidzoomin, sayaghlibul baathil bi nidzoomin" Sesuatu yang haq, kalau tidak diorganisir atau dikelola dengan baik, maka akan dikalahkan oleh kebathilan yang diorganisir atau dikelola dengan baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wallahu a'lamu bish-showwab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-5183057201501591316?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/5183057201501591316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/mengolah-realitas-sosial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5183057201501591316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5183057201501591316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/mengolah-realitas-sosial.html' title='Mengolah Realitas Sosial'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-3248646195117784172</id><published>2010-05-06T11:27:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T14:25:30.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Undangan Bedah Buku: "Politik Kaum Modernis Muhammadiyah"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:125%;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Undangan Bedah Buku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;Politik Kaum Modernis Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kamis, 6 Mei 2010, Pukul 15.00 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sekretariat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:125%;"&gt;Pembicara:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abdul Mukti&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Pimpinan Pusat Muhammadiyah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nadjib Hamid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-3248646195117784172?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/3248646195117784172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/undangan-bedah-buku-politik-kaum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3248646195117784172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3248646195117784172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/undangan-bedah-buku-politik-kaum.html' title='Undangan Bedah Buku: &quot;Politik Kaum Modernis Muhammadiyah&quot;'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-6544718491023031439</id><published>2010-05-06T05:24:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T05:34:27.460+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Muhammadiyah Garda Depan Pendidikan</title><content type='html'>Sambut Hardiknas&lt;br /&gt;UMM- Meskipun hari libur, sejumlah civitas akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tetap khitmat melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di lapangan UMM Minggu (2/5) kemarin. Upacara yang dipimpin Rektor UMM Dr Muhajir Effendi MAp tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa dan karyawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya Muhajir mengatakan bila Muhammadiyah akan selalu menjadi garda depan dalam memajukan pendidikan Indonesia. “Sumbangsih Muhammadiyah dalam pendidikan tak bisa diragukan. Sejak zaman Jenderal Sudirman dan Bung Karno, Muhammadiyah sudah berperan dalam memikirkan pendidikan bangsa,” ucap Muhajir dengan lantang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, sampai kapanpun Muhammadiyah akan tetap berkomitmen tinggi dalam mencerdaskan anak bangsa. “Di hari pendidikan ini, marilah kita merenung sejenak. Pikirkan kembali untuk membuat bangsa ini menjadi lebih maju,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upacara tersebut juga diserahkan penghargaan kepada kepala jurusan, dosen, mahasiswa, dan karyawan berprestasi. Terpilih sebagai mahasiswa berprestasi adalah Dyah Ayu Sinta dari Fakultas Kedokteran. Gelar prestasi tersebut ia peroleh karena selain cerdas berbahasa Inggris, ia juga aktif di berbagai organisasi dan penulisan karya ilmiah. Karya ilmiah yang ia tulis mengupas tentang potensi spirulina platenis sebagai terapi alternatif pada penatalaksanaan mal nutrisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mahasiswa semester enam ini, spirulina tersebut bisa didapatkan pada ganggang hijau dan ganggang biru. Tanaman tersebut banyak mengandung protein, minerat dan vitamin yang banyak dibutuhkan bagi anak kekurangan gizi. “Jika mau mengembangkan, potensi Indonesia sangat besar karena wilayahnya yang terdiri dari lautan. Ini jelas menguntungkan,” ungkapnya. .nia-KP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Koran Pendidikan&lt;br /&gt;www dot koranpendidikan dot com /artikel/5073/muhammadiyah-garda-depan-pendidikan.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-6544718491023031439?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/6544718491023031439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2005/05/muhammadiyah-garda-depan-pendidikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6544718491023031439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6544718491023031439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2005/05/muhammadiyah-garda-depan-pendidikan.html' title='Muhammadiyah Garda Depan Pendidikan'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-6147422234220252459</id><published>2010-05-01T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-05-17T03:43:50.327+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Ibadah Sosial Menentukan Kualitas Iman Sosial</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Drs. H. Nurdin Hasan, M.Ag.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ&lt;br /&gt;قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ&lt;br /&gt;وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"&lt;br /&gt;Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,&lt;br /&gt;an kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,&lt;br /&gt;[QS. al-Mudatstsir (74): 42-44]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ&lt;br /&gt;فَذٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ&lt;br /&gt;وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ&lt;br /&gt;فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ&lt;br /&gt;الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ&lt;br /&gt;الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ&lt;br /&gt;وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?&lt;br /&gt;Itulah orang yang menghardik anak yatim,&lt;br /&gt;dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.&lt;br /&gt;Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,&lt;br /&gt;(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,&lt;br /&gt;orang-orang yang berbuat riya,&lt;br /&gt;dan enggan (menolong dengan) barang berguna.&lt;br /&gt;[QS. al-Maa'uun (107): 1-7]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut di atas dapat dipahami bahwa salah satu faktor yang menyebabkan orang dicap sebagai pendusta agama, dan masuk dalam neraka saqar adalah mereka tidak mau peduli terhadap usaha membantu anak yatim dan usaha pengentasan kemiskinan yang melanda masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tantangan ummat Islam saat ini adalah lemahnya ekonomi umat (Dla'fu al-iqtishadi). Kita sering mendengar dan membaca bahwa pada saat ini masih ada sekitar 27 juta penduduk Indonesia yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Dari jumlah itu mereka kebanyakan adalah ummat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa umat Islam itu masih banyak fakir dan miskin, untuk menjawab itu kita lihat dari dua sisi, sisi pertama kita kembalikan pada fakir miskin itu sendiri mengapa mereka masih hidup dalam kefakiran dan kemiskinan. Jawabnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama Golongan fakir miskin tidak giat bekerja atau lemah etos kerjanya, memang jawaban ini ada benarnya karena penelitian yang dilakukan World Bank yang pernah diungkapkan Dr. Amin Rais bahwa dari 45 bangsa di dunia, ternyata bangsa Indonesia   tidak termasuk yang paling rajin. Dan dari yang paling malas, ternyata kita termasuk menduduki ranking ke-45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mereka cepat menyerah kepada apa yang menjadi ketentuan Allah, nasib dan untung manusia itu telah ditentukan Allah sejak zaman azali, mereka serba fatalis yaitu pasrah bongkokan tanpa ada upaya-upaya untuk merubah nasib, padahal al-Qur'an telah memberikan informasi kepada kita bahwa Allah itu tidak akan merubah nasib suatu kaum apabila kaum itu tidak merubah nasibnya . Diperlukan adanya upaya atau ikhtiar dengan sungguh- sungguh baru bertawakkal kepada Allah.Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.&lt;br /&gt;[QS. ar-Ra'du (13): 11]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika kita ingin pandai tentu harus ada usaha belajar, jika ingin kaya tentu ada hukum alam yaitu membanting tulang untuk bekerja keras. Jika ingin sehat tentu perlu dijaga kesehatan, makan teratur tidur teratur dll. Jadi kita disuruh mengikuti hukum Islam yang telah ditentukan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, jawaban terhadap sebab-sebab timbulnya kefakiran dan kemiskinan yang melanda umat ini harus dikembalikan kepada si kaya sendiri, yaitu karena enggan dan kurang pedulinya mereka untuk mengeluarkan zakat, infaq dap shodaqah dan mereka kepada kaum fakir dan miskin untuk membantu meringankan beban mereka, serta untuk meningkatkan taraf ekonomi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang kaya enggan berzakat, bershodaqoh berinfaq untuk mengentas kemiskinan. Ada berbagai alasan dan sebab yang bisa dikemukakan dalam menjawab masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama mereka beralasan bahwa zaman modern sudah ada sistem pajak yang teratur, oleh karena itu system zakat tidak perlu lagi, ini alasan yang dicari-cari untuk menghindari zakat, karena antara zakat dan pajak tidak sama. Pajak dikeluarkan untuk Negara sebagai kewajiban seorang warga Negara, sementara zakat adalah kewajiban seorang kaya kepada fakir miskin atau mereka takut jika harta yang dikeluarkan untuk membantu fakir miskin akan menjadi habis seperti pertimbangan sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sejak dulu ayat yang berhubungan dengan zakat sudah ada manusia yang berusaha untuk mengelak untuk tidak mengeluarkan zakat, dengan alasan kalau harus dikeluarkan lagi zakat, maka tidak ada harta yang akan kami tinggalkan untuk anak cucu kami. Ketika Umar Bin Khattab membawa mereka atau masalah ini ke hadapan Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah mewajibkan zakat itu hanyalah agar harta yang masih sisa itu menjadi baik dan suci dengan mengeluarkan zakat tersebut. Dan wajib zakat itu hanya menjadi harta pusaka yang akan tetap kekal setelah kamu meninggal dunia.&lt;br /&gt;[]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Kedua, karena kriteria Islam atau tidaknya seseorang atau kualitas kesalehan hidup seseorang biasanya diukur dari segi kualitas ibadah syahshiyah (bersifat pribadi) dari pada ibadah ijtima'iyah (kewajiban bersifat sosial). Dalam arti untuk menilai saleh/tidaknya seseorang, biasanya diukur dan segi ibadah shalatnya atau ibadah batinnya daripada ibadah zakat dan kewajiban shodaqah, infaq dan lainnya, sehingga tidak heran setiap tahun orang kaya berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji, bahkan ada yang menunaikan 4 sampai 5 kali. Padahal jelas Allah mengingatkan kepada kita bahwa kita harus menjamin hubungan dengan Allah secara vertikal dan juga menjalin hubungan kita dengan sesama manusia secara horizontal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, karena pengaruh globalisasi sekulerisasi, hedonisme materialisme, individualisme, sehingga harta orang kaya itu tanya dipakai dan lebih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga sebagai kesenangan pribadi dan sebagainya. Sementara upaya untuk mengarahkan pada mengentas kemiskinan diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, barangkali kurang percayanya orang-orang kaya pada pengelola zakat maal, shodaqah, dan infaq menyebabkan mereka enggan untuk mengeluarkan zakatnya. Zakat, infaq dan shodaqah sebagai ibadah sosial dalam rangka atau sebagai implementesi keimanan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu adalah makhluk sosial, ia tidak bisa hidup sendiri (saling membutuhkan). Keberhasilan seseorang karena berkat bantuan orang lain, keberhasilan seorang pejabat karena berkat bantuan orang tua, guru dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula keberhasilan searang pedagang karena pembali, keberhasilan petani karena berkat irigasi, alat-alat pertanian dan buruh dan sebagainya. Atas dasar itu maka sudah selayaknya orang-orang beriman yang kaya harus menyisihkan sebagian hartanya yang dititipkan Allah kepada fakir miskin, baik itu berupa zakat, shodaqah dan infaq. Dilihat dari pengertian zakat berarti kesucian dan pengembangan. Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;[QS. at-Taubah (9): 103]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut dapat diambil pelajaran bahwa:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Dengan pembayaran zakat fitrah / maal / shodaqah maka harta itu menjadi suci bersih dari unsur-unsur haram. Sebaliknya bila tidak mengeluarkan zakat maka harta akan menjadi kotor, karena harta yang wajib dizakati itu pada hakekatnya bukanlah milik orang kaya, tetapi milik fakir-miskin yang oleh Allah dititipkan pada orang kaya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mengikis habis sifat-sifat kikir di dalam jiwa seorang serta melatih memiliki sifat-sifat dermawan dan mengantarkan untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, sehingga pada akhimya ia dapat mensucikan diri dan mengembangkan kepribadiannya.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Menciptakan ketenangan dan ketentraman, bukan hanya kepada penerima, tetapi juga pada pemilik atau pemberi zakat, infaq dan shodaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedengkian dan iri hati dapat timbul dari mereka yang hidup dalam kemiskinan, pada saat melihat seseorang berkecukupan, apalagi tanpa mengulurkan tangan bantuan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedengkian itu dapat melahirkan permusuhan terbuka yang dapat mengakibatkan keresahan bagi pemilik harta, sehingga pada akhirnya menimbulkan ketegangan dan kecemasan.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Mengembangkan harta benda.&lt;br /&gt;Pengembangan ini dapat ditinjau dari dua sisi:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sisi spiritual, berdasarkan firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.&lt;br /&gt;[QS. at-Baqarah (2): 276]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Sisi ekonomis psikologis, yaitu ketenangan batin dari pemberi zakat, shodaqah dan infaq akan mengeluarkan pada konsentrasi dalam pemikiran dan usaha pengembangan harta, di samping itu penerimaan zakat atau infaq dan shodaqah akan mendorong terciptanya daya beli dan produksi baru bagi produsen yang dalam hal ini adalah pemberi zakat atau infaq dan shodaqah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi zakat, infaq dan shodaqah merupakan salah satu bentuk ibadah ijtimaiyah (pengabdian / kepedulian sosial). Pembayaran zakat / infaq dan shodaqah itu harus dilakukan berdasarkan dorongan iman sehingga dengan amal tarsebut akan menentukan kualitas iman sosial, seseorang yang beriman. Demikian sebaliknya pembayaran zakat, shodaqah dan infaq bukan berdasarkan iman atau tujuan tertentu (interes tertentu) atau bukan karena Allah, maka walaupun sumbangan itu berjuta-juta dan bermilyaran tidak ada nilainya di sisi Allah dan Allah pasti murka baik di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wallahu a'lam bish-showab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-6147422234220252459?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/6147422234220252459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/ibadah-sosial-menentukan-kualitas-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6147422234220252459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6147422234220252459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/05/ibadah-sosial-menentukan-kualitas-iman.html' title='Ibadah Sosial Menentukan Kualitas Iman Sosial'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-2758751920194758564</id><published>2010-04-28T05:35:00.001+07:00</published><updated>2010-05-18T05:37:09.982+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Ibadah Tak Boleh Lepas dari Prinsip</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/S_Bzt6LB-LI/AAAAAAAABC8/m7EWfJzAwB4/s1600/muqodas.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/S_Bzt6LB-LI/AAAAAAAABC8/m7EWfJzAwB4/s200/muqodas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472000779801983154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah 200 orang dosen dan karyawan mengikuti pengajian rutin yang kembali digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (24/4). Dalam kesempatan kali ini Muhammad Muqodas dari PP Muhammadiyah, hadir sebagai penceramah dengan membawakan tema ibadah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muqoddas mengawali pengajian dengan mengutip berfirman Allah dalam Q.S. Adz Dzaariyat: 56, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (mengabdi) kepadaKu.” Ayat Makkiyah ini menjawab beberapa pertanyaan kita mengenai penciptaan manusia; yaitu mengapa Allah menciptakan kita dan bagaimana kedudukan kita di mata Allah. Manusia, dalam Al Qur’an disebut dengan istilah “insaan” yang berarti satu, makhluk yang tampak. Namun tidak sebatas itu, insan juga mengandung arti keharmonisan. Jika manusia sifatnya bisa dilihat (tampak), maka jin merupakan kebalikannya, karena sifatnya yang tidak tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam Islam, ibadah tidak boleh lepas dari prinsip-prinsip. Prinsip yang pertama ialah kemurnian tauhid, artinya bersih dari khurafat dan syirik,” kata Muqoddas. Hal ini sesuai dengan Q.S. Al Anbiyaa:25 yang artinya “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku". Allah tidak akan mengampuni manusia yang menyekutukanNya. Prinsip yang kedua adalah membebaskan manusia dari ikatan-ikatan tempat atau kependetaan. Artinya, dalam Islam, seorang muslim dapat berdoa dan beribadah dimana pun tak lepas dari syarat kesuciannya. (zpd/trs)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Universitas Muhammadiyah Malang&lt;br /&gt;www dot umm dot ac dot id /news.php?c=1302&amp;archive=&amp;more=1&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-2758751920194758564?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/2758751920194758564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/ibadah-tak-boleh-lepas-dari-prinsip.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2758751920194758564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2758751920194758564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/ibadah-tak-boleh-lepas-dari-prinsip.html' title='Ibadah Tak Boleh Lepas dari Prinsip'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/S_Bzt6LB-LI/AAAAAAAABC8/m7EWfJzAwB4/s72-c/muqodas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-1770317558513626512</id><published>2010-04-28T05:27:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T05:38:56.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Buya Syafii Dorong Kebebasan Berpikir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/S_BzD_xnuQI/AAAAAAAABC0/qZn7K73iTcQ/s1600/DSC_7323-copy.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/S_BzD_xnuQI/AAAAAAAABC0/qZn7K73iTcQ/s200/DSC_7323-copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472000059751512322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Diskusi berkala “Muhammadiyah Update”  yang diselenggarakan Pusta Studi Islam dan Filsafat (PSIF) UMM, Sabtu (24/04), menghadirkan mantan ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. A. Syafii Maarif, MA dan guru besar FISIP UMM, Prof. Dr. M. Mas’ud Said, MM. Kali ini tema yang dibahas adalah Muhammadiyah dan Masa Depan Intelektualisme Islam di Indonesia. Diskusi yang diikuti sekitar 90 peserta aktif itu hangat karena terdapat perbedaan tajam di antara peserta tentang terminologi pluralisme.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syafii Maarif yang akrab disapa Buya, secara tegas mengkritik tentang adanya orang Muhamadiyah yang anti berpikir bebas, yang menurutnya disebabkan karena kurangnya budaya membaca. Kenyataan Islam yang ada saat ini dibenturkan oleh dua hal yaitu, ulama dan penguasa yang masih berpikir monolitis. “Orang yang demikian itu selalu berpikir bahwa hanya dirinyalah yang berhak masuk syurga. Takut berpikir merdeka dengan bingkai keimanan sebagai alasan. Cara berpikir hitam putih seperti itu, yang membuat Muhammadiyah bergerak pelan dan bersiap masuk museum sejarah,” kata Buya menyayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buya menampik keras anggapan yang mengatakan bahwa Muhammadiyah kurang Islam karena tidak memiliki azas selama 57 tahun pada saat pertama berdiri. “Saya rasa Muhammadiyah sudah menghadapi pergumulan pemikiran yang luar biasa untuk memutuskan itu. Kalau Muhammadiyah takut berpikir bebas berarti tidak setia pada dokumen AD/ART yang kita punya,” terangnya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buya pun tidak sepakat, ketika dinyatakan bahwa sikap pluralisme adalah keluar dari Islam. Hendaknya perbedaan pendapat dapat didiskusikan lewat kultur dialogis yang sehat. Dalam hal ini, Buya mencoba menunjukan pluralisme lewat pendapatnya yang sengaja dikutip dari pendapatnya Murad W. Hofmann “Intellectualism means pluralism. Lack of pluralism means decadence”. Itu berarti pluralisme menjadi syarat untuk perkembangan Islam, kalau tidak ada itu siap–siap saja hancur dan masuk kubur,” ungkap Buya prihatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Melihat hal ini, saya jadi ingin mengusulkan nama Majelis Tarjih dan Tajdid diubah menjadi Majelis Tarjih dan Kebebasan Pemikiran,” canda Buya. Hal tersebut dicetuskan karena Buya melihat banyak dari kader Muhammadiyah yang bersikap elistis dan tidak terbuka pada sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seharusnya para PTM bertugas untuk mengembangkan potensi intelektualisme kalau tidak ingin Muhammadiyah menjadi penonton di arena perlagaan. Selanjutnya, Buya menawarkan solusi untuk para Pimpinan Muhammadiyah di setiap wilayah untuk membuka diri dari kalangan intektual Muhammadiyah yang berbeda pandangan. Serta, mengantisipasi perkembangan pergulatan pemikiran yang akan berbanding lurus dengan banyaknya kontroversi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas’ud Said menambahkan, jika Islam diibaratkan sebuah bangunan maka harus ada yang berani naik ke atas atap untuk melihat Islam dari kacamata yang bebeda di luar Islam. Sedangkan Muhammadiyah sendiri harus berani melakukan pembenahan tentang konsep ibadah. “Selama ini, image yang terbangun seolah-olah Islam hanya ada di sekitar masjid atau mushola saja”, ungkap Mas’ud. Sudah saatnya Muhammadiyah menyatukan amal dalam bentuk keberagaman dalam usahanya untuk menegakan keadilan dan demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Mas’ud reputasi para pemikir Islam masih jauh di bawah para pemikir Islam dari Timur Tengah. Sebagai gerakan Tajdid Islam, sesungguhnya Muhammadiyah diharapkan sebagai penyumbang terbesar dan rumah bagi pemikiran–pemikiran baru yang segar. Sehingga nantinya, konsep yang ditawarkan Muhammadiyah bisa dibuktikan dengan lebih nyata dan diterima oleh masyarakat luas. (rwp/nas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Universitas Muhammadiyah Malang&lt;br /&gt;www dot umm dot ac dot id /news.php?c=1301&amp;archive=&amp;more=1&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-1770317558513626512?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/1770317558513626512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/buya-syafii-dorong-kebebasan-berpikir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1770317558513626512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1770317558513626512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/buya-syafii-dorong-kebebasan-berpikir.html' title='Buya Syafii Dorong Kebebasan Berpikir'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/S_BzD_xnuQI/AAAAAAAABC0/qZn7K73iTcQ/s72-c/DSC_7323-copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-8371698387999103395</id><published>2010-04-24T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-04-25T02:27:08.878+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Profil Wanita Dulu dan Kini Dalam Pandangan Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Hafidz, S.Pd.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;لِّلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَن يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَن يَشَاءُ الذُّكُورَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki,&lt;br /&gt;[QS asy-Syura (42): 49]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Bicara masalh manusia, tidak lepas dari dua jenis, yaitu laki-laki dan perempuan, Islam dalam masalah ini tidak pernah membedakan keduanya, baik hal hukum, ibadah, mu'amalah, beramal, beriman dan lainnya, selama tidak keluar dari fitrah (kodrat) kewanitaan dan kelelakiannya, keduanya diciptakan oleh ALLOH sama seperti penciptaan siang dan malam, antara yang satu dengan yang lain saling melengkapi, sehingga menjadi sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun, pada tanggal 21 April, bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Kartini, sebagai langkah awal kaum wanita maju selangkah dan menghilangkan beribu-ribu langkah untuk beremansipasi, serta meninggalkan catatan sejarah terpuruk yang pernah dialami oleh kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masa Dahulu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada masa sebelum Islam datang (Jahiliyah) wanita adalah, manusia yang paling dirugikan di dunia. Betapa tidak! Eksistensi wanita pada saat itu tidak bedanya dengan barang dagangan yang dapat diperjual-belikan, dan mereka layaknya binatang ternak, bahkan ironisnya anak kandung laki-laki mewarisi (mengganti) posisi ayah yang telah meninggal, dan anak tersebut dapat berbuat apa saja terhadap ibu kandungnya sendiri, apakah dengan mengawininya, atau membiarkan sampai ia memerdekakan dirinya sendiri dengan membayar upeti (tebusan) kepada anak laki-lakinya. Kemudian Islam datang, perubahan salah satunya ialah mengangkat harkat dan martabat kaum wanita yang telah mengalami penderitaan lahir batin, serta hak-haknya, disebabkan oleh berkembangnya budaya yang tidak manusiawi pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa dulu, wanita tidak ada hak sama sekali dalam hal waris mewaris, karena menurut pandangan mereka, orang yang berhak mewarisi harta hanya orang yang bisa mengangkat senjata untuk membela sukunya, pandai menunggangi kuda, piawai dalam memainkan pedang yang notabene-nya hal itu tidak dapat dilakukan oleh kaum wanita. Betapa mulianya ajaran Islam yang dapat menyelamatkan kaum wanita di tengah-tengah pelecehan direndahkan oleh kaum lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, menurut catatan sejarah, bahwa laki-laki zaman jahiliyah tidak apresiatif terhadap kelahiran anak perempuan. Ketika anak yang lahir perempuan maka mereka berkomentar; bagaimanapun juga punya anak perempuan tidak sama dengan anak laki-laki. Bahkan al-Qur'an telah mencatat kemurkaan mereka ketika anak yang dilahirkan adalah perempuan. Firman ALLOH SWT:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِالْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ&lt;br /&gt;يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِن سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah.&lt;br /&gt;Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)?. Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.&lt;br /&gt;[QS an-Nahl (16): 58-59]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Inilah sikap orang-orang masa jahiliyah dahulu, kalaupun pada masa sekarang masih ada yang memegang kepercayaan bathil tersebut, maka ia akan memiliki nasib yang sama dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masa Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Islam datang untuk mengangkat harkat dan derajat wanita dari perbudakan menuju kemerdekaan, bahkan Islam menganggap kelahiran anak perempuan merupakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hibatullah&lt;/span&gt; (pemberian/anugerah dari ALLOH SWT) yang harus disyukuri dan dipelihara dengan baik (sesuai firman ALLOH dalam asy-Syuraa ayat 49 di atas). Ayat ini mengindikasikan bahwa apa yang telah Dia kehendaki berarti itu yang terbaik untuk hambaNYA, jadi tidak perlu dirisaukan apakah anak itu lahir dengan jenis kelamin laki-laki atau perempuan, hakikatnya di hadapan ALLOH semua sama tergantung bagaimana kita menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, Islam memandang, dalam pendidikan kalau perlu anak perempuan justru lebih diperhatikan dari pada anak laki-laki, karena dengan kelembutan dan ketulusan seorang perempuan dapat mengantarkan seseorang ke surga, karena Islam telah mengangkat harkat dan martabat seorang perempuan sebagai Ibu, Istri dan anak, dan dalam Islam melarang seorang laki-laki memperlakukan seorang perempuan dengan sewenang-wenang, misalnya: pendidikan perempuan cukup sampai di sini, harus menikah dengan laki-laki ini dan sebagainya. Tidak demikian, akan tetatpi perempuan juga bisa menolak, jika oleh sang ayah mau dinikahkan dengan laki-laki yang tidak ia kehendaki, karena suatu hal, dan ayah tidak boleh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;takallaful iradah&lt;/span&gt; (memaksakan kehendak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa modern seperti sekarang sudah tidak zamannya lagi seorang anak dipaksa-paksa, karena secara fitrah mereka punya kebebasan memilah dan memilih apa yang diinginkan dalam rangka mencapai masa depan yang cemerlang, karena merekalah yang akan menjalani dan mereka pula yang tahu apa yang baik dilakukan, hal ini pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW, bahwa pada suatu hari seorang wanita datang kepada Rasul seraya berkata: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya ayahku telah menikahkan saya dengan anak laki-laki saudaranya (keponakan/sepupu putrinya), hal itu dimaksudkan untuk mengangkat derajatnya."&lt;/span&gt; Pada riwayat lain bahwa wanita itu tidak mencintai/menyukai laki-laki tersebut, lalu menyerahkan keputusan itu kepada wanita itu dan wanita itu berkata: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Sesungguhnya saya telah menyerahkan hal keputusan pada ayah, akan tetapi hal itu saya maksudkan untuk menginformasikan kepada para wanita bahwa seorang ayah tidak punya hak sama sekali untuk memaksa anak perempuannya."&lt;/span&gt; (HR. Ibnu Majah, Bab Nikah, No. 1874). Jadi, orang tua sebagai pijakan dan kontrol saja, bukan pengambil keputusan, lagi pula sekarang kan bukan zamannya Siti Nurbaya yang semua orang tahu ceritanya, yang penting tidak menyalahi ajaran Islam, khususnya agama calon pendamping hidupnya jelas dan memiliki iman yang kuat. Islam dalam masalah ini, memperhatikan dan memelihara hak-hak wanita dalam aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masa Kini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di zaman yang modern ini, kecenderungan wanita terbagi dalam dua friksi (kelompok) yang bertolak belakang, tapi sama-sama ekstrim, friksi (kelompok) pertama mereka (para wanita) cenderung eksklusif, menutup diri dari pergaulan dan pengaruh eksternal, sehingga mengabaikan aspek sosial yang semestinya harus dilakukan, karena ajaran Islam universal dan fleksibel. Sedangkan friksi (kelompok) kedua, mereka cenderung transparan dan layaknya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;go public&lt;/span&gt; membuka pintu lebar-lebar sampai di luar batas (kekurang ajaran dan kekurang wajaran) yang disebabkan mereka tkalid buta menyadap apa yang datang dari budaya barat, misalnya: dari segi pakaian terbukti bahwa masa sekarang banyak kaum muslimah yang tidak punya malu, berpakaian tapi telanjang. Kebiasaan semacam ini merupakan budaya barat yang memang tidak punya malu, (dan itu biasa), karena menurut mereka hal semacam itu wajar karena tidak mengenal aurat (anggota tubuh yang harus ditutupi), akan tetapi untuk bangsa kita, hal semacam itu bukan wajar, tapi kurang ajar! Coba kita saksikan di televisi, maal, kampus dan pusat perbelanjaan lainnya, ini baru dari sisi pakaian, belum yang lainnnya, ini baru dari sisi pakaian, belum yang lain-lain, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun, Subhanallah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, mari kita kuatkan kesadaran Islamiyah modern (as-sahwal islamiyatil mu'asyirah) khususnya para wanita muslimah ke depan (di masa yang akan datang) harus mampu mengembalikan citra ke-Islaman kita dengan penuh percaya dan keyakinan diri, dan juga harus mampu mengambil sikap yang selektif, bijak dan arif terhadap peradaban barat, dan harus tegas dan jujur. Karena itu, ketegasan tersebut yaitu jika terdapat kebaikan (positif) pada peradaban barat, maka sebenarnya hal itu telah ada dalam ajaran Islam, dan jika terdapat kejelekan maka hal itu dilarang dalam ajaran Islam, dan sebenarnya umat ini tidak perlu mengimpor budaya dan peradaban barat, dan tidak perlu mengemis, sesungguhnya umat ini kaya dan cukup. Orang yang cukup dilarang mengemis, mengapa umat ini harus mengemis kepada orang lain (barat) padahal ALLOH dan RasulNYA telah mencukupkan umat ini dengan ajaran Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-8371698387999103395?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/8371698387999103395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/profil-wanita-dulu-dan-kini-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/8371698387999103395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/8371698387999103395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/profil-wanita-dulu-dan-kini-dalam.html' title='Profil Wanita Dulu dan Kini Dalam Pandangan Islam'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-3426005360584915033</id><published>2010-04-23T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-04-25T02:26:26.476+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Undangan Pengajian Umum</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:175%;"&gt;HADIRI dan IKUTI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajian umum, pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:125%;"&gt;Hari / Tanggal:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;Ahad, 25 April 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:125%;"&gt;Waktu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;05.30 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:125%;"&gt;Tempat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;Masjid Manarul Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:125%;"&gt;Jl. D. Bratan Raya Sawojajar Malang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:125%;"&gt;Pembicara:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;Drs. H. Muhammad Muqaddas, LC, M.Ag.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:125%;"&gt;Wakil Ketua PP Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-3426005360584915033?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/3426005360584915033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/undangan-pengajian-umum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3426005360584915033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3426005360584915033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/undangan-pengajian-umum.html' title='Undangan Pengajian Umum'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-5513121118213782243</id><published>2010-04-17T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-05-22T07:42:06.908+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Metode Dakwah, Menguatkan Organisasi dan Mengembangkan Jaringan Dakwah (Manajemen Dakwah) di Era Global</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Drs. H. Moh. Nasikh, M.Si.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;[QS an-Nahl (16): 125]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Muqaddimah&lt;/span&gt;\&lt;br /&gt;Dalam rangka untuk mengembangkan jaringan dakwah kebenaran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(dakwatul haq)&lt;/span&gt; atau sesuai dengan jalan ALLOH, maka bagi pelaku atau pelaksana dakwah (dai) harus banyak memahami kunci-kunci dasar metode dakwah yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan dunia global yang semakin kompleks dan menuntut kemajuan dalm berbagai bidang penanganan (garapan) terurama yang berkaitan dengan dakwah modern &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(dakwatul waaqi')&lt;/span&gt;. Dia harus memahami bahwa kunci keberhasilan dakwah banyak ditentukan oleh persiapan yang matang, kualitas pelaku atau pelksana dakwah, input (masukan) yang dijadikan masukan dakwah, proses yang sedang dilakukan dan persepsinya tentang output (keluaran) atau ukuran-ukuran (indikator-indikator) yang dapat dipakai untuk menentukan keberhasilan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping dia harus memahami &lt;a href="http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/02/karakteristik-dakwah-islamiyyah.html"&gt;metode dakwah&lt;/a&gt; yang benar di atas, maka target dakwah, persepsi dakwah, subjek dakwah, sifat-sifat dasar yang harus dimiliki pendakwah, karakteristik pendakwah, keterampilan pendakwah, karakteristik pendakwah, keterampilan pendakwah, objek (sasaran) dakwah, target tarbiyah (pendidikan) dakwah, kode etik dakwah, taktik dakwah dan sebagainya harus juga dipahami dan dimengerti dengan baik. Semua itu tidak akan dibahas di sini, tapi hanya ditekankan pada metode dakwah yang tepat saja yang sesuai dengan kebutuhan dunia global sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Globalisasi Informasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dunia global yang membawa dampak positif dan negatifnya sendiri harus dihadapi dengan segala macam kensekuensi oleh pelaku dakwah (dai) dengan menampilkan metode dakwah yang tepat, efisien, efektif dan produktif, bila tidak ingin dakwahnya terkubur hidup-hidup, atau tersisihkan dari kancah kehidupan atau tercibirkan oleh orang lain, bahkan tidak mendapatkan tanggapan sama sekali dari objek dakwah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(mad'u)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin &lt;span style="font-style:italic;"&gt;survive&lt;/span&gt; (langgeng) dan mengalami kemajuan atau perkembangan yang pesat, maka pendakwah aharus mampu menghadapi segala kemungkinan yang terjelek sekalipun yang terjadi di era global saat ini. Dunia yang pada awalnya luas dan besar, sekarang telah menjadi sempit dan kecil seakan seperti sebuah desa kecil &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(small village)&lt;/span&gt; karena terkontraksi atau termampatkan oleh adanya teknologi informasi yang cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Globalisasi informasi yang begitu cepat ini membawa kemajuan yang luar biasa dalam semua bidang kehidupan dan juga sekaligus membawa dampak negatifnyatersendiri, atau ada pula yang mengarah pada hal-hal yang positif dan ada pula yang negatif. Di antara hal-hal yang positif itu antara lain, orang cenderung berfikir rasional dan pragmatis, atau lebih cenderung memikirkan pada efisiensi, efektifitas, dan produktifitas, terutama dalam penggunaan waktu dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dibalik itu, ada hal-hal negatif sebagai dampak globalisasi informasi yang memerlukan penanganan dakwah secara terencana dengan baik, misalnya pergaulan muda-mudi (pacaran) yang semakin tambah bebas (tanpa batas), sampai pada hubungan di luar negeri, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;hetero sex&lt;/span&gt; (ganti-ganti pasangan); dan banyak di antara mereka yang etrejebak dengan perangkap syaitan berupa zina, mulai dari sekedar KNP &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(kissing, necking, petting)&lt;/span&gt; sampai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;free sex&lt;/span&gt; (sex bebas), ikhtilat (campur baur), khalwat (berduaan), tersebar dan meluasnya pornografi dan pornoaksi di berbagai media massa (cetak, elektronik, visual, audio visual), sinema, sinetron, dan striptease (penari bugil), dan sebagainya. Semua itu jelas-jelas membawa misi iblis (abolisme) dan jelas membawa dampak pada rusaknya norma dan etika di tengah-tengah masyarakat. Padahal ALLOH SWT sangat melarang perbuatan-perbuatan yang mengarah kepada (pendekatan) perzinaan. Mendekati saja sudah dilarang, apalagi melakukannya. (QS al-Isra' (17): 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebab-sebab &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Deviant Culture&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Budaya informasi yang demikian merusak telah meracuni sebagian besar generasi bangsa ini di masa kini dan di masa yang akan datang dengan mudah terpengaruhnya mereka oleh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;deviant culture&lt;/span&gt; (budaya yang menyimpang) dari budaya yang baik, yang mengakibatkan tindakan-tindakan yang bersifat anomali (penyimpangan) sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab-penyebab penyimpangan ini kurang lebihnya disebabkan karena kurangnya berfikir secara proporsional, lemahnya pemahaman dan aplikasi terhadap nilai-nilai dan norma-norma Islam, vulgaritas media informasi elktronik, seperti TV, komputer, internet, audio visual dan sebagainya serta minimnya filter bagi para pelaku media-media tersebut, sehingga banyak pornoaksi dan pornografi yang lolos sensor bertebaran di tengah-tengah masyarakat. Di samping itu juga karena masyarakat kita masih lebih suka meniru &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(demostration effects)&lt;/span&gt;, lebih suka mengekor ke barat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(westernisasi)&lt;/span&gt; terutama dalamhal budaya, kurangnya ketegasan atau niat baik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(good will)&lt;/span&gt; atau keinginan politik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(political will)&lt;/span&gt; dari para pengambil kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi sebab yang lain, antara lain, masyarakat kita lebih suka mengadopsi gaya hidup modern yang lebih menonjolkan paham-paham sekularistik, materialistik, liberalistik, hedonistik, kapitalistik, dan sebagainya, sehingga ummat semakin jauh dari kehidupan yang semestinya dan sebenarnya sesuai dengan harapan dan kehendak ALLOH SWT. Tidak sekedar adab dan sopan santun, banyak para remaja atau orang dewasa dalam masyarakat kita sudah kurang memperhatikan adab dan kesopanan, mereka mulai berani membuka aurat, sampai pada pada cara makan secara bebas seperti binatang. (QS. Muhammad (47): 12), termasuk juga budaya yang permisif (serba boleh) sebagai bagian dari gaya hidup kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Metode yang Tepat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan berangkat dari pemikiran di atas, maka tanggung jawab para pelaku dakwah atau pelaksana dakwah adalah bagaimana mampu menerapkan metode dakwah yang tepat sesuai dengan kebutuhan dari sasaran dakwah yang banyak menyimpang di atas. Metode dakwah adalah cara-acara yang digunakan atau diterapkan dalam proses dakwah agar sasaran dakwah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(mad'u)&lt;/span&gt; dapat dicapai dengan hasil yang baik dari kebutuhan-kebutuhan dan permasalahan-permasalahan mereka, dan dapat terjadinya satu proses &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tranformastional&lt;/span&gt; (yang terkait dengan perubahan) diri sesuai dengan cara kenabian &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(propetik)&lt;/span&gt; yaitu dari kondisi kegelapan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(dhulumat)&lt;/span&gt; kepada kondisi terang (hidayah). Maka cara-cara tersebut tidak dapat lepas dengan dasar al-Qur'an surat an-Nahl ayat 125 yang apabila diringkas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pelaksana dakwah (dai) harus mampu mempergunakan ilmu dan metode yang tepat (artinya secara bijaksana = bil hikmah), dengan menggunakan pelajaran yang baik dan tepat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(mau'idhoh hasanah)&lt;/span&gt;, dan dengan ber-hujjah / berargumentasi / berdiskusi / berdebat secara baik pula &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mujadalah billati hiya ahsan)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Di samping itu, pelaku dakwah harus mengembangkan organisasi dakwah modern, karena dalam berdakwah ini tidak bisa berdiri sendiri, tanpa bantuan teknologi dan informasi serta orang lain. Organisasi ini haru didirikan dalam rangka untuk menguatkan perkembangan dakwah di masa yang akan datang. Penguatan organisasi ini adalah dalam upaya untuk selalu meningkatkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;spirit of change&lt;/span&gt; (semangat perubahan menuju yang lebih baik) agar organisasi dakwah dapat mengalami kemajuan dan perkembangan yang signifikan (berarti) di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara faktor-faktor yang harus dikembangkan oleh pelaku dakwah agar organisasi dakwah semakin mengalami kemajuan adalah antara lain dengan menggunakan faktor-faktor produksi manajemen dakwah, yaitu: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;men&lt;/span&gt; (SDM) yang  mempunyai kemampuan dan keterampilan yang mumpuni dalam bidang dakwah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;material&lt;/span&gt; (bahan baku atau calon SDM) yang siap bekerja dan berdakwah untuk dicetak sebagai pelaku-pelaku dakwah juga harus mempunyai kualitas yang diharapkan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;machine&lt;/span&gt; (mesin atau peralatan) yang sesuai dengan kebutuhan atau yang canggih berupa teknologi informasi internet dan sebagainya juga harus dipersiapkan untuk proses transformasi di atas, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;method&lt;/span&gt; (metode) yang digunakan juga tepat sesuai dengan waktu/kapan, siapa, di mana/tempat, dan sasaran, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;money&lt;/span&gt; (uang atau modal) yang digunakan untuk pengembangan efek kelipatan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(multiplier effect)&lt;/span&gt; jumlah sasaran dakwah yang semakin maju dan bertambah di masa yang akan datang juga sangat diperlukan, dan yang terakhir adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;market&lt;/span&gt; (pasar) yang digunakan sebagai tempat pelemparan kader-kader dakwah yang mumpuni juga tersedia dan betul-betul sangat kondusif untuk mengembangkan dakwah di masa yang akan datang.&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Setelah menerapkan upaya penguatan organisasi dakwah modern tersebut, maka target berikutnya adalah mengembangkan jaringan dakwah modern sebagai upaya untuk memajukan dakwah di tengah-tengah ummat dengan cara memperluas simpul-simpul sambungan dakwah, sehingga dakwah semakin mengalami kemajuan dan perkembangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah yang dapat ditempuh dalam hal ini antara lain dengan jalan mempersiapkan para pelaku dakwah dari kalangan kampus yang berdakwah dalam lingkungan intern kampus, maupun dari kalangan luar kampus (kiai, ustadz, muballigh) yang akan terjun di tengah-tengah masyarakat. Keduanya harus selalu ada komunikasi, koordinasi dan konsolidasi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu juga adanya koordinasi dengan lembaga-lembaga dakwah yang ada di masyarakatseperti masyarakat pesantern, pegawai, buruh, petani, akdemisi, politisi, pengusaha dan sebagainya. Perlu dibina hubungan yang akrab antarakampus sebagai pusan pendidikan dan pembinaan (trbiyah) dengan para kiai, muballigh, dai serta pondok pesantren dalam rangka keterpaduan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu juga dipetakan dari sasaran dakwah dengan penggolongan 4 kriteria, misalnya: yang diharapkan sebagai pendukung, yang diharapkan sebagai simpatisan, yang diharapkan sebagai penggembira, dan yang masih dianggap di luar pagar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dikembangkan model dakwah terpadu dengan menggunakan basis teknologi informasi (TI) dalam rangka pengabdian kepada masyarakat dari pusat-pusat dakwah dalam pengertian secara luas, seperti: stasiun radion, stasiun TV, pusat bisnis Islami, Markaz Islami atau market Islami, entertain Islami, dan sebagainya yang semua itu untuk mewujudkan dakwah yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan di era global di masa sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan dakwah hendaknya tetap merupakan pendekatan ilmiah yang rasional&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khatimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga bentuk dakwah yang mesti harus dilakukan oleh organisasi dakwah modern saat ini adalah: (1) amar ma'ruf nahi munkar atau yang menjelaskan antara yang benar dan yang salah, halal dan haram sesuai dengan syari'at atau nilai Islam; (2) Meringankan beban penderitaan masyarakat yang menjadi sasaran dakwah dengan cara membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan mereka; (3) Melepaskan ummat dari belenggu-belenggu yang menghantuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketiga bentuk dakwah tersebut, maka diharapkan akan terjadi penyadaran &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(consciousness)&lt;/span&gt; objek da'wah dari kondisi yang tidak baik menuju kondisi yang lebih baik atau mengalami proses transformasi (perubahan) diri menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ummatan wasathon&lt;/span&gt;, atau ummat yang berperadaban, atau ummat yang mulia, atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;khaira ummah&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wallahu 'alamu bish-shawwab.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-5513121118213782243?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/5513121118213782243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/metode-dakwah-menguatkan-organisasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5513121118213782243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5513121118213782243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/metode-dakwah-menguatkan-organisasi-dan.html' title='Metode Dakwah, Menguatkan Organisasi dan Mengembangkan Jaringan Dakwah (Manajemen Dakwah) di Era Global'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-6052300381181866441</id><published>2010-04-15T11:09:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T05:42:26.867+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Rektor UMM: Bunga Bank Beda dengan Riba</title><content type='html'>MALANG--Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Muhadjir Effendy, mengungkapkan persoalan bunga bank sebenarnya masih belum menemui keputusan final dari Majelis Tarjih. Soal haram-halal bunga bank itu akan diserahkan lagi pada PP Muhammadiyah untuk dibahas di Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muhadji, bunga bank tidak sama dengan riba. ‘’Saya sendiri tidak setuju kalau bunga bank itu diputuskan haram. Sebab, antara bunga bank dan riba itu beda,’’ jelasnya di Malang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alasannya,  riba itu merupakan saudara kembar transaksi. Tidak akan ada transaksi tanpa riba. Begitu juga sebaliknya,  tidak akan terjadi transaksi, tanpa ada riba. Hanya saja, kata dia, transkasi itu dikehendaki, sedangkan riba tidak. Tapi, keduanya tak mungkin bisa dipisahkan. Ibaratnya, dua sisi mata uang seperti laki-laki dan perempuan. Keduanya berpasangan, tapi lain jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan riba itu sendiri, menurut dia, ada dua. Ada riba yang tidak dikehendaki, ada juga riba yang tak bisa dihindari. Itu pun,  menurut dia, masih bisa diperinci lagi, ada riba yang disengaja dan ada riba yang tak disengaja. ‘’Ini terjadi karena terkait dengan manfaat dan risiko,’’ tutur dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bertransaksi, menurut Muhadjir, apakah masuk kategori riba jika  yang meminjam modal ke bank itu mendapatkan manfaat justru lebih besar lagi. Begitu juga dengan pemilik modal yang memberikan pinjaman, apakah salah jika mendapat tambahan pengembalian, karena sudah menanggung resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Republika Online&lt;br /&gt;www dot republika dot co dot id /berita/breaking-news/nasional/10/04/09/110359-rektor-umm-bunga-bank-beda-dengan-riba&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-6052300381181866441?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/6052300381181866441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/rektor-umm-bunga-bank-beda-dengan-riba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6052300381181866441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6052300381181866441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/rektor-umm-bunga-bank-beda-dengan-riba.html' title='Rektor UMM: Bunga Bank Beda dengan Riba'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-7940239724987725058</id><published>2010-04-15T11:06:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T05:50:56.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Reorganisasi Muhammadiyah</title><content type='html'>MALANG, KOMPAS - Pengorganisasian unit-unit amal usaha dalam bentuk sarana pendidikan dan kesehatan di lingkungan organisasi Muhammadiyah menuntut pembaruan penyelenggaraan, yang membuatnya lebih terpusat, lebih terorganisasi. Reorganisasi itu ringkasnya disebut Muhammadiyah Incorporated.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuannya, selain menjawab kendala perubahan kultur yang amat kompetitif dibanding era KH Ahmad Dahlan seabad lalu, juga akan bisa membuat Muhammadiyah jadi kekuatan sosial yang menentukan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Demikian antara lain pemikiran yang muncul dan dipresentasikan pada Lokakarya Pramuktamar Muhammadiyah, yang diselenggarakan Forum Dekan Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Malang, Jumat (9/4)- Sabtu (10/4). Acara tersebut sebagai kegiatan pemaparan makalah-makalah oleh para pemikir ekonomi dari organisasi Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, dan para pengajar ekonomi Perguruan Tinggi Muhammadiyah secara nasional serta para pemimpin organisasi amal usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fakultas Ekonomi UM Malang memprakarsai ini sebagai cara untuk menghangatkan Muktamar Muhammadiyah yang akan berlangsung di Yogyakarta dalam waktu dekat. Selain itu, juga menjawab pemikiran-pemikiran di balik manajemen organisasi amal Muhammadiyah yang kian lama kian berat menghadapi perubahan pola sosial ekonomi iklim usaha saat ini," kata Dr Nazarudin Malik, Dekan Fakultas Ekonomi UMM yang bertindak sebagai tuan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan Muhammadiyah Incorporated (MI) menggaung selama sidang yang berlangsung dua hari. Imam Baehaqi Abdullah, pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Hamka, Jakarta, menjelaskan, gerakan ekonomi Muhammadiyah menghadapi iklim usaha yang sudah sangat berbeda dibanding seratus tahun lalu yang dilandasi semangat keikhlasan para pengelolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya dengan melakukan reinventing, pemikiran kembali arah gerakan ekonomi itu, dalam rangka membentuk kultur pembelajaran tanpa henti di lingkungan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunan Syaifullah, pengajar Ekonomi UMM menilai, MI adalah jawaban dari pematangan amal usaha Muhammadiyah yang telah membentuk tahap industri lanjut. Namun proses lanjut ini tidak boleh terlepas dari akar kesejarahan untuk membawa masyarakat pada prinsip peradaban utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalnya agar gerakan ekonomi Muhammadiyah peka lingkungan, dengan tidak menggunakan bahan kimia yang merusak lingkungan hayati. Muhammadiyah juga perlu tetap pada dasar ekonomi masyarakat yang selama ini mengandalkan pendapatan dan nafkah hidupnya dari ekonomi pertanian, selain perindustrian dan perdagangan," kata Suyadi, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PD Muhammadiyah Banyuwangi. (ODY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kompas Online&lt;br /&gt;cetak dot kompas dot com /read/xml/2010/04/14/17302592/Reorganisasi.Muhammadiyah&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-7940239724987725058?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/7940239724987725058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/reorganisasi-muhammadiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7940239724987725058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7940239724987725058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/reorganisasi-muhammadiyah.html' title='Reorganisasi Muhammadiyah'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-5011466936559574065</id><published>2010-04-13T11:01:00.000+07:00</published><updated>2010-05-18T05:52:01.189+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Warga Miskin Tetap Banyak</title><content type='html'>Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pengurus Pusat Muhammadiyah Dr Anwar Abas MA mengemukakan, setelah seabad Muhammadiyah yang didirikan KH Ahmad Dahlan memfasilitasi orang miskin dengan sarana pendidikan dan kesehatan, ternyata jumlah orang miskin tetap saja banyak. Ia menyampaikan hal itu, Jumat (9/4), dalam Lokakarya Pra-Muktamar Muhammadiyah, Forum Dekan Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi Muhammadiyah se-Indonesia di Malang. Pengelolaan kelembagaan pendidikan dan kesehatan Muhammadiyah tersebut, kata Anwar, memerlukan konsep baru yang disebut Muhammadiyah Incorporated, demi mencegah lembaga-lembaga mengalami "ketergadaian" karena tuntutan dan iklim zaman. (ODY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kompas Online&lt;br /&gt;cetak dot kompas dot com/read/xml/2010/04/12/15505069/malang.raya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-5011466936559574065?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/5011466936559574065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/warga-miskin-tetap-banyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5011466936559574065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5011466936559574065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/warga-miskin-tetap-banyak.html' title='Warga Miskin Tetap Banyak'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-1846522998593587273</id><published>2010-04-10T15:00:00.000+07:00</published><updated>2010-05-22T07:41:01.842+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Dakwah Antara Robbaniyah dan Ashobiyah Di Tengah Gerakan Islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; H. Anas Yusuf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;br /&gt;[QS an-Nahl (16): 125]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya  &lt;a href="http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/02/karakteristik-dakwah-islamiyyah.html"&gt;tujuan dakwah Islam&lt;/a&gt; adalah mengadakan perombakan (inqilab) dalam diri, keluarga, masyarakat dan ummat secara luas. Perubahan dan perombakan yang dimaksud adalah perubahan ke arah yang lebih baik (islah) dalam seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, akhlak, ibadah, pendidikan, sosial, ekonomi, politik, hukum, budaya, perombakan yang mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju benderangnya Islam, dari ketundukan kepada manusia menuju kepada penghambaan tanya kepada Allah Robbul 'Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena saat ini dalam dinamika dakwah muncul istilah dakwah ashobiyah dan dakwah Robbaniyah di tengah-tengah menjamurnya berdirinya harokah (gerakan) ISLAM TRANSNASIONAL di Indonesia, dimana masing-masing mempunyai kepentingan mendominasi dan perebutan obyek dakwah. Disinilah mereka mencoba mendoktrin dan mendakwahkan kepada anggotanya atau kadernya antara dakwah Ashobiyah dan Robbaniyah. Yang seharusnya mereka para da'i atau penyeru dakwah tersebut menyampaikan Islam qobla jama'ah artinya Memberikan dan menyampaikan pemahaman dan pengertian Islam secara syumulia, komprehensif, integral dan menyeluruh bukan sepotong-potong, setengah-setengah, parsial (jusiyah) sebelum doktrin jama'ahnya, kelompoknya, hizbiyahnya, partainya dan inilah bahayanya bila dakwah ashobiyah dibiarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAKWAH ROBBANIYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan dakwah Robbaniyah adalah sebuah ajakan dan seruan dakwahnya kepada seluruh aktivis dakwah atau obyek dakwah harus bersumber dari Tuhannya (Robb) betul- betul syar'i dan tidak ada yang menyimpang dari Al-Qur'an dan As- Sunnah. Bukan dakwah 'alaiyah (kepadaku) bukan untuk membesarkan aku, figuritas yang berakibat kultur individu juga bukan dakwah 'alaina (kepada golongan kami) yaitu membesarkan dan membanggakan golongan kami. Dakwah 'alaina akan menimbulkan tafarruk (perpecahan) dan ta'ashub (fanatik golongan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dakwah Robbani adalah seruan dan ajakan menuju mardhotillah (dakwah Ilallah). Dan gerakan dakwah Islam atau Robbaniyah itu sendiri sebuah gerakan dakwah, dan tarbiyah baik pendidikan pribadi, keluarga dan masyarakat yang bersifat alamiyah (global), gerakan realistik (waqi'iyah) dan syamiliyah yaitu mencakup segala aspek kehidupan manusia, tidak ada satupun yang luput dari aturan (nidhom) Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAKWAH ASHOBIYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ashobiyah atau kecintaan kepada golongannya, kaumnya, hizbnya partainya   adalah fenomena yang tidak bisa dipungkiri keberadaannya dalam hidup ini, apalagi di tengah-tengah menjamur dan tumbuh suburnya gerakan Islam transnational seperti gerakan dakwah dan politik Ikhwanul Muslimin dengan gerakan tarbiyahnya, Hizbut Tahrir dengan gerakan dakwah dan politik Khilafanya, Salafi dengan gerakan dakwah kembali pada autentik atau keaslian Qur'an dan Sunnahnya menurut pemahaman mereka, Salafi Jihadiyah dengan gerakan dakwah dan jihadnya, Jama'ah Tabligh dengan gerakan dakwah khurujnya dari masjid ke masjid, Majlis Mujahidin atau jama'ah Anshorut Tauhid dengan gerakan dakwah dan jihadnya dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena gerakan Islam transnasional tersebut di atas adalah wajar di era euforia reformasi. Akan tetapi jika fenomena itu sudah mengarah kepada kecintaan yang membabi buta (ta'ashob jahiliyah) yang indikasinya nampak ada kebaikan-kebaikan atau kebaikan- kelemahan yang ada pada dirinya dan buta atau acuh tak acuh terhadap kebaikan-kebaikan dan kelebihan pada pihak lain. Yang pada akhirnya mereka setiap golongan, kelompok, firqo, partai dan seterusnya merasa bangga dan superior serta asyik dengan dunianya sendiri dan lupa kepada kepentingan yang lebih luas demi kemaslahatan dakwah ke depan. Dari sekian abad yang lampau Rasulullah SAW sudah memperingatkan dengan keras mengutuk fenomena tersebut sebagaimana dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bukanlah termasuk golonganku, barangsiapa yang mengajak manusia fanatik golongannya.&lt;br /&gt;[HR. Abu Dawud]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dan di hadits lain beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa yang berperang dan berjihad karena bendera ashobiyah dan fanatic golongan maka mereka mati dalam keadaan jahiliyah."&lt;br /&gt;[]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAMPAK PENYAKIT ASHOBIYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ashobiyah ini sangat di benci oleh Rasulullah SAW. Dan juga konsekuensinya akan melahirkan kemudhorotan dalam kehidupan manusia antara lain, pertama : muncul nya kemaksiatan, dalam sebuah hadits di kisahkan bahwa Rasulullah SAW. Pernah di demo oleh para sahabat dari kaum Anshor pada pembagian ghonima, yang terkesan oleh mereka bahwa Nabi lebih mengutamakan kaum Muhajirin [QS. ali- Imran : 103].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, lahirnya perpecahan yang berkepanjangan sebagaimana terjadi pada Bani Aus dan Bani Kharaj di masa jahiliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pemborosan karena mereka sibuk untuk membanggakan dan menonjolkan kelebihan-kelebihan dari kaumnya dan lupa dengan persoalan yang mendasar dan strategis yaitu terwujudnya kesatuan dan persatuan serta amal jama'ah demi kemaslahatan ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, tumbuh suburnya nasionalisme dan sirnanya harapan ummat akan lahirnya khilafah Islamiyah dan dampak lainnya adalah penurunan ruhiyah maknawiyah, misunderstanding,   misinformasi, keresahan yang tidak hanya membahayakan kaumnya saja tetapi kekuatan ummat secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT ASHOBIYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada dua faktor penyebab penyakit ashobiyah pertama, faktor internal yaitu bermula dari menurunnya keimanan dan amal ibadah yang tidak disiplin dan istiqomah (QS 96: 6-8). Yang kedua, adalah factor eksternal yaitu suburnya intrik, ghibah, macetnya saluran komunikasi, kurangnya taujih, lemahnya pola dan sarane komunikasi, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SOLUSI DAN KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga penyelesaian untuk mengatasi adanya penyakit ashobiyah yang ada dalam tubuh ummat Islam yaitu : pertama, dengan menciptakan iklim Ruhiwata'budi artinya ditumbuhkannya pada masing-masing individu bahwa kemenangan dan keberhasilan suatu ummat bukan terletak banyaknya pengikut (kader anggota) atau masa dan juga bukan karena metode/manhaj dan sarana yang canggih. Tapi kesemua itu sejauh mana interaksi individu dengan khaliqnya Allah Aza Wa Jallah [Qs. 2:245 / 9:25 / 61:4 / 98:5].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dengan menciptakan iklim fikri wata'alumi yaitu dengan banyak membaca, berdiskusi dan bersilahturahmi serta musyawarah [Qs.An-Nisa' 59, Qs.42 : 38].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga dengan menciptakan iklim aktivitas amali wal harokah yaitu dengan menumbuhkan kesadaran bahwa mereka bekerja dengan semangat ihsan, itqon dan fastabiqul khoirot bukan hasil yang menjadi orientasi tujuannya, tetapi, kerja keras dan produktivitas dengan semangat kebersamaan sinergi (amal jama'i) [Qs.9 : 106, 5 : 48-49].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi fenomena ashobiyah hizbiyah-partai, firqo-kelompok-golongan, sukuisme dan seterusnya adalah manusiawi dan wajar dengan catatan asal tidak berlebihan dan membabi buta. Sehingga akan melahirkan kekuatan, kehormatan dan kewibawaan (izzah). Sebagaimana Firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.&lt;br /&gt;[QS al-Hujurat (49): 13]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wallahu a'lam bishowab&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-1846522998593587273?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/1846522998593587273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/dakwah-antara-robbaniyah-dan-ashobiyah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1846522998593587273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1846522998593587273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/dakwah-antara-robbaniyah-dan-ashobiyah.html' title='Dakwah Antara Robbaniyah dan Ashobiyah Di Tengah Gerakan Islam'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-2846219377348127772</id><published>2010-04-09T17:19:00.000+07:00</published><updated>2010-04-22T18:37:51.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengumuman'/><title type='text'>Undangan Pengajian Ahad Pagi</title><content type='html'>HADIRILAH!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajian Ahad Pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Drs. H. Mashadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Majelis  Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK) PP Muhammadiyah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ahad, 11 April 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pukul 06.00-07.30 WIB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TPI Nurul Huda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jl. M. Panjaitan Gg. XV No. 4&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-2846219377348127772?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/2846219377348127772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/undangan-pengajian-ahad-pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2846219377348127772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2846219377348127772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/undangan-pengajian-ahad-pagi.html' title='Undangan Pengajian Ahad Pagi'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-2096158607992895002</id><published>2010-04-07T08:40:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T14:26:57.600+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>MAJELIS TARJIH: Korupsi Porak Porandakan Fondasi Sosial Ekonomi</title><content type='html'>Agama tetaplah berposisi sentral dalam pengembangan wacana antikorupsi ketika bangsa dihadapkan pada praktik korupsi yang justru makin parah. Majelis Tarjih dan Tajdid atau MTT Pimpinan Pusat Muhammadiyah menilai, peran agama dalam kaitan itu harus dimaksimalkan untuk meningkatkan daya kritis masyarakat sehingga menciptakan sistem imunitas sosial terhadap perilaku korupsi yang telah demikian membudaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis penyelenggaraan negara dan masyarakat akibat perilaku korupsi ini dibahas dalam Musyawarah Nasional ke-27 yang berlangsung Kamis (1/4) hingga Sabtu (4/4) lalu di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. Acara yang dibuka Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Nasaruddin Umar, yang mewakili Menteri Agama, itu dihadiri pula oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Majelis Tarjih dan Tajdid adalah lembaga dalam kepengurusan PP Muhammadiyah yang membangun tugas mengkaji aturan hukum berdasarkan hukum Islam atau fikih yang diberlakukan terutama bagi warga Muhammadiyah dan penting sebagai rujukan Muslim. MTT bersidang setiap empat tahun, tetapi tahun ini menjadi penting karenaterhitung sebagai tahun ke-100 berdirinya organisasi Persyarikatan Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munas Tarjih penting dilihat dalam kerangka nasional karena melalui pembahasan sidang-sidang komisi dalam tarjih, MTT tidak saja mengkaji hukum Islam bagi Muslim, tetapi juga pandangan fikih problem-problem nasional, seperti budaya korupsi itu. Ketua MTT PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dalam khotbah iftitah (sambutan pengantar) menegaskan, bangsa Indonesia, termasuk umat Islam di dalamnya, merupakan bagian terbesar, menghadapi banyak problem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu masalah adalah maraknya praktik korupsi yang merusak sendi-sendi kehidupan sosial-ekonomi dan moral bangsa. Itu berakar pada penyelenggaraan negara yang belum memenuhi tuntutan husn at-tadbir atau good governance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang Komisi I Bidang Tata Kelola menelurkan sejumlah rekomendasi, di antaranya, menyatakan, ”Mendesak semua elemen bangsa agar melaksanakan pemberantasan korupsi dan mafia hukum secara sungguh-sungguh” (Pasal 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata kelola, dalam kajian Munas Tarjih Komisi I yang dipimpin Syamsul Anwar menegaskan, untuk menjawab problem tata kelola itu, ada prinsip umum penting yang perlu didesakkan, yakni perekrutan yang sehat dan pengawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengisian posisi-posisi atau jabatan dalam organisasi, baik organisasi pemerintahan maupun lainnya, termasuk organisasi politik, harus bebas dari praktik-praktik bernuansa transaksional dan beraroma investif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang dimaksud dengan pengawasan adalah pengawasan harus disinergikan atas tiga aspek pengawasan, seperti diajarkan dalam Islam (QS Al Taubah [9]: 105), yaitu pengawasan oleh hati nurani, pengawasan institusional, dan pengawasan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem pengelolaan kepemerintahan di Indonesia di antaranya disebabkan oleh pelaksanaan pengelolaan yang tidak berhati nurani, yaitu tidak melihat posisi dan tugas yang diemban sebagai sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, melainkan hanya peluang yang dapat membawa keuntungan. (DODY WISNU PRIBADI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kompas Online&lt;br /&gt;cetak dot kompas dot com/read/xml/2010/04/06/03415612/korupsi.porak.porandakan.fondasi.sosial.ekonomi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-2096158607992895002?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/2096158607992895002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/majelis-tarjih-korupsi-porak-porandakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2096158607992895002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2096158607992895002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/majelis-tarjih-korupsi-porak-porandakan.html' title='MAJELIS TARJIH: Korupsi Porak Porandakan Fondasi Sosial Ekonomi'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-5908878744394902708</id><published>2010-04-06T08:26:00.000+07:00</published><updated>2010-04-11T14:29:40.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Putusan Munas Tarjih : Pernikahan Wajib Dicatatkan</title><content type='html'>Malang – Usulan Sidang Komisi yang membahas tentang fenomena nikah siri menjadi bahan perdebatan cukup hangat diantara peserta pada Sidang Pleno kedua, Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih ke-27, di Aulan Biro Administrasi Umum (BAU) di Kampus UMM, Sabtu (03/04/2010). Keputusan akhirnya berbunyi : Pernikahan Wajib Dicatatkan, Pada Saat Akad Nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, sidang komisi sempat mengusulkan bunyi : Nikah wajib dicatatkan, nikah siri adalah nikah yang memenuhi ketentuan pernikahan minus pencatatan. Usulan tersebut memunculkan perdebatan mengenai syah tidaknya nikah sirri. Setelah argumentasi demi argumentasi terus dibahas, akhirnya peserta Munas menyetujui rumusan yang berdasarkan fatwa majelis tarjih yang sebelumnya sudah dikeluarkan yaitu : Pernikahan wajib dicatatkan dengan penegasan “dicatatkan pada saat akad nikah”. Salah satu pertimbangan dari peserta karena madhorot nikah sirri yang memang sudah banyak, salah satunya selalu kalahnya gugatan di pengadilan ketika terjadi ketidak adilah dalam perjalanan pernikahan, khususnya pada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tidak Sekedar Halal Haram&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan masalah syah tidaknya nikah sirri diatas sebenarnya hanya salah satu bagian dalam pembahasan buku pedoman yang pada mulanya berjudul Fikih Perempuan, sesua amanat Muktamar Muhammadiyah ke 45 di Malang tahun 2005, yang di dalamnya memuat dasar-dasar tanggung jawab yang sama Amaliyah laki-laki dan Perempuan dalam al-Qur’an dan Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada usulan untuk merubah judulnya karena dianggap terlalu menjadikan Perepuan menjadi obyek pembahasan. Ada tiga alternatif judul yang diusulkan: (1) Adabul Mar’ah fil Islam: Tuntunan Peran Perempuan Perspektif Muhammadiyah. (2) Tuntunan Amaliyah laki-laki perempuan perspektif Muhammadiyah.  (3) Tuntunan relasi laki-laki dan perempuan dalam perspektif Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal diatas sesuai konsep Munas Tarjih kali ini yang memang semangatnya untuk tidak sekedar berbicara hukum halal dan haram atau mubah serta makruh, namun lebih berorientasi melahirkan tuntunan untuk umat dalam kehidupannya sehingga tujuan Islam untuk berorientasi pada perbaikan akhlak tercapai (arif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1965&amp;Itemid=2"&gt;Muhammadiyah Online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-5908878744394902708?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/5908878744394902708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/putusan-munas-tarjih-pernikahan-wajib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5908878744394902708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5908878744394902708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/putusan-munas-tarjih-pernikahan-wajib.html' title='Putusan Munas Tarjih : Pernikahan Wajib Dicatatkan'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-5391382683287835079</id><published>2010-04-06T08:25:00.000+07:00</published><updated>2010-04-11T14:29:58.659+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Munas Tarjih ke-27 Ditutup Dinihari, Pukul 01.23 WIB</title><content type='html'>Malang – Musyawarah Nasional Tarjih ke-27 di UMM ditutup dini hari, Ahad (04/04/2010) oleh Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunahar Ilyas yang didampingi Rektor UMM, Dr. Muhajir Efendy dan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah Prof. Syamsul Anwar. “Apa yang akan diputuskan munas ini akan memberikan dampak yang berarti bagi masa depan Muhammadiyah, walaupun masih butuh banyak catatan” kata Muhajir Efendy memberikan sambutan penutupan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Muhajir menyatakan tentang keputusan-keputusan Munas Tarjih berhadapan dengan kenyataan di masyarakat. “Kadang antara realita dan harapan selalu ada jarak, namun kita tidak perlu menyerah, walaupun sebenarnya masih banyak problem yang belum sempat kita identifikasi bersama, terutama dalam rangka mencapai keadilan sosial” papar Muhajir. “Akhirnya saya ucapkan selamat jalan, mudah –mudahan juga akan menjadi bekal bapak dan ibu ke daerah masing-masing“ pungkas Muhajir dalam sambutan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua MTT PP Muhammadiyah merasa bangga dengan perjalanan Munas Tarjih ke-27 dari hari pertama hingga penutupan. “Bapak dan Ibu walaupun sudah sepuh seperti Pak Prof. Saad abdul Wahid yang diatas 70 tahun masih bisa duduk berdampingan hingga saat ini.” kata Syamsul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Syamsul secara singkat mereview perjalanan Munas Tarjih dari pembukaan hingga penutupan. “Bahwa kita telah melalui empat hari Munas, hari pertama oleh Dirjen Bimas Islam, Ketua Umum PP Muhammadiyah, dan Tabligh Akbar yang dalam acara tersebut ada dua Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haeddar dan Prof. Yunahar tampil sebagai pembicara. “paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir pidatonya, Syammsul mengutip salah satu prinsip dalam Fikih Tata Kelola (Good Governance) yang merupakan salah satu keputusan Munas kali ini. “Dalam prinsip Good Govrenance harus ada rekruitment yang sehat,  harus bebas dari praktek bernuansa transaksional, harus berdasarkan kapabilitas, potensi dan kredibilitas,  untuk pemerintahan, termasuk poltik.” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ucapan Terimakasih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diakhir sambutannya, Syamsul menyatakan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu pelaksanaan Munas Tarjih ke-27 ini. “Saya selaku Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid menyampaikan terimakasih kepada bapak Rektor UMM, yang telah menjadi tuan rumah , dengan fasilitas yang sangat cukup, yang mungkin tidak bisa kita dapatkan dari tempat lain.” puji Syamsul. “Kepada panitia lokal juga diucapkan terima kasih, kami pagi-pagi akan pamit” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepada peserta terima kasih, telah memerah pikiran yang strategis walaupun dengan banyak catatan” katanya. “Memang malam kali ini bukan hanya debatnya panjang, namun juga materinya banyak , materi dari tujuh komisi semua dalam bentuk buku.” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syamsul sempat berseloroh dengan gaya para peserta dalam diskusi selama Munas. “Walaupun ada yang seperti Mubaligh, ada yang seperti Mahasiswa S3, saya asik mendengarkan karena banyak pengetahuan baru yang saya dapat.” Katanya.  “Semoga kita bertemu lagi pada saat yang lain.” tutup Syamsul. (arif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1970&amp;Itemid=2"&gt;Muhammadiyah Online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-5391382683287835079?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/5391382683287835079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/munas-tarjih-ke-27-ditutup-dinihari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5391382683287835079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/5391382683287835079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/munas-tarjih-ke-27-ditutup-dinihari.html' title='Munas Tarjih ke-27 Ditutup Dinihari, Pukul 01.23 WIB'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-7901248355488257683</id><published>2010-04-06T08:24:00.000+07:00</published><updated>2010-04-11T14:30:44.186+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Yunahar : Munas Tarjih Bisa Setahun Sekali</title><content type='html'>Malang – Prof. Dr. Yunhar Ilyas bersama dua ketua PP yang lain, HM Muclas Abror dan Drs. Muhammad Muqoddas, MAg mendampingi pleno kedua Musyawarah Tarjih (Munas) ke-27 di Aula Biro Administrasi Umum (BAU) Kampus Univ. Muhammadiyah Malang. Dalam acara penutupan yang digelar setelah berakhirnya Pleno kedua yang berakhir hingga Ahad dini hari, (04/04/2010) Yunahar yang merupakan ketua PP Muh yang mengkoordinasi Majelis Tarjih dan Tajdid ini menyampaikan Khutbah Ikhtitamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Khutbah tersebut, Yunahar mengusulkan bahwa ada baiknya Munas Tarjih ke depan diadakan setahun sekali, selain untuk merespon perkembangan yang begitu cepat, menurut Yunahar  juga akan berguna bagi kaderisasi kader Muhammadiyah yang mampu mentarjih. “Banyak bapak-bapak Tarjih yang sudah sangat sepuh, salah satu kaderisasi adalah dengan terjun langsung.” paparnya.   “Kalau bisa tiap tahun kita munas,  kalau kita fokus pada Munasnya saja, kita bisa tiap tahun. Kalau kita memakai kampus, atau tempat kita sendiri, biaya tidak akan mahal “ lanjutnya. “Semakin sering kita Munas seperti ini, semakin sering melakukan perdebatan yang arguentatif, dan diikuti kader kader baru, semakin mudah mendapatkan kader.” lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wujud Manhaj Tarjih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yunahar juga mengapresiasi perjalanan perdebatan dan diskusi didalam Munas yang menurutnya merupakan gaya khas Muhammadiyah yang sesuai Manhaj yang dianut Muhammadiyah, selalu kembali ke Al Qur’an dan Hadis, tidak terikat dengan masa lalu, dan berorientasi ke kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kita melihat dinamika pemikiran dalam diskusi yang muncul, kalau saya bandingkan tahun 95 dahulu pada Munas di Aceh, menurut sunggu berbeda sekali. Waktu itu para peserta Munas menggunakan akal pikiran saja, dalilnya terserah Majelis Tarjih  pusat. Sekarang semua sudah sangat piawai menggunakan dalil-dalil. “ kata Yunahar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harapan kita, sebelum Muktamar Seabad Muhammadiyah keputusannya sudah ditanfidzkan. Karena kalau semua di bukukan, Himpunan Putusan Tarjih (HPT) nya bisa empat jilid, tiak sekedar satu jilid seperti sekarang ini” lanjutnya. (arif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1969&amp;Itemid=2"&gt;Muhammadiyah Online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-7901248355488257683?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/7901248355488257683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/yunahar-munas-tarjih-bisa-setahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7901248355488257683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7901248355488257683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/yunahar-munas-tarjih-bisa-setahun.html' title='Yunahar : Munas Tarjih Bisa Setahun Sekali'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-6076323264261341060</id><published>2010-04-06T08:23:00.000+07:00</published><updated>2010-04-11T14:30:42.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Pembaharuan Muhammadiyah : Pemahaman dan Aplikasi</title><content type='html'>Malang – Rumusan Tajdid Muhammadiyah Abad Kedua yang disepakati Munas Tarjih ke-27 di Aula BAU UMM salah satunya menyatakan bahwa ranah pembaharuan Muhammadiyah adalah pada pemahanan dan aplikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ranah pemahaman, Munas menyepakati bahwa pembaharuan ditujukan untuk dapat menempatkan agama sebagai petunjuk  yang signifikan bagi terselenggaranya hubungan yang sedekat-dekatnya dengan Allah, dan seharmoni-harmoninya dengan sesama manusia dan seluruh komponen kehidupan. Pembaharuan keagamaan sendiri dirumuskan bukan sekedar dalam ibadah praktis (religious practical guidance) melainkan pembaharuan dalam ranah visi dan wawasan keagamaan dalam konteks keummatan dan kebangsaan. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu rumusan pembaharuan pada ranah aplikasi  ditujukan untuk  optimalisasi perwujudan seluruh ajaran Islam dalam keyakinan dan prilaku peribadatan, sosial, budaya, politik, pendidikan, ekonomi dan dimensi-dimensi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penggunaan Teknologi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, rumusan ini juga mencantumkan adalanya arahan untuk melakukan optimalisasi pemahaman yang diwujudkan dengan memanfaatkan tekonologi terkini, sepanjang dimensi aplikasi tersebut bukan bagian esensinya yang mesti tetap mengambil teladan dari Nabi saw.  Pendekatan pembaharuan dilakukan berbasis paradigma kewahyuan (al-Quran dan al-Hadits), pemikiran rasional, pembuktian empiris, dan keselarasan intuitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kesemuanya itu menurut keputusan Munas tersebut berdasarkan pada pemahaman bahwa : “ Islam sebagai agama yang bersumber  dari Allah swt, bukan merupakan obyek pembaharuan kapan  dan di mana pun.  “ (arif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1968&amp;Itemid=2"&gt;Muhammadiyah Online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-6076323264261341060?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/6076323264261341060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/pembaharuan-muhammadiyah-pemahaman-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6076323264261341060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/6076323264261341060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/pembaharuan-muhammadiyah-pemahaman-dan.html' title='Pembaharuan Muhammadiyah : Pemahaman dan Aplikasi'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-2932880633277913322</id><published>2010-04-06T08:22:00.000+07:00</published><updated>2010-04-11T14:31:23.646+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Masalah Status Bunga Bank, Munas Tarjih Menyerahkan kepada MTT Pusat</title><content type='html'>Malang – Usulan Komisi yang membahas status bunga Bank didiskusi cukup panjang di Pleno yang dipimpin Drs. Oman Faturahman pada Munas Tarjih ke-27, Sabtu (03/04/2010) di UMM.  Setelah mendiskusikannya cukup panjang, usulan untuk merubah putusan tarjih dari putusan terdahulu yang menyatakan haram untuk bank swasta dan subhat untuk bank pemerintah menjadi haram untuk bank apapun tidak bisa disepakati dengan bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen dari beberapa perserta yang mendukung pengharaman bunga bank untuk bang swasta dan bank pemerintah karena perkembangan terkini dianggap bank pemerintah saat ini sama saja dengan bank swasta. Kepemilikan modal yang tidak hanya pada negara menjadi pertimbangan untuk menyamakan status bunga bank menjadi sama-sama haram.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu ada peserta yang menolak pengharaman karena pertimbangan perbedaan bentuk sistem moneter yang dipakai jaman Rasulullah dan jaman sekarang. Menurut mereka, di jaman Rasulullah alat tukarnya menggunakan emas, sedangkan sekarang dengan uang yang bisa terpengaruh oleh Inflasi sehingga bunga bank tidak bisa serta merta disamakan dengan riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada argumentasi lain dari pihak yang menolak pengharaman bunga bank, yaitu dengan argumentasi keadaan Bank Syariah yang belum bisa menjadi sandaran karena kualitasnya belum bagus, sehingga masih belum bisa menjadi satu-satunya bank yang dipakai oleh amal usaha Muhammadiyah. Argumentasi tersebut dijawab oleh beberapa peserta bahwa sebaiknya keadaan bank Syariah di Indonesia yang belum bagus itu tidak menjadi alasan penolakan pengharaman bunga bank, apalagi keberadaan Bank Syariah perlu mendapat dukungan karena memang usianya yang belum lama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah ada diskusi panjang, titik temu antara dua pendapat yang berseberangan mengenai Bunga Bank tidak bisa didapatkan walaupun mayoritas peserta menyetujui pengharamannya. Karena Munas sepakat menghindari pengambilan keputusan dengan model suara terbanyak,dan setelah  berbagai opsi yang terus ditawarkan untuk keluar dari jalan buntu perbedaan pandangan terhadap status bunga bank tersebut, sidang pleno sepakat untuk menyerahkan pengambilan kesimpulan kepada Majelis Tarjih dan Tajdid dengan mempertimbangkan berbagai masukan yang telah ada di Munas ini. (arif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=1968&amp;Itemid=2"&gt;Muhammadiyah Online&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-2932880633277913322?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/2932880633277913322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/masalah-status-bunga-bank-munas-tarjih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2932880633277913322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/2932880633277913322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/masalah-status-bunga-bank-munas-tarjih.html' title='Masalah Status Bunga Bank, Munas Tarjih Menyerahkan kepada MTT Pusat'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-3373730198095200170</id><published>2010-04-06T08:15:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T14:27:58.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Muhammadiyah Haramkan Bunga Bank: NU Menilai Masih Bersifat Khilafiyah</title><content type='html'>JAKARTA - SURYA- Setelah mengeluarkan fatwa haram terhadap rokok, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah kembali mengeluarkan fatwa haram. Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, organisasi Islam yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tersebut mengharamkan bunga bank. “Muhamamdiyah melihat ada persamaan antara riba dengan bunga. Dengan kesamaan itulah maka karena riba haram maka bunga juga haram,” kata Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhamamdiyah Fatah Wibisono, Minggu (4/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fatah, bunga bank hukumnya haram karena adanya imbalan atas jasa yang diberikan oleh pemilik modal atas pokok modal yang dipinjamkan. “Tambahan imbal jasa itu bersifat mengikat dan diperjanjikan sebelumnya,” imbuhnya. Alasan lain mengapa bunga bank haram, menurut Fatah karena yang menikmati bunga bank adalah para pemilik modal. “Nah jadi berdasarkan kesamaan sifat antara riba dan bunga, maka bunga mengikuti hukum riba, yaitu haram,” tegas Fatah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Fatwa haram terhadap bunga bank tersebut sebenarnya sudah diputuskan pada Munas Muhammadiyah 2006 lalu. Sedangkan untuk keputusan resmi baru dikeluarkan Sabtu 3 April 2010 malam, lewat rapat pleno Munas ke-27 Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelumnya, sebut Wakil Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah itu, fatwa haram ini sebenarnya sudah dikeluarkan sejak 1968 silam, namun hanya diperuntukkan bagi bank-bank swasta saja. “Pernah, pada tahun 1968 pada muktamar tarjih di Sidoarjo, Muhammadiyah mengharamkan bunga bank swasta,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa waktu itu bank milik pemerintah tidak diharamkan, menurut Fatah lantaran kepemilikan modal bank pemerintah pada saat itu murni milik pemerintah. “Waktu itu hukumnya tidak haram, tapi mustabihat (tidak jelas halal apa haram),” papar Fatah. “Jadi, karena sekarang bank-bank pemerintah pemegang sahamnya juga swasta, oleh karena itu sudah tidak ada bedanya antara bank pemerintah dan swasta,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatah membantah fatwa haram terhadap bunga bank ini merupakan pesanan pihak-pihak tertentu. Keputusan ini murni lantaran ada perkembangan dalam dunia perbankan, terutama soal kepemilikan modal bank-bank pemerintah. “Nggak ada (pesanan). Memang karena Muhammadiyah melihat perubahan pemilik bank pemerintah adalah para pemilik modal, sehingga sekarang nggak bisa dibedakan bank swasta dan pemerintah,” jelas Fatah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah, imbuhnya menganggap perlu melakukan perubahan hukum tentang hukum bunga bank itu. Karena hukum Islam, menurutnya, berkembang sesuai dengan kondisi aktual yang terjadi di masyarakat. “Ada qaidah ushul fiqih yang menegaskan bahwa keketapan hukum itu dapat berubah apabila illat (alasan logis penetapan hukum) berubah,” ujarnya. “Karena pemilik modal di bank-bank pemerintah sekarang berubah menjadi milik individu-individu tertentu, maka hukumnya berubah menjadi haram,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dulu&lt;br /&gt;Hukum haramnya bunga bank tidak hanya diberikan oleh Muhammadiyah. MUI sudah lebih dulu mengeluarkan hukum haram bunga bank sejak 2003 lalu. “MUI sudah lebih dulu soal hukum itu, tahun 2003. Itu berlaku untuk semua bunga bank,” kata Ketua Komisi Fatwa MUI KH Ma’ruf Amin, Minggu (4/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kiai Ma’ruf, agar masyarakat terhindar dari hukum haram bunga bank, sementara tetap bisa menyimpan uangnya dengan aman, bank syariah bisa menjadi solusinya. Sebab, hukum keharaman bunga bank itu tidak sekedar adanya timbal balik dari simpanan kita, tetapi juga dana yang kita simpan di bank yang juga digunakan untuk upaya riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu, sebelum ada bank syariah, kita menyimpan dana di bank karena alasan darurat. Kalau hukumnya ya tetap saja sama, bunga bank itu ya haram. Kalau sekarang, setelah ada bank syariah, harus dipindah ke bank syariah, bank tanpa bunga,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, meski hukum bunga bank sudah diputus haram oleh Muhammadiyah dan MUI, namun bagi Nahdhatul Ulama (NU), bunga bank belum sepenuhnya diharamkan, karena masih ada yang khilaf (beda pendapat) soal penetapan hukum haram itu. “NU kan dulu sudah ada yang membahas, hukumnya ada khilafiyah. Ada yang membolehkan, ada juga yang mengharamkan,” kata mantan anggota Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, Minggu (4/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut anggota wantimpres ini, dalam musyawarah nasional alim ulama NU pada 1992 di Lampung, para ulama NU tidak memutus hukum bunga bank haram mutlak. Memang ada beberapa ulama yang mengharamkan, tetapi ada juga yang membolehkan karena alasan darurat dan alasan-alasan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika tahun 1992, munas alim ulama tidak membuat keputusan tunggal, karena menghargai adanya perbedaan yang terjadi antara ulama dengan dalilnya masing-masing. Makanya hukum bunga bank masih khilafiyah (ada perbedaan),” kata dia. Namun demikian, dalam Munas saat itu, ulama NU sudah merekomendasikan kepada negara agar segera memfasilitasi terbentuknya perbankan syariah atau perbankan yang menggunakan asas-asas dan dasar hukum Islami dalam bertransaksi. “Tapi saat itu keputusannya agar segera dibentuk bank Islami yang sesuai syariah. Mungkin dalam bahasa sekarang itu, ya bank syariah,” pungkasnya.dtc/ask/serambi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Surya Online&lt;br /&gt;www dot surya dot co dot id /2010/04/05/muhammadiyah-haramkan-bunga-bank.html&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-3373730198095200170?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/3373730198095200170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/muhammadiyah-haramkan-bunga-bank-nu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3373730198095200170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/3373730198095200170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/muhammadiyah-haramkan-bunga-bank-nu.html' title='Muhammadiyah Haramkan Bunga Bank: NU Menilai Masih Bersifat Khilafiyah'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-1903749856490889433</id><published>2010-04-06T08:08:00.000+07:00</published><updated>2010-04-11T14:31:35.338+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Munas Tarjih Selesai, Tinggal Tunggu Tanfidz Putusan</title><content type='html'>Munas Tarjih Muhammadiyah ke-27 di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ditutup Minggu (4/4) jam 02.00 dini hari. Ini mundur dari jadwal semula yang mestinya ditutup jam 22.00 WIB. Munas yang dibuka Kamis (1/4) oleh Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, itu diikuti oleh 160 ulama tarjih Muhammadiyah se-Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mundurnya jadwal penutupan sudah diperkirakan sebelumnya. Hal ini karena agenda yang dibahas memang sangat urgen dan perlu diskusi yang sangat serius antar peserta Munas. “Ini Munas yang luar biasa karena semua peserta memakai dalil Al-Qur’an dan Hadits secara langsung untuk berargumentasi. Ini berbeda dengan diskusi fikiyah yang dilakukan teman-teman lain. Mereka justru banyak menggunakan kitab-kitab,” kata Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, ketika menutup acara.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Munas melahirkan beberapa rekomendasi penting. Di antaranya, fikih perempuan, fikih tata kelola, fikih amal Al-Ma’un, penentuan hisab dan rukyat serta beberapa isu ubudiyah. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Syamsul Anwar, MA, mengaku puas dengan berbagai putusan meski tidak semua sampai tuntas. Sebab masih ada satu tahap lagi menjadikan putusan Munas ini menjadi tanfidz yang merupakan pembukuan putusan PP Muhammadiyah. Salah satu isu yang belum tuntas itu adalah penentuan hukum bunga bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan ada tim ahli dari Muhammadiyah yang akan menindak lanjuti pembahasan agar segera bisa diputuskan, sebelum Muktamar Juli mendatang. Kita memang harus sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan soal ini karena menyangkut implikasi yang sangat luas,” kata Syamsul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Munas Malang segera dibawa ke Jogjakarta dan Jakarta untuk ditindak lanjuti oleh tim khusus. Tujuannya, untuk merumuskan menjadi keputusan-keputusan yang lebih detail dan akan dibukukan sebagai pedoman bagi warga Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rektor UMM, Dr. Muhadjir Effendy, berharap apapun keputusan Munas tidak paradoks dengan perilaku warga Muhammadiyah. Oleh karenanya, keputusan itu harus memperhatikan betul aspek-aspek sosiologis masyarakat kita. “Jangan sampai, misalnya, Munas sudah menyepakati bunga bank haram tetapi di sisi lain di kantong pimpinan Muhammadiyah masih menyimpan ATM bank konvensional,” kata Muhadjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomentari pendapat Muhadjir, Yunahar mengatakan, anggota Tarjih Muhammadiyah memang lengkap dari berbagai bidang ilmu. “Pak Muhadjir ini rektor, ahli militer, tetapi waktu berdebat soal bunga bank ternyata juga fasih,” komentarnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Yunahar berharap ke depan Muhammadiyah harus lebih sering menyelenggarakan Munas. Sebab, keputusan-keputusan tarjih sesungguhnya sangat dinanti-nanti umat. “Bila perlu jangan lima tahun sekali, tetapi setiap tahun,” ujarnya. Hanya saja, penyelenggaraannya tidak perlu terlalu mewah sehingga tidak menghabiskan biaya besar. Cukup di kampus atau di amal usaha Muhammadiyah lain sehingga efisien. (nas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.umm.ac.id/news.php?c=1194&amp;archive=&amp;more=1"&gt;UMM News&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-1903749856490889433?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/1903749856490889433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/munas-tarjih-selesai-tinggal-tunggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1903749856490889433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/1903749856490889433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/munas-tarjih-selesai-tinggal-tunggu.html' title='Munas Tarjih Selesai, Tinggal Tunggu Tanfidz Putusan'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-7150526922953585373</id><published>2010-04-05T08:13:00.000+07:00</published><updated>2010-05-19T14:29:32.282+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Munas Tarjih Muhammadiyah Hasilkan Fatwa Bunga Bank Termasuk Haram</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/S7qLBZ5KPoI/AAAAAAAABBo/RuLTwHdHfjg/s1600/20100404_045853_bank2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/S7qLBZ5KPoI/AAAAAAAABBo/RuLTwHdHfjg/s200/20100404_045853_bank2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456826754759540354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MALANG--MI: Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur (Jatim) 1-4 Maret menghasilkan sejumlah fatwa baru dalam kaitan kehidupan berbangsa, bernegara, bermasyarakat dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Wakil Ketua Sekretaris Munas Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah Abdul Fattah Wibisono kepada Media Indonesia mengatakan fatwa yang dihasilkan dalam Munas melalui sidang pleno 7 komisi selesai dibahas Minggu (4/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi yang dihasilkan adalah bunga bank swasta dan pemerintah, termasuk riba, kendati ada dua peserta munas menolak rekomendasi itu dalam sidang pleno. "Akibat adanya penolakan dari dua peserta munas maka fatwa soal bunga bank maka keputusannya diserahkan ke Majelis Tarjih pusat," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan fatwa haram terhadap bunga bank sudah dikeluarkan PP Muhammadiyah sejak 1937. Pada Muktamar (sekarang Munas) Tarjih 1968 di Sidoarjo menegaskan bunga bank swata hukumnya haram karena ada unsur riba. Saat itu belum memutuskan bunga bank pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian keluar fatwa dari Majelis Tarjih pada 2006 yang mengharamkan semua bank. Fatwa itu diperkuat melalui Munas di Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Munas juga mengeluarkan fatwa baru tentang rekrutmen yang sehat dalam proses pengisian posisi atau jabatan dalam organisasi pemerintahan, termasuk organisasi politik. Sehingga pengisian jabatan harus bebas dari praktik bernuasa transaksional dan beraroma investif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salah satu akar permasalahan dalam pengelolaan pemerintahan kita adalah karena praktik-praktik transaksional dan investif yang marak sebagaimana kita semua mendengarnya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munas juga mengeluarkan fatwa soal pernikahan yang hukumnya wajib dicatatkan secara legal formal. Sehingga nikah siri dilarang, dan setuju bagi pelaku nikah sirri mendapat sanksi. Termasuk tidak menganjurkan poligami. "Soal sanksi bagi pelaku nikah sirri masih dirumuskan," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula soal fatwa khitan (sunat) diputuskan bahwa khitan laki-laki sangat dianjurkan (masyru?), sementara untuk perempuan tidak dianjurkan. Muhammdiyah juga mengeluarkan fatwa mencari nafkah bagi keluarga menjadi tanggung jawab suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menentukan waktu salat subuh bagi umat muslim, diperlukan fatwa bahwa awal salat subuh di Indonesia memperhatikan posisi matahari 20 derajad di bawah ufuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seluruh fatwa yang dihasilkan dalam Munas akan diserahkan ke PP Muhammadiyah untuk selanjutnya disahkan sebagai keputusan yang mengikat," tukasnya.(BN/OL-02)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Media Indonesia Online&lt;br /&gt;www dot mediaindonesia dot com /read/2010/04/04/133738/91/14/Munas-Tarjih-Muhammadiyah-Hasilkan-Fatwa-Bunga-Bank-Termasuk-Haram&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7757844584641076709-7150526922953585373?l=muhammadiyahmalang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/feeds/7150526922953585373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/munas-tarjih-muhammadiyah-hasilkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7150526922953585373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7757844584641076709/posts/default/7150526922953585373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muhammadiyahmalang.blogspot.com/2010/04/munas-tarjih-muhammadiyah-hasilkan.html' title='Munas Tarjih Muhammadiyah Hasilkan Fatwa Bunga Bank Termasuk Haram'/><author><name>kholimi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://lh6.google.co.uk/image/kholimi/Rf9xdP6u0BI/AAAAAAAAANY/4O1BPtviRwA/logo_kholimi_150.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_d-_D3PoVIqE/S7qLBZ5KPoI/AAAAAAAABBo/RuLTwHdHfjg/s72-c/20100404_045853_bank2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7757844584641076709.post-7173608778003266158</id><published>2010-04-04T09:29:00.000+07:00</published><updated>2010-05-11T08:45:14.219+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Uswatun Hasanah'/><title type='text'>Menegakkan Amanah: Konsep Menurut al-Qur'an dan as-Sunnah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oleh:&lt;/span&gt; Agusliansyah S.P.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.&lt;br /&gt;[QS an-Nisaa' (4): 58]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dalam era sekarang bangsa kita (Indonesia) sedang kehilangan amanah dalam arti yang lebih substansif artinya bahwa pengertian amanah tidak sedikit orang menerjemahkan tidak dalam konteks yang berdasar Al-Qur'an dan As-sunnah tetapi lebih dipersepsikan menurut arti subyektif setiap individu masing-masing, atau orang sudah bebas untuk berkata dan mengerjakan sesuatu menurut kehendak sendiri. Melihat dari berbagai media (Koran maupun televisi) yang ada di indonesia hanya beberapa persen informasi yang ditampilkan dapat memberikan nuansa dan wacana pendidikan danpengajaran serta menjadi teladan yang baik (uswah hasanah) sesuai dengan Al-Qur'an dan As Sunnah (menteladani Nabi Muhammad SAW) dibandingkan menumbuhkan befikir cerdas, positif dan memberikan teladan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut di atas Allah mengingatkan di dalam al-Qur'an misalnya yang terdapat dalam al-Qur'an surat al-Ahzab ayat 21:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.&lt;br /&gt;[QS al-Ahzaab (33): 21]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan dengan pembahasan pengertian amanah tersebut di atas hendaklah kita mengartikan amanah yang sesuai dengan konteks al-Qur'an dan As Sunnah untuk mengembangkan daya berfikir, berbuat, berwacana dan mengerjakan pekerjaan dalam rangka mengemban amanah yang diberikan baik itu tugas seorang individu, kepala keluarga (KK) atau tugas dan tanggung jawab yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menguraikan dan berbicara tentang amanah, ada baiknya kalau kita mengetahui apa pengertian amanah itu? Amanah artinya dipercaya, seakar dengan kata iman. Sifat amanah memang lahir dari kekuatan iman. Semakin menipis keimanan seseorang semakin pudar pula sifat amanah pada dirinya. Antara keduanya terdapat kaitan yang sangat erat sekali. Rasulullah SAW berkata:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Tidak (sempurna ) iman seseorang yang tidak amanah, dan tidak (sempurna) agama orang- orang yang tidak menunaikan janji."&lt;br /&gt;[HR. Ahmad]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Amanah dalam pengertian yang sempit adalah memelihara titipan dan mengembalikannya kepada pemilikannya dalam bentuk semula. Sedangkan dalam pengertian yang luas, amanah mencakup banyak hal: menyimpan rahasia orang, menjaga kehormatan orang lain menjaga dirinya sendiri, menunaikan tugas-tugas yang dipikulkan Allah kepada ummat manusia. Oleh al-Qur'an di sebut sebagai amanah (amanah taklif). Amanah taklif inilah paling berat dan besar. Makhluk-makhluk Allah yang besar, seperti langit, bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, lautan dan pohon- pohon yang lainnya, tidak sanggup memikulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu manusia karena kelebihan yang diberikan Allah kepadanya berupa akal fikiran, perasaan, kehendak dan sebagainya mau menanggungnya. Dari pengertian amanah di atas dapatlah kita kemukakan beberapa bentuk amanah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memelihara Titipan dan mengembalikannya seperti semula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang Muslim dititipi oleh orang lain, misalnya barang berharga, karena yang bersangkutan akan pergi ke luar negeri, maka titipan itu harus dipelihara dengan baik dan pada saatnya dikembalikan kepada yang punya, utuh seperti semula. Dalam hal ini Allah SWT berfirman artinya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ النَّاسِ أَن تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.&lt;br /&gt;[QS an-Nisaa' (4): 58]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Apabila yang menerima titipan punya niat baik untuk mengembalikannya seperti semula, maka Allah akan membantunya untuk memeliharanya. Rasulullah SAW bersabda: artinya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size:150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa yang mengambil harta orang lain dengan maksud akan mengembalikannya, maka pasti Allah akan menyampaikan maksudnya itu. Dan jika ia mengambilnya dengan maksud merusaknya, maka Allah akan merusaknya. "&lt;br /&gt;[HR. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menjaga rahasia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa bila seseorang dipercaya untuk menjaga rahasia apakah rahasia pribadi, keluarga, organisasi, atau lebih-lebih rahasia Negara, dia wajib menjaganya supaya tidak bocor kepada orang lain yang tidak berhak mengetahuinya. Apabila seseorang menyampaikan sesuatu yang penting dan rahasia kepada kita, itulah a
