Senin, 16 Agustus 2010

NU-Muhammadiyah Ngaji Bareng

Ajak Umat Luapakan Perbedaan Mazhab

MALANG KOTA - Momentum datangnya bulan Ramadan dimanfaatkan dua ormas besar untuk ngaji bareng. Kemarin (15/8), ketua PC Nahdlatul Ulama KH Marzuki Mustamar dan Ketua Pengurus Daerah Mumammadiyah Kota Malang Taufik Kusuma memberikan ceramah dalam satu forum di Masjid Jamik Al Ikhsan Gadang. Ngaji bareng dengan tema 'Indahnya Kebersamaan dan Nikmatnya Puasa Bersama Rasullulah' itu difasilitasi oleh takmir Masjid Al-Ikhsan dan Yayasan Qurrota'ayun. Puluhan puluhan umat Islam tampak antusias mengikuti acara ngaji bareng itu.

KH Marzuki Mustamar dalam ceramahnya mengatakan kegiatan ngaji bareng NU-Muhammadiyah itu akan dilaksanakan secara terus menerus. Dia menilai, dua ormas ini wajib menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. ''Bagi NU kebersamaan menjaga keutuhan NKRI adalah kewajiban. Caranya dengan menanamkan nilai ke-Islaman, ke-Indonesiaan dan kemanusiaan,'' kata pengasuh PP Sabilur Rosyad Gasek ini.

Lebih lanjut dia berharap, perbedaan mazhab dan pendapat antara NU dan Muhammadiyah tidak perlu dipersoalkan. Syaratnya kata Marzuki, perbedaan itu masih dalam koridor ahlusunnah waljamaah. ''Beda hasil ijtihad itu kalau disikapi dengan jujur, ikhlas maka tidak akan terjadi apa-apa. Perkara dulu pernah ada pertentangan antara NU dan Muhammadiyah dilihat sebagai sejarah saja. Saat ini kita sudah harus menghilangkan sikap saling ejek,'' imbuhnya.

Jika sanggup, dia mengajak kepada Muhammadiyah untuk mengelar dialog dengan mengundang tokoh-tokoh yang lebih alim untuk membahas masalah perbedaan antara NU dan Muhammadiyah. Ada dua hal yang bisa diperoleh kata Marzuki, di antaranya timbul kesepakatan bagaimana menyelesaikan masalah perbedaan itu. Kedua kalau tidak muncul kesepakatan maka minimal akan ada sikap saling memahami antara yang satu dengan yang lain. ''Jadi harapannya tidak ada lagi yang mengolok-olok yang itu kok salat tarawiha 11 rakaaat dan yang ini kok 23 rakaat,'' kelakarnya.

Sementara itu Taufik Kusuma mengatakan siap untuk diajak ngaji bareng secara intens. Kesiapannya itu dikatakan dia pada saat memberikan jawaban salah seorang penanya yang berharap kegiatan ngaji bareng antara NU dan Muhammadiyah terus dilakukan, minimal tiga bulan sekali. ''Seperti yang dikatakan Pak Kiai (KH Marzuki Mustamar), kami memang sudah sering bertemu,'' katanya.

Selama ramadan ini, Marzuki menandaskan akan ada semacam pertukaran tempat ngaji bareng. ''Nanti gentian. NU akan bersama-sama Muhammadiyah ngaji bareng di Masjid Muhammadiyah. Begitu sebaliknya Muhammadiyah akan ngaji bareng di masjid NU,'' kata Marzuki seusai memberikan ceramah.

Di di tempat yang sama, ketua panitia Rohmat berharap dengan bertemunya dua pimpinan ormas besar tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan Islam. ''Momentum Ramadan memang harus dimanfaatkan untuk saling silaturrahmi. Kalau pemimpinnya bertemu maka umat akan tenteram,'' tuturnya. (rif/abm)



Sumber:
Koran Pendidikan
www dot jawapos dot co dot id /radar/index.php?act=detail&rid=175032

Tidak ada komentar:

Posting Komentar